Pernahkah kamu menghitung denyut jantung setelah berlari? Sebelum berlari, jantung mungkin berdetak dengan ritme yang terasa biasa. Namun, setelah berlari beberapa menit, detaknya menjadi lebih cepat.
Mengapa hal itu terjadi?
Apakah jantung sedang kelelahan? Apakah jantung bekerja terlalu keras? Atau justru detak jantung yang semakin cepat merupakan tanda bahwa tubuh sedang bekerja dengan baik?
Untuk mengetahuinya, kita perlu memahami hubungan antara jantung, darah, oksigen, dan otot.
Jantung Adalah Pompa bagi Tubuh
Jantung merupakan organ berotot yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Darah membawa berbagai zat yang dibutuhkan sel, terutama oksigen dan zat makanan, sekaligus membantu membawa kembali zat sisa hasil metabolisme.
Ketika kita sedang duduk atau beristirahat, kebutuhan energi tubuh relatif rendah. Otot tidak membutuhkan oksigen dalam jumlah besar sehingga jantung tidak perlu memompa darah dengan sangat cepat.
Namun, keadaan berubah ketika kita mulai berlari.
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berlari?
Saat berlari, otot-otot kaki, tangan, dan bagian tubuh lainnya bekerja lebih aktif. Untuk melakukan gerakan tersebut, sel-sel otot membutuhkan lebih banyak energi.
Energi untuk aktivitas otot terutama diperoleh melalui proses metabolisme yang membutuhkan bahan bakar dari makanan dan oksigen.
Akibatnya, tubuh harus meningkatkan pengiriman oksigen dan zat makanan menuju otot.
Di sinilah jantung memainkan peran penting.
Ketika kebutuhan tubuh meningkat, jantung meningkatkan jumlah darah yang dipompanya setiap menit. Salah satu cara tubuh melakukannya adalah dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung.
Mengapa Jantung Harus Berdetak Lebih Cepat?
Bayangkan jantung seperti pompa air.
Jika kita membutuhkan lebih banyak air dalam waktu singkat, pompa harus bekerja lebih banyak. Begitu pula jantung.
Saat berlari, otot membutuhkan lebih banyak oksigen. Jantung kemudian meningkatkan kerjanya agar darah dapat beredar lebih cepat dan memenuhi kebutuhan jaringan tubuh.
Akibatnya, denyut jantung meningkat.
Jadi, jantung berdetak lebih cepat saat berlari bukan karena jantung sedang bermasalah, melainkan karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan meningkatnya kebutuhan energi.
Hubungannya dengan Pernapasan
Pernahkah kamu memperhatikan bahwa setelah berlari, bukan hanya jantung yang berdetak lebih cepat, tetapi napas juga menjadi lebih cepat?
Keduanya saling berhubungan.
Ketika berlari, otot membutuhkan lebih banyak oksigen dan menghasilkan lebih banyak karbon dioksida sebagai salah satu hasil metabolisme.
Sistem pernapasan meningkatkan aktivitasnya untuk memasukkan lebih banyak oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.
Sementara itu, jantung mempercepat peredaran darah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru menuju otot dan membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru.
Dengan demikian, sistem pernapasan dan sistem peredaran darah bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan tubuh saat beraktivitas.
Mengapa Setelah Berhenti Berlari Jantung Tidak Langsung Kembali Normal?
Setelah selesai berlari, mungkin kamu masih merasakan jantung berdetak cepat selama beberapa saat.
Hal ini wajar. Tubuh tidak langsung berubah dari kondisi aktif menjadi kondisi istirahat.
Otot masih membutuhkan oksigen dan tubuh masih melakukan berbagai proses untuk kembali ke keadaan normal. Secara bertahap, kebutuhan energi menurun dan denyut jantung biasanya ikut melambat.
Proses tubuh dalam mempertahankan kondisi internal agar tetap relatif stabil disebut homeostasis.
Jadi, tubuh memiliki sistem pengaturan yang membantu mengembalikan berbagai fungsi tubuh menuju kondisi normal setelah aktivitas selesai.
Apakah Semakin Cepat Detak Jantung Berarti Semakin Sehat?
Tidak selalu.
Denyut jantung saat berolahraga dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti jenis aktivitas, intensitas olahraga, usia, tingkat kebugaran, suhu lingkungan, kondisi tubuh, dan keadaan emosional.
Orang yang melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat mengalami berbagai adaptasi tubuh terhadap olahraga. Karena itu, kita tidak seharusnya membandingkan denyut jantung kita dengan teman hanya untuk menentukan siapa yang lebih sehat.
Yang lebih penting adalah memahami bahwa tubuh memiliki kemampuan untuk menyesuaikan kerja jantung dengan kebutuhan aktivitas.
Coba Lakukan Pengamatan Sederhana
Kamu bisa melakukan pengamatan sederhana bersama guru atau dengan pengawasan orang dewasa.
Pertama, duduk dan beristirahat selama beberapa menit. Rasakan denyut nadi di pergelangan tangan atau leher dan hitung selama waktu yang ditentukan oleh guru.
Kemudian lakukan aktivitas fisik ringan yang aman, misalnya berjalan atau berlari kecil sesuai kondisi masing-masing. Setelah itu, ukur kembali denyut nadi.
Bandingkan hasil sebelum dan sesudah aktivitas.
Kemungkinan kamu akan menemukan bahwa setelah aktivitas fisik, denyut nadi menjadi lebih cepat.
Dari pengamatan sederhana tersebut, kamu sebenarnya sedang melakukan penyelidikan ilmiah.
Kamu mengamati perubahan, mengumpulkan data, membandingkan hasil, lalu mencoba menjelaskan penyebabnya berdasarkan konsep IPA.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Dari sebuah aktivitas sederhana seperti berlari, ternyata banyak sistem tubuh bekerja secara bersamaan.
Otot membutuhkan lebih banyak energi.
Paru-paru meningkatkan pertukaran gas.
Jantung meningkatkan pemompaan darah.
Pembuluh darah membantu mengantarkan darah menuju jaringan yang membutuhkan.
Semua sistem tersebut bekerja secara terkoordinasi agar tubuh dapat terus bergerak.
Inilah salah satu kehebatan tubuh manusia. Kita tidak perlu secara sadar memerintahkan jantung untuk berdetak lebih cepat ketika berlari. Tubuh memiliki sistem pengaturan yang secara otomatis menyesuaikan berbagai fungsi dengan kebutuhan.
Jadi, Mengapa Jantung Berdetak Lebih Cepat Saat Berlari?
Jawabannya sederhana:
Karena saat berlari, otot membutuhkan lebih banyak energi dan oksigen. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tubuh meningkatkan aliran darah, salah satunya dengan membuat jantung berdetak lebih cepat.
Jadi, ketika kamu merasakan jantung berdebar setelah berlari, sebenarnya kamu sedang melihat salah satu contoh nyata bagaimana tubuh melakukan penyesuaian terhadap aktivitas.
IPA ternyata tidak hanya ada di laboratorium atau di dalam buku pelajaran.
Setiap langkah ketika kita berlari adalah pelajaran IPA tentang bagaimana tubuh bekerja untuk mempertahankan kehidupan.
Ayo Berpikir!
Mengapa denyut jantung meningkat ketika kita berlari?
Apa hubungan antara jantung dan paru-paru saat berolahraga?
Mengapa napas menjadi lebih cepat setelah berlari?
Mengapa denyut jantung tidak langsung kembali seperti semula setelah kita berhenti berlari?
Menurutmu, apa yang akan terjadi jika jantung tidak mampu meningkatkan pemompaan darah ketika tubuh melakukan aktivitas berat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar