Senin, 14 September 2026

Modul 11.1. Kelistrikan

 1. Muatan Listrik

Semua benda tersusun atas atom.

Atom terdiri atas:

  • proton → bermuatan positif (+)
  • elektron → bermuatan negatif (−)
  • neutron → tidak bermuatan

Dalam keadaan normal, jumlah proton dan elektron pada atom seimbang sehingga benda bersifat netral.

Jika benda:

  • kehilangan elektron → menjadi bermuatan positif
  • mendapatkan elektron → menjadi bermuatan negatif

Prinsip penting

Muatan listrik dapat berpindah, tetapi muatan tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.


2. Sifat Muatan Listrik

Ada dua jenis muatan:

Muatan positif

Dilambangkan:



Muatan negatif

Dilambangkan:



Aturan interaksi:

Muatan sejenis → tolak-menolak

Muatan berbeda jenis → tarik-menarik

(+) ↔ (-)    tarik-menarik

 

(+) ←→ (+)   tolak-menolak

 

(-) ←→ (-)   tolak-menolak

Ini merupakan konsep dasar yang sangat sering digunakan dalam soal.


3. Listrik Statis

Listrik statis adalah kumpulan muatan listrik yang berada dalam keadaan relatif diam pada suatu benda.

Contoh:

  • rambut tertarik sisir;
  • balon dapat menempel di dinding;
  • tersengat listrik kecil setelah berjalan di karpet;
  • petir.

4. Cara Membuat Benda Bermuatan

Benda dapat diberi muatan dengan beberapa cara.

A. Gesekan

Dua benda berbeda digosokkan sehingga elektron berpindah.

Contoh:

sisir plastik digosok dengan rambut.

Akibatnya sisir dapat menarik potongan kertas kecil.


B. Konduksi

Benda bermuatan disentuhkan pada benda lain sehingga sebagian muatan berpindah.


C. Induksi

Benda dapat dibuat bermuatan tanpa bersentuhan langsung dengan benda bermuatan.

Ini terjadi karena muatan dalam benda mengalami pemisahan.


5. Hukum Coulomb

Gaya listrik antara dua muatan dirumuskan:



Keterangan:

  • = gaya listrik (N)
  • = muatan listrik (C)
  • = jarak kedua muatan (m)
  • = konstanta Coulomb



Hal penting

Jika jarak diperbesar:

➡️ gaya listrik mengecil.

Jika muatan diperbesar:

➡️ gaya listrik membesar.

Karena terdapat pada penyebut, perubahan jarak sangat berpengaruh.


6. Medan Listrik

Medan listrik adalah daerah di sekitar muatan yang masih mengalami pengaruh gaya listrik.

Kuat medan listrik:



Untuk muatan titik:



Satuan medan listrik:



Arah medan listrik

Secara konvensi, arah medan listrik adalah arah gaya yang dialami muatan positif.


7. Potensial Listrik

Potensial listrik berkaitan dengan energi potensial listrik per satuan muatan.

Secara sederhana:

Potensial listrik menunjukkan energi listrik yang tersedia untuk setiap satuan muatan.

Satuannya:



Konsep potensial listrik sangat penting untuk memahami tegangan listrik.


8. Tegangan Listrik

Tegangan atau beda potensial menyebabkan muatan listrik dapat bergerak dalam suatu rangkaian.

Sumber tegangan misalnya:

  • baterai;
  • aki;
  • generator;
  • sel surya.

Analogi sederhananya:

Tegangan seperti dorongan yang menyebabkan arus listrik dapat mengalir.


9. Arus Listrik

Arus listrik adalah aliran muatan listrik melalui suatu penghantar.

Rumus:



Keterangan:

  • = kuat arus (A)
  • = muatan (C)
  • = waktu (s)

Jadi:


10. Arah Arus Listrik

Ini sering membingungkan.

Arah arus konvensional

Secara konvensi:

dari potensial tinggi (+) menuju potensial rendah (−).

Arah gerak elektron

Elektron sebenarnya bergerak:

dari kutub negatif menuju kutub positif.

Jadi:

Arus konvensional:

+ ─────────────→ -

 

Elektron:

- ─────────────→ +

⚠️ Wajib dibedakan dalam soal.


11. Hambatan Listrik

Hambatan listrik adalah ukuran seberapa besar suatu bahan menghambat aliran arus listrik.

Simbol:



Satuan:



Hambatan kawat dipengaruhi oleh:

  • panjang kawat;
  • luas penampang;
  • jenis bahan;
  • temperatur.

Secara umum:

semakin panjang kawat → hambatan semakin besar.

semakin besar luas penampang → hambatan semakin kecil.


12. Hukum Ohm

Ini salah satu rumus terpenting Modul 11.



atau:



atau:



Keterangan:

  • = tegangan (V)
  • = arus (A)
  • = hambatan (Ξ©)

Contoh

Jika sebuah resistor diberi tegangan 12 V:



Jadi arusnya:

3 A


13. Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, komponen disusun dalam satu jalur.

Contoh sederhana:

      R1        R2

 ────/\/\/────/\/\/────

 │                    │

 └────── Baterai ─────┘

Ciri-ciri

Arus sama pada setiap komponen:



Hambatan total:



Tegangan terbagi pada komponen.

Jika satu komponen putus?

➡️ seluruh rangkaian dapat terputus.


14. Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, arus mempunyai beberapa cabang.

          ┌── R1 ──┐

 ─────────┤        ├────────

          └── R2 ──┘

Ciri utama

Tegangan sama pada tiap cabang:



Arus terbagi:



Hambatan total:



Untuk dua resistor:



Keuntungan rangkaian paralel

Jika satu lampu mati, lampu lain masih dapat menyala.

Karena itu instalasi listrik rumah pada prinsipnya menggunakan rangkaian paralel.


15. Seri vs Paralel

Seri

Paralel

Satu jalur

Banyak cabang

Arus sama

Tegangan sama

Tegangan terbagi

Arus terbagi

Satu putus → semua dapat mati

Satu cabang putus → cabang lain tetap bekerja

Ini sangat penting untuk UAS.


⚡ 16. Daya Listrik

Daya listrik menunjukkan laju penggunaan energi listrik.



Dengan Hukum Ohm:



atau:



Satuan:



Contoh:

Lampu 220 V dialiri arus 0,5 A.




Jadi daya lampu:

110 W


17. Energi Listrik

Energi listrik:



Karena:



maka:



Satuan SI:

Joule (J)

Dalam kehidupan sehari-hari penggunaan listrik sering dinyatakan dalam:

kWh (kilowatt-hour).


18. Konduktor dan Isolator

Konduktor

Bahan yang mudah menghantarkan listrik.

Contoh:

  • tembaga;
  • aluminium;
  • besi;
  • perak.

Isolator

Bahan yang sulit menghantarkan listrik.

Contoh:

  • karet;
  • plastik;
  • kaca;
  • kayu kering.

Contoh penerapan:

kabel listrik menggunakan logam sebagai penghantar dan plastik/karet sebagai pelindung.

 

⚡ Kuis IPA Modul 11.1

Kelistrikan — 40 Soal

πŸ“š Petunjuk:
  • Jumlah soal: 40 soal
  • Pilih satu jawaban yang paling tepat.
  • Setelah menjawab, pembahasan akan muncul.
  • Perhatikan konsep muatan, arus, tegangan, hambatan, dan rangkaian listrik.
  • Beberapa soal membutuhkan perhitungan sederhana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar