Selasa, 23 Juni 2026

Keutamaan Puasa Asyura (9 Muharram) dan Tasu'a (10 Muharram): Menghapus Dosa-dosa Setahun yang Lalu

 


Keutamaan Puasa Asyura (10 Muharram)

1. Menghapus dosa setahun yang lalu

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu."

(HR. Muslim)

Keutamaan ini menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah kepada hamba-Nya yang melaksanakan puasa Asyura dengan ikhlas.

2. Meneladani para nabi

Hari Asyura adalah hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa a.s. dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut.

Mereka berkata:

"Ini adalah hari yang agung, hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya."

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

"Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian."

Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.

(HR. Bukhari dan Muslim)

3. Termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan

Sebelum diwajibkannya puasa Ramadan, puasa Asyura pernah diwajibkan. Setelah puasa Ramadan diwajibkan, statusnya menjadi sunnah, namun tetap memiliki kedudukan yang istimewa.


Keutamaan Puasa Tasu'a (9 Muharram)

1. Menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi

Rasulullah ﷺ berkeinginan untuk tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram, tetapi juga menambahkan tanggal 9 Muharram.

Beliau bersabda:

"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan."

(HR. Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa puasa tanggal 9 Muharram dilakukan untuk membedakan ibadah kaum Muslimin dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

2. Menyempurnakan puasa Asyura

Puasa Tasu'a menjadi pelengkap puasa Asyura sehingga pahala dan kesempurnaan ibadah menjadi lebih besar.


Tingkatan Pelaksanaan Puasa Muharram

Menurut para ulama, pelaksanaan puasa Asyura memiliki beberapa tingkatan:

  1. Paling utama: Puasa tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
  2. Tingkat berikutnya: Puasa tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu'a dan Asyura).
  3. Minimal: Puasa tanggal 10 Muharram saja.

Niat Puasa Tasu'a dan Asyura

Niat Puasa Tasu'a (9 Muharram)

Nawaitu shauma Tâsû'â sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya:
"Saya niat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

Nawaitu shauma 'Âsyûrâ sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya:
"Saya niat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala."


Kesimpulan

Puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) sangat dianjurkan karena:

✅ Menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang lalu (Asyura).
✅ Meneladani Nabi Musa a.s. dan Rasulullah ﷺ.
✅ Menjadi bentuk syukur atas pertolongan Allah kepada hamba-Nya.
✅ Menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi.
✅ Termasuk amalan sunnah yang pahalanya besar pada bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan Allah.

Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan puasa Tasu'a dan Asyura serta menerima amal ibadah kita. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar