1. Pengertian Homeostasis
-
Homeostasis adalah kemampuan tubuh untuk mempertahankan kondisi lingkungan internal tetap stabil meskipun lingkungan eksternal berubah.
-
Penting untuk menjaga fungsi organ tubuh bekerja optimal.
2. Mekanisme Homeostasis
-
Reseptor: mendeteksi perubahan (stimulus).
-
Pusat pengatur: otak atau sumsum tulang belakang yang memproses informasi.
-
Efektor: organ yang memberikan respon untuk mengembalikan kondisi normal.
-
Mekanisme ini biasanya bekerja melalui umpan balik negatif (negative feedback).
3. Contoh Homeostasis pada Manusia
-
Pengaturan Suhu Tubuh
-
Normal sekitar 36–37°C.
-
Saat suhu tubuh naik:
-
Kelenjar keringat aktif → pendinginan melalui penguapan.
-
Pembuluh darah kulit melebar (vasodilatasi) → pelepasan panas.
-
-
Saat suhu tubuh turun:
-
Otot berkontraksi (menggigil) → menghasilkan panas.
-
Pembuluh darah kulit menyempit (vasokonstriksi) → mengurangi kehilangan panas.
-
-
-
Pengaturan Kadar Air (Osmoregulasi)
-
Diatur oleh ginjal dengan bantuan hormon ADH (Antidiuretic Hormone).
-
Kekurangan air → ADH meningkat → ginjal menyerap lebih banyak air → urin pekat.
-
Kelebihan air → ADH menurun → ginjal membuang lebih banyak air → urin encer.
-
-
Pengaturan Kadar Gula Darah
-
Normal sekitar 70–110 mg/dL.
-
Saat gula darah naik:
-
Insulin dari pankreas → sel menyerap glukosa → glukosa disimpan sebagai glikogen di hati/otot.
-
-
Saat gula darah turun:
-
Glukagon dari pankreas → hati memecah glikogen menjadi glukosa.
-
-
4. Pentingnya Homeostasis
-
Menjaga stabilitas internal untuk kelangsungan hidup.
-
Gangguan homeostasis dapat menyebabkan penyakit (contoh: diabetes karena kegagalan regulasi gula darah).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar