Senin, 14 September 2026

Modul 5.2. Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah variasi kehidupan yang terdapat di bumi.

Keanekaragaman dapat dilihat pada beberapa tingkatan.

Tiga tingkat utama:

Gen → Jenis → Ekosistem


1. Keanekaragaman tingkat gen

Terjadi karena adanya variasi genetik dalam satu jenis organisme.

Contoh:

Berbagai varietas:

  • mangga;
  • padi;
  • jagung;
  • pisang.

Masih merupakan kelompok organisme yang sama/berkerabat dekat, tetapi mempunyai variasi sifat.

Contoh sederhana

Berbagai varietas mangga dapat berbeda dalam:

  • ukuran buah;
  • rasa;
  • warna;
  • bentuk.

2. Keanekaragaman tingkat jenis

Terjadi karena adanya perbedaan antarspesies.

Contoh:

Dalam suatu lingkungan terdapat:

  • kelapa;
  • mangga;
  • pisang;
  • jambu.

Itu merupakan keanekaragaman jenis tumbuhan.


3. Keanekaragaman tingkat ekosistem

Terjadi karena terdapat berbagai macam ekosistem.

Contoh:

  • hutan hujan;
  • sawah;
  • sungai;
  • danau;
  • laut;
  • mangrove;
  • terumbu karang.

Setiap ekosistem mempunyai:

  • kondisi abiotik;
  • komunitas organisme;
  • interaksi ekologis

yang berbeda.


⭐ CARA MUDAH MENGINGAT

GEN

↓

Variasi dalam satu jenis

 

JENIS

↓

Perbedaan antarspesies

 

EKOSISTEM

↓

Perbedaan lingkungan dan komunitas


🌏 MANFAAT KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati memberikan banyak manfaat.

1. Sumber pangan

Contoh:

  • padi;
  • jagung;
  • ikan;
  • buah;
  • sayuran.

2. Sumber obat

Berbagai tumbuhan dan organisme dapat mengandung senyawa yang bermanfaat dalam pengobatan.

3. Sumber bahan sandang

Misalnya bahan yang berasal dari:

  • kapas;
  • wol;
  • sutra.

4. Sumber bahan bangunan

Misalnya:

  • kayu;
  • bambu.

5. Sumber ekonomi

Keanekaragaman hayati mendukung:

  • pertanian;
  • perikanan;
  • peternakan;
  • kehutanan;
  • pariwisata.

6. Menjaga keseimbangan ekosistem

Keanekaragaman organisme membantu menjaga kestabilan hubungan ekologis.


πŸ›‘️ PELESTARIAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

Ada dua pendekatan utama.

A. Konservasi in situ

Pelestarian dilakukan di habitat asli.

Contoh:

  • taman nasional;
  • cagar alam;
  • suaka margasatwa.

Hafalan:

IN SITU = di tempat aslinya


B. Konservasi ex situ

Pelestarian dilakukan di luar habitat asli.

Contoh:

  • kebun botani;
  • kebun binatang;
  • bank benih;
  • penangkaran.

Hafalan:

EX SITU = di luar tempat asli

 


🌿 Kuis IPA Modul 5.2

Keanekaragaman Hayati
Petunjuk:
Kuis terdiri dari 40 soal pilihan ganda. Pilih jawaban yang paling tepat. Setelah menjawab, pembahasan akan langsung ditampilkan.
Soal 1 dari 40 Skor: 0

πŸŽ‰ Kuis Selesai!

0

Tidak ada komentar:

Posting Komentar