Senin, 11 Agustus 2025

IPA Kelas 9 Bab 2. A. Sistem Koordinasi Manusia


 1. Pengertian Sistem Koordinasi

  • Sistem koordinasi mengatur dan mengendalikan kerja seluruh bagian tubuh agar dapat bekerja selaras.
  • Melibatkan sistem saraf, sistem hormon (endokrin), dan alat indera.
  • Fungsi utama:
    • Menerima rangsang dari luar/dalam tubuh.
    • Mengolah informasi.
    • Memberikan respons yang sesuai.

 

2. Sistem Saraf Manusia

  • Unit terkecil: sel saraf (neuron), terdiri atas:
    • Dendrit: menerima impuls.
    • Badan sel: pusat pengendali.
    • Akson: mengirim impuls.
    • Selubung mielin: mempercepat impuls, melindungi akson.
    • Nodus Ranvier: tempat masuk ion.
    • Sinapsis: penghubung antar neuron.

Jenis Neuron:

  1. Sensoris: dari reseptor → pusat saraf.
  2. Motoris: dari pusat saraf → efektor (otot/kelenjar).
  3. Penghubung (interneuron): menghubungkan neuron satu dengan lainnya.

 

3. Sistem Saraf Pusat

  • Otak:
    • Otak besar (cerebrum): pusat kesadaran, berpikir, memori, gerak sadar.
    • Otak kecil (cerebellum): keseimbangan, koordinasi gerakan.
    • Medula oblongata: mengatur fungsi otomatis (denyut jantung, pernapasan).
    • Kelenjar pituitari: menghasilkan hormon.
    • Kelenjar pineal: mengatur ritme biologis.
  • Medula spinalis (sumsum tulang belakang): mengatur gerak refleks.

 

4. Alat Indera

a. Mata (Penglihatan)

  • Lapisan: Sklera (pelindung), Koroid (pembuluh darah), Retina (reseptor cahaya).
  • Sel batang: penglihatan cahaya redup, tidak berwarna.
  • Sel kerucut: penglihatan berwarna, cahaya terang.
  • Pupil dan iris: mengatur intensitas cahaya.
  • Lensa: memfokuskan cahaya ke retina.

b. Telinga (Pendengaran & Keseimbangan)

  • Telinga luar: daun telinga, saluran telinga, membran timpani.
  • Telinga tengah: tulang pendengaran (martil, landasan, sanggurdi), saluran eustachius.
  • Telinga dalam: koklea (pendengaran), saluran semisirkuler (keseimbangan).

c. Hidung (Penciuman)

  • Reseptor bau di rongga hidung mendeteksi partikel kimia di udara.

d. Lidah (Pengecap)

  • Reseptor rasa (manis, asam, asin, pahit, umami) di permukaan lidah.

e. Kulit (Peraba)

  • Reseptor sentuhan, tekanan, suhu, dan nyeri.

 

5. Hubungan Sistem Saraf dan Indera

  • Alat indera menerima rangsang → reseptor mengubahnya menjadi impuls → impuls dikirim ke otak melalui neuron sensoris → diolah → respons dikirim melalui neuron motoris → efektor melakukan respon.


LITERASI SAINS:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar