Senin, 11 Agustus 2025

IPA Kelas 9 Bab 6. B. Persilangan Monohibrid dan Dihibrid

 1. Hukum Mendel

  • Gregor Johann Mendel adalah pelopor genetika melalui eksperimen persilangan tanaman kacang ercis.

  • Dua hukum penting:

    1. Hukum I (Segregasi): Setiap individu memiliki sepasang faktor (alel) untuk setiap sifat, dan kedua alel itu memisah saat pembentukan gamet.

    2. Hukum II (Asortasi Bebas): Pasangan alel dari sifat yang berbeda diwariskan secara bebas, tidak saling memengaruhi.


2. Persilangan Monohibrid

  • Persilangan antara dua individu yang berbeda satu sifat.

  • Genotipe: susunan gen (contoh: AA, Aa, aa).

  • Fenotipe: sifat yang tampak (contoh: tinggi, pendek).

  • Alel dominan: selalu muncul jika ada (huruf besar, misal A).

  • Alel resesif: hanya muncul jika bersama alel resesif lain (huruf kecil, misal a).

  • Contoh:

    • P = TT (tinggi) × tt (pendek)

    • F₁ = 100% Tt (tinggi)

    • Persilangan F₁: Tt × Tt → perbandingan fenotipe 3 tinggi : 1 pendek.


3. Persilangan Dihibrid

  • Persilangan antara dua individu yang berbeda dua sifat.

  • Contoh:

    • P = AABB × aabb
      (A = biji bulat, a = biji kisut; B = warna kuning, b = warna hijau)

    • F₁ = 100% AaBb (bulat kuning).

    • Persilangan F₁: AaBb × AaBb menghasilkan perbandingan fenotipe 9 : 3 : 3 : 1:

      • 9 bulat kuning

      • 3 bulat hijau

      • 3 kisut kuning

      • 1 kisut hijau


4. Penyusunan Persilangan

  • Diagram Punnett digunakan untuk memprediksi genotipe dan fenotipe keturunan.

  • Langkah:

    1. Tentukan genotipe induk.

    2. Tentukan gamet (kombinasi alel).

    3. Susun tabel persilangan.

    4. Hitung rasio genotipe dan fenotipe.


5. Penerapan Hukum Mendel

  • Pemuliaan tanaman dan hewan.

  • Menentukan peluang sifat keturunan.

  • Dasar genetika dalam kesehatan (misalnya penyakit keturunan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar