Selasa, 29 September 2026

LKM Modul 9. 2. Bunyi

LEMBAR KERJA MAHASISWA

MODUL 9.2 – BUNYI

Mata Kuliah: Konsep Dasar IPA/Fisika

Materi: Bunyi

Progres pengisian: 0%

IDENTITAS MAHASISWA

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah menyelesaikan LKM ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian bunyi dan sumber bunyi.
  2. Menjelaskan bahwa bunyi merupakan gelombang mekanik.
  3. Menjelaskan bunyi sebagai gelombang longitudinal.
  4. Menjelaskan faktor yang memengaruhi cepat rambat bunyi.
  5. Menganalisis hubungan frekuensi dengan tinggi rendah nada.
  6. Menganalisis hubungan amplitudo dan intensitas dengan kuat-lemah bunyi.
  7. Menjelaskan timbre atau warna bunyi.
  8. Membedakan infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik.
  9. Menjelaskan interferensi bunyi dan layangan.
  10. Menjelaskan fenomena efek Doppler.
  11. Menjelaskan intensitas dan taraf intensitas bunyi.
  12. Membedakan gema dan gaung.
  13. Menjelaskan resonansi dan penerapannya.
  14. Menjelaskan prinsip kerja SONAR.
  15. Menyelesaikan persoalan sederhana yang berkaitan dengan bunyi.
  16. Menghubungkan konsep bunyi dengan fenomena kehidupan sehari-hari.

B. PETUNJUK PENGERJAAN

  1. Bacalah ringkasan materi sebelum mengerjakan aktivitas.
  2. Kerjakan seluruh aktivitas secara berurutan.
  3. Tuliskan jawaban dengan bahasa sendiri.
  4. Pada soal hitungan, tuliskan diketahui, ditanyakan, rumus, substitusi, hasil dan satuan.
  5. Gunakan konsep fisika secara tepat.
  6. Untuk aktivitas kelompok, diskusikan jawaban bersama anggota kelompok.
  7. Setelah selesai, lakukan refleksi pembelajaran.
  8. Kerjakan penilaian diri secara jujur.
  9. Selesaikan tugas akhir sesuai petunjuk.

C. RINGKASAN MATERI

1. Pengertian Bunyi

Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Contohnya senar gitar, membran drum, pita suara dan garpu tala. Getaran tersebut menghasilkan gangguan pada medium yang kemudian merambat sebagai gelombang bunyi.

2. Bunyi sebagai Gelombang Mekanik

Bunyi merupakan gelombang mekanik karena membutuhkan medium untuk merambat. Bunyi dapat merambat melalui gas, cairan dan padatan, tetapi tidak dapat merambat di ruang hampa.

3. Bunyi sebagai Gelombang Longitudinal

Di udara, bunyi merambat melalui pola rapatan → renggangan → rapatan → renggangan. Arah getaran partikel medium sejajar dengan arah rambat gelombang.

4. Cepat Rambat Bunyi

Secara umum cepat rambat bunyi mengikuti urutan:

padat > cair > gas

Contoh: udara sekitar 343 m/s pada 20°C, air sekitar 1.440 m/s, sedangkan kayu dapat memiliki cepat rambat beberapa ribu m/s tergantung jenisnya.

Faktor yang berpengaruh antara lain elastisitas, kerapatan dan suhu. Pada udara, suhu meningkat menyebabkan cepat rambat bunyi meningkat.

5. Karakteristik Bunyi

Tinggi rendah nada ditentukan terutama oleh frekuensi. Frekuensi tinggi menghasilkan nada tinggi.

Kuat-lemah bunyi berkaitan dengan amplitudo dan intensitas.

Timbre atau warna bunyi memungkinkan kita membedakan sumber bunyi yang mempunyai tinggi nada sama tetapi bentuk gelombang dan harmoniknya berbeda.

6. Batas Pendengaran Manusia

Secara umum manusia muda dengan pendengaran normal dapat mendengar sekitar 20 Hz–20.000 Hz. Rentang ini dapat berbeda antarindividu.

7. Infrasonik

Bunyi dengan frekuensi f < 20 Hz.

8. Audiosonik

Bunyi sekitar 20 Hz ≤ f ≤ 20.000 Hz.

9. Ultrasonik

Bunyi dengan frekuensi f > 20.000 Hz. Dimanfaatkan antara lain untuk pemeriksaan medis, SONAR, pembersih ultrasonik dan pendeteksi cacat material.

10. Interferensi Bunyi

Interferensi konstruktif menyebabkan gelombang saling memperkuat, sedangkan interferensi destruktif menyebabkan gelombang saling melemahkan.

11. Layangan Bunyi

Layangan terjadi ketika dua bunyi mempunyai frekuensi yang sangat berdekatan.

fₗ = |f₁ − f₂|

12. Efek Doppler

Efek Doppler adalah perubahan frekuensi yang teramati akibat gerak relatif antara sumber dan pengamat.

Mendekat → frekuensi terdengar lebih tinggi.
Menjauh → frekuensi terdengar lebih rendah.

13. Intensitas Bunyi

Intensitas bunyi berkaitan dengan energi yang dibawa gelombang per satuan luas per satuan waktu. Satuannya W/m².

14. Taraf Intensitas

β = 10 log (I/I₀)

dengan I₀ = 10⁻¹² W/m².

15. Gema dan Gaung

Gema terdengar sebagai bunyi pantul yang terpisah dari bunyi asli.

Gaung terjadi ketika bunyi pantul bercampur dengan bunyi asli sehingga kejelasan bunyi berkurang.

16. Resonansi

Resonansi terjadi ketika suatu benda dipaksa bergetar pada frekuensi yang sama atau sangat dekat dengan frekuensi alaminya sehingga amplitudo getarannya dapat menjadi besar.

17. Alat Musik Tiup

Terompet, seruling, saksofon dan horn menghasilkan bunyi melalui getaran kolom udara. Fenomena ini berkaitan dengan gelombang berdiri dan resonansi.

18. SONAR

SONAR menggunakan gelombang bunyi, terutama ultrasonik, untuk mendeteksi objek atau mengukur jarak/kedalaman di dalam air.

s = v × t / 2

Pembagian dua dilakukan karena gelombang menempuh perjalanan pergi menuju objek dan kembali ke penerima.

D. AKTIVITAS 1 – SUMBER BUNYI

No.Sumber BunyiBagian yang BergetarMengapa Menghasilkan Bunyi?
1Gitar
2Drum
3Pita suara
4Garpu tala
5Sumber lain

1. Apa persamaan dari semua sumber bunyi tersebut?

2. Apakah benda yang tidak bergetar dapat menghasilkan bunyi? Jelaskan.

E. AKTIVITAS 2 – MEMBUKTIKAN BUNYI MEMBUTUHKAN MEDIUM

Bayangkan sebuah sumber bunyi ditempatkan dalam ruang hampa.

1. Apakah bunyi dapat sampai ke telinga?

2. Mengapa?

3. Bandingkan perambatan bunyi melalui udara, air, dan benda padat.

4. Mengapa astronot tidak dapat berbicara langsung menggunakan suara di ruang hampa?

F. AKTIVITAS 3 – BUNYI SEBAGAI GELOMBANG LONGITUDINAL

AspekJawaban
Jenis gelombang bunyi
Arah getaran partikel
Arah rambat gelombang
Pola perambatan
Contoh medium

Mengapa bunyi di udara dikategorikan sebagai gelombang longitudinal?

G. AKTIVITAS 4 – CEPAT RAMBAT BUNYI

MediumCepat RambatAnalisis Mahasiswa
Udara343 m/s
Air1.440 m/s
KayuBeberapa ribu m/s

1. Pada medium mana bunyi merambat paling cepat?

2. Mengapa bunyi umumnya lebih cepat merambat pada zat padat daripada udara?

3. Bagaimana pengaruh suhu terhadap cepat rambat bunyi di udara?

4. Sebutkan faktor yang memengaruhi cepat rambat bunyi.

H. AKTIVITAS 5 – TINGGI RENDAH NADA

FrekuensiTinggi Nada
100 Hz
500 Hz
1.000 Hz
5.000 Hz
10.000 Hz

Apa hubungan frekuensi dengan tinggi rendah nada?

I. AKTIVITAS 6 – KUAT LEMAH BUNYI

1. Apa yang dimaksud amplitudo?

2. Bagaimana hubungan amplitudo dengan kuat-lemah bunyi?

3. Apakah nada tinggi selalu berarti bunyinya lebih kuat? Jelaskan.

J. AKTIVITAS 7 – TIMBRE ATAU WARNA BUNYI

Bayangkan sebuah nada 440 Hz dimainkan menggunakan gitar dan piano.

1. Apakah kedua alat menghasilkan frekuensi dasar yang sama?

2. Mengapa suara gitar dan piano tetap dapat dibedakan?

3. Apa yang dimaksud timbre?

4. Sebutkan contoh lain penggunaan timbre dalam kehidupan sehari-hari.

K. AKTIVITAS 8 – KLASIFIKASI FREKUENSI BUNYI

FrekuensiKategoriAlasan
10 Hz
20 Hz
100 Hz
1.000 Hz
20.000 Hz
25.000 Hz
40.000 Hz

1. Apa perbedaan infrasonik dan ultrasonik?

2. Mengapa manusia tidak dapat mendengar semua frekuensi?

L. AKTIVITAS 9 – PENERAPAN ULTRASONIK

PenggunaanPrinsip KerjaManfaat
Pemeriksaan medis
SONAR
Pembersih ultrasonik
Pendeteksi cacat material

Mengapa gelombang ultrasonik banyak dimanfaatkan dalam teknologi?

M. AKTIVITAS 10 – INTERFERENSI BUNYI

1. Apa yang dimaksud interferensi konstruktif?

2. Apa yang dimaksud interferensi destruktif?

3. Apa akibat interferensi konstruktif terhadap bunyi?

4. Apa akibat interferensi destruktif terhadap bunyi?

Analisis: Jika dua gelombang bunyi mempunyai fase yang sama ketika bertemu, apa yang kemungkinan terjadi?

N. AKTIVITAS 11 – LAYANGAN BUNYI

fₗ = |f₁ − f₂|

Soal 1

Dua sumber bunyi mempunyai frekuensi 400 Hz dan 404 Hz. Tentukan frekuensi layangannya.

Soal 2

Dua sumber bunyi mempunyai frekuensi 500 Hz dan 507 Hz. Tentukan frekuensi layangan.

Soal 3

Apa arti frekuensi layangan 4 Hz secara fisik?

O. AKTIVITAS 12 – EFEK DOPPLER

Perhatikan fenomena ambulans. Ketika ambulans mendekat, frekuensi terdengar lebih tinggi. Ketika menjauh, frekuensi terdengar lebih rendah.

1. Apa yang dimaksud efek Doppler?

2. Mengapa frekuensi terdengar meningkat ketika sumber mendekat?

3. Mengapa frekuensi terdengar menurun ketika sumber menjauh?

4. Berikan tiga contoh efek Doppler dalam kehidupan sehari-hari.

P. AKTIVITAS 13 – ANALISIS EFEK DOPPLER

KondisiFrekuensi Terdengar
Sumber mendekati pengamat
Sumber menjauhi pengamat
Pengamat mendekati sumber
Pengamat menjauhi sumber

Pertanyaan HOTS: Mengapa efek Doppler merupakan perubahan frekuensi yang diamati, bukan perubahan frekuensi sumber sebenarnya?

Q. AKTIVITAS 14 – INTENSITAS BUNYI

1. Apa yang dimaksud intensitas bunyi?

2. Apa satuan intensitas bunyi?

3. Bagaimana hubungan energi yang sampai pada suatu luas dengan intensitas?

4. Apa perbedaan intensitas dan amplitudo?

R. AKTIVITAS 15 – TARAF INTENSITAS

β = 10 log (I/I₀)

dengan I₀ = 10⁻¹² W/m².

Sebuah sumber bunyi mempunyai intensitas I = 10⁻⁶ W/m². Tentukan taraf intensitasnya.

Mengapa taraf intensitas menggunakan skala logaritmik?

S. AKTIVITAS 16 – GEMA DAN GAUNG

AspekGemaGaung
Bunyi pantul
Waktu datang
Bunyi asli
Kejelasan bunyi
Contoh

Tuliskan cara sederhana mengingat perbedaan gema dan gaung.

T. AKTIVITAS 17 – RESONANSI

1. Apa yang dimaksud resonansi?

2. Kapan resonansi dapat terjadi?

3. Mengapa amplitudo dapat menjadi besar ketika terjadi resonansi?

4. Berikan tiga contoh resonansi.

U. AKTIVITAS 18 – RESONANSI PADA ALAT MUSIK

Perhatikan alat musik: seruling, terompet, saksofon, dan horn.

1. Bagian apa yang bergetar dan menghasilkan bunyi?

2. Apa hubungan panjang kolom udara dengan frekuensi bunyi?

3. Mengapa perubahan panjang kolom udara dapat mengubah nada?

4. Bagaimana hubungan fenomena tersebut dengan gelombang berdiri?

V. AKTIVITAS 19 – PERCOBAAN SEDERHANA RESONANSI

Alat: beberapa gelas atau botol, air, dan sendok.

Langkah:

  1. Isi beberapa gelas dengan volume air berbeda.
  2. Ketuk bagian gelas dengan hati-hati.
  3. Dengarkan nada yang dihasilkan.
  4. Bandingkan gelas dengan volume air berbeda.
GelasBanyak AirTinggi NadaCatatan
ASedikit
BSedang
CBanyak

1. Gelas mana yang menghasilkan nada paling tinggi?

2. Mengapa volume air dapat memengaruhi nada?

3. Apakah percobaan ini berhubungan dengan resonansi? Jelaskan.

W. AKTIVITAS 20 – MEMAHAMI SONAR

Prinsip: mengirim gelombang → dipantulkan → diterima → waktu diukur.

s = v × t / 2

1. Apa yang dimaksud SONAR?

2. Mengapa SONAR dapat digunakan untuk mengukur kedalaman laut?

3. Mengapa hasil perkalian v × t harus dibagi dua?

4. Mengapa gelombang ultrasonik cocok digunakan pada SONAR?

X. AKTIVITAS 21 – SOAL SONAR

Sebuah kapal mengirim gelombang bunyi ke dasar laut. Pantulan diterima setelah t = 4 sekon. Cepat rambat bunyi dalam air adalah v = 1.500 m/s.
s = v × t / 2

Analisis: Mengapa jarak yang diperoleh dari v × t bukan langsung kedalaman laut?

Y. AKTIVITAS 22 – HOTS: MEMBANDINGKAN MEDIUM

Seseorang memukul salah satu ujung batang logam. Orang lain menempelkan telinganya pada ujung batang lainnya. Orang tersebut dapat mendengar bunyi lebih cepat melalui batang daripada melalui udara.

1. Apakah fenomena tersebut sesuai dengan konsep cepat rambat bunyi?

2. Mengapa bunyi dapat merambat lebih cepat melalui benda padat?

3. Apa yang akan terjadi jika medium tidak ada?

4. Jelaskan fenomena tersebut menggunakan konsep gelombang mekanik.

Z. AKTIVITAS 23 – HOTS: ANALISIS KASUS AMBULANS

Sebuah ambulans bergerak mendekati seseorang yang berdiri di pinggir jalan. Setelah ambulans melewati orang tersebut, suara sirene terdengar berbeda.

1. Fenomena fisika apa yang terjadi?

2. Kapan frekuensi yang terdengar paling tinggi?

3. Kapan frekuensi yang terdengar lebih rendah?

4. Jelaskan perubahan panjang gelombang yang diterima pengamat.

5. Mengapa fenomena tersebut tidak berarti sirene mengubah frekuensi sumbernya secara tiba-tiba?

AA. AKTIVITAS 24 – STUDI KASUS TERPADU

Sebuah kapal menggunakan SONAR untuk mengetahui kedalaman laut. Gelombang ultrasonik dikirim ke dasar laut dan pantulannya diterima setelah 6 sekon. Cepat rambat bunyi di air adalah 1.500 m/s.

1. Hitung kedalaman laut.

2. Mengapa digunakan gelombang ultrasonik?

3. Apa jenis gelombang bunyi berdasarkan kebutuhan terhadap medium?

4. Apa jenis gelombang bunyi berdasarkan arah getaran terhadap arah rambat?

5. Jelaskan seluruh proses pengukuran kedalaman tersebut.

AB. AKTIVITAS 25 – DISKUSI KELOMPOK

1. Mengapa suara manusia berbeda dengan suara orang lain?

2. Mengapa kita dapat mengenali seseorang hanya dari suaranya?

3. Mengapa ruangan konser membutuhkan desain akustik tertentu?

4. Mengapa dinding studio rekaman biasanya menggunakan bahan tertentu untuk mengendalikan bunyi?

5. Bagaimana konsep resonansi dimanfaatkan pada alat musik?

AC. AKTIVITAS 26 – PEMECAHAN MASALAH

Sebuah sumber bunyi menghasilkan frekuensi 500 Hz. Cepat rambat bunyi di udara adalah 340 m/s.

v = λf     dan     T = 1/f

1. Tentukan panjang gelombangnya.

2. Tentukan periodenya.

3. Jelaskan hubungan antara ketiga besaran tersebut.

AD. AKTIVITAS 27 – PETA KONSEP

Buatlah peta konsep tentang BUNYI yang memuat:

Bunyi → sumber bunyi → gelombang mekanik → longitudinal → medium → frekuensi → periode → panjang gelombang → cepat rambat → karakteristik bunyi → infrasonik/audiosonik/ultrasonik → interferensi → layangan → efek Doppler → intensitas → gema/gaung → resonansi → SONAR.

Peta Konsep Mahasiswa

AE. PERTANYAAN INTEGRATIF

1. Mengapa bunyi disebut gelombang mekanik longitudinal?

2. Apa hubungan antara frekuensi dan tinggi rendah nada?

3. Apa hubungan amplitudo dengan kuat-lemah bunyi?

4. Jelaskan perbedaan infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik.

5. Jelaskan mekanisme efek Doppler.

6. Jelaskan perbedaan gema dan gaung.

7. Jelaskan prinsip resonansi.

8. Jelaskan prinsip kerja SONAR.

AF. REFLEKSI PEMBELAJARAN

AG. KESIMPULAN

Tuliskan kesimpulan mengenai Modul 9.2 – Bunyi dengan menggunakan bahasa Anda sendiri.

AH. PENILAIAN DIRI

Berilah tanda sesuai tingkat pemahaman Anda.

AI. TUGAS AKHIR

Tugas Proyek Mini

Pilih salah satu fenomena bunyi dalam kehidupan sehari-hari.

  • sirene ambulans;
  • gema di pegunungan;
  • gaung di gedung;
  • alat musik;
  • SONAR;
  • USG;
  • resonansi;
  • bunyi kendaraan;
  • suara manusia;
  • infrasonik;
  • ultrasonik.

Uraian harus mencakup nama fenomena, konsep fisika, mekanisme, penerapan, manfaat, serta kemungkinan masalah atau dampaknya.

AJ. RUBRIK PENILAIAN

Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Pemahaman konsep Sangat tepat dan mendalam Tepat Sebagian tepat Belum tepat
Perhitungan Rumus, proses, hasil benar Ada kesalahan kecil Beberapa kesalahan Tidak mampu
Analisis Sangat logis dan kritis Logis Kurang lengkap Belum mampu
Penerapan Mampu menghubungkan dengan kehidupan Cukup mampu Kurang mampu Belum mampu
Komunikasi Sangat jelas dan sistematis Jelas Kurang sistematis Sulit dipahami
Kelengkapan Semua aktivitas selesai Hampir semua Sebagian Sangat sedikit
Skor maksimum: 24

AK. GLOSARIUM

IstilahPengertian
BunyiGelombang mekanik yang dihasilkan oleh benda bergetar
Gelombang mekanikGelombang yang membutuhkan medium
LongitudinalGetaran sejajar arah rambat
FrekuensiBanyak getaran tiap sekon
PeriodeWaktu yang diperlukan untuk satu getaran
AmplitudoSimpangan maksimum
Panjang gelombangJarak antara dua titik berurutan yang sefase
InfrasonikBunyi dengan frekuensi kurang dari 20 Hz
AudiosonikBunyi sekitar 20 Hz–20 kHz
UltrasonikBunyi dengan frekuensi lebih dari 20 kHz
InterferensiPeristiwa superposisi beberapa gelombang
LayanganPerubahan periodik kuat-lemah bunyi akibat dua frekuensi berdekatan
Efek DopplerPerubahan frekuensi teramati akibat gerak relatif
IntensitasEnergi bunyi per satuan luas per satuan waktu
DesibelSatuan taraf intensitas bunyi
GemaBunyi pantul yang terdengar terpisah
GaungBunyi pantul yang bercampur dengan bunyi asli
ResonansiPenguatan getaran ketika frekuensi sumber sesuai dengan frekuensi alami
SONARSistem yang menggunakan pantulan gelombang bunyi untuk mendeteksi objek atau jarak

AL. RUMUS YANG WAJIB DIKUASAI

1. Frekuensi: f = n/t
2. Periode: T = t/n = 1/f
3. Frekuensi: f = 1/T
4. Cepat rambat: v = λf = λ/T
5. Layangan: fₗ = |f₁ − f₂|
6. Intensitas: I = energi / (luas × waktu)
7. Taraf intensitas: β = 10 log (I/I₀)
8. SONAR: s = vt/2

AM. KONSEP YANG WAJIB DIKUASAI

KonsepKunci
GelombangGangguan yang merambat membawa energi
Gelombang mekanikMembutuhkan medium
ElektromagnetikTidak membutuhkan medium
TransversalGetaran tegak lurus arah rambat
LongitudinalGetaran sejajar arah rambat
FrekuensiBanyak getaran tiap sekon
PeriodeWaktu satu getaran
Panjang gelombangJarak satu siklus/fase sama
AmplitudoSimpangan maksimum
BunyiGelombang mekanik
Bunyi di udaraLongitudinal
Infrasonik< 20 Hz
Audiosonik±20 Hz–20 kHz
Ultrasonik> 20 kHz
Interferensi konstruktifSaling menguatkan
Interferensi destruktifSaling melemahkan
Efek DopplerPerubahan frekuensi karena gerak relatif
GemaBunyi pantul terdengar terpisah
GaungBunyi pantul bercampur
ResonansiGetaran menguat pada frekuensi yang sesuai
SONARMemanfaatkan pantulan bunyi

AN. 15 HAL PALING PENTING UNTUK UAS

  1. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar.
  2. Bunyi adalah gelombang mekanik.
  3. Bunyi membutuhkan medium.
  4. Bunyi tidak dapat merambat di ruang hampa.
  5. Bunyi di udara merupakan gelombang longitudinal.
  6. Frekuensi menentukan tinggi rendah nada.
  7. Amplitudo dan intensitas berkaitan dengan kuat-lemah bunyi.
  8. Timbre membedakan bunyi dari sumber yang berbeda.
  9. Hubungan frekuensi dan periode adalah T = 1/f.
  10. Hubungan cepat rambat adalah v = λf.
  11. Infrasonik < 20 Hz, audiosonik sekitar 20 Hz–20 kHz, ultrasonik > 20 kHz.
  12. Interferensi dapat bersifat konstruktif atau destruktif.
  13. Efek Doppler: mendekat → frekuensi terdengar naik; menjauh → turun.
  14. Gema berbeda dengan gaung.
  15. SONAR memanfaatkan pantulan bunyi untuk menentukan jarak atau kedalaman.

AO. PERTANYAAN PENUTUP

1. Jika Anda harus menjelaskan bunyi kepada siswa SMP hanya dalam tiga kalimat, apa yang akan Anda katakan?

2. Menurut Anda, konsep bunyi apa yang paling penting untuk diajarkan kepada siswa?

3. Berikan satu contoh penerapan konsep bunyi yang menurut Anda paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

4. Apa hubungan antara Modul 9.1 Gelombang dan Modul 9.2 Bunyi?

AP. RANGKUMAN PRIBADI

Tuliskan rangkuman Modul 9.2 – Bunyi dengan bahasa Anda sendiri.

PENUTUP

Setelah menyelesaikan LKM ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menghafalkan rumus bunyi, tetapi juga mampu memahami bahwa berbagai fenomena bunyi dalam kehidupan sehari-hari dapat dijelaskan menggunakan konsep gelombang.

Benda bergetar → menghasilkan gangguan → gangguan merambat melalui medium → terbentuk gelombang bunyi.

Bunyi = gelombang mekanik + longitudinal.

Frekuensi → tinggi rendah nada.

Amplitudo/intensitas → kuat lemah bunyi.

Mendekat → frekuensi terdengar naik.

Menjauh → frekuensi terdengar turun.

Gema → terdengar ulang.

Gaung → bercampur.

Resonansi → amplitudo dapat menguat.

SONAR → memanfaatkan pantulan bunyi.

Rumus utama: v = λf dan s = vt/2.

Jawaban tersimpan secara otomatis di browser perangkat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar