Senin, 11 Agustus 2025

IPA Kelas 9 Bab 2. C. Homeostatis

 

1. Pengertian Homeostasis

  • Homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi lingkungan internal tetap stabil meskipun lingkungan eksternal berubah.

  • Penting untuk menjaga fungsi organ tubuh bekerja optimal.


2. Mekanisme Homeostasis

  • Reseptor: mendeteksi perubahan (stimulus).

  • Pusat pengatur: otak atau sumsum tulang belakang yang memproses informasi.

  • Efektor: organ yang memberikan respon untuk mengembalikan kondisi normal.

  • Mekanisme ini biasanya bekerja melalui umpan balik negatif (negative feedback).


3. Contoh Homeostasis pada Manusia

  1. Pengaturan Suhu Tubuh

    • Normal sekitar 36–37°C.

    • Saat suhu tubuh naik:

      • Kelenjar keringat aktif → pendinginan melalui penguapan.

      • Pembuluh darah kulit melebar (vasodilatasi) → pelepasan panas.

    • Saat suhu tubuh turun:

      • Otot berkontraksi (menggigil) → menghasilkan panas.

      • Pembuluh darah kulit menyempit (vasokonstriksi) → mengurangi kehilangan panas.

  2. Pengaturan Kadar Air (Osmoregulasi)

    • Diatur oleh ginjal dengan bantuan hormon ADH (Antidiuretic Hormone).

    • Kekurangan air → ADH meningkat → ginjal menyerap lebih banyak air → urin pekat.

    • Kelebihan air → ADH menurun → ginjal membuang lebih banyak air → urin encer.

  3. Pengaturan Kadar Gula Darah

    • Normal sekitar 70–110 mg/dL.

    • Saat gula darah naik:

      • Insulin dari pankreas → sel menyerap glukosa → glukosa disimpan sebagai glikogen di hati/otot.

    • Saat gula darah turun:

      • Glukagon dari pankreas → hati memecah glikogen menjadi glukosa.


4. Pentingnya Homeostasis

  • Menjaga stabilitas internal untuk kelangsungan hidup.

  • Gangguan homeostasis dapat menyebabkan penyakit (contoh: diabetes karena kegagalan regulasi gula darah).


LITERASI SAINS:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar