MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN: IPA
Materi: Ketersediaan Pangan
A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Fase / Semester : IX / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Siswa
telah mengetahui kebutuhan makhluk hidup terutama kebutuhan nutrisi.
- Memahami
konsep dasar ekosistem, rantai makanan, dan aliran energi.
- Pernah
mempelajari ketahanan pangan pada IPS atau PKWU.
- Minat
- Siswa
tertarik membahas isu lingkungan, pertanian lokal, harga pangan, serta
praktik hidup hemat.
- Latar
Belakang
- Sebagian
siswa tinggal di daerah agraris sehingga memiliki kedekatan dengan isu
pangan.
- Peningkatan
harga bahan makanan dan isu krisis pangan mulai dirasakan masyarakat di
sekitar siswa.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Ketahanan
pangan, rantai pasok pangan, faktor yang memengaruhi ketersediaan pangan,
hubungan ekosistem dan produksi pangan.
b. Prosedural: - Analisis
data (grafik/diagram) ketahanan pangan.
- Simulasi
rantai pasok pangan.
- Penyusunan
kampanye hemat pangan.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Harga
beras naik, pasokan sayur berubah, produksi pangan lokal, dan kebiasaan
konsumsi rumah tangga.
- Siswa
dapat berkontribusi dalam mengurangi pemborosan makanan dan meningkatkan
ketahanan pangan di rumah/sekolah.
- Tingkat
Kesulitan
- Sedang;
membutuhkan analisis data dan kemampuan berpikir sistem (hubungan
sebab-akibat).
- Struktur
Materi
- Ketahanan
pangan → Faktor penyebab → Data nasional/daerah → Sistem rantai pasok →
Simulasi → Kampanye hemat pangan.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Kewargaan
- Keimanan
dan Ketakwaan kepada Tuhan YME
- Komunikasi
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi ketersediaan pangan dan menyajikan solusi melalui kampanye hemat
pangan berdasarkan hasil pemikiran sistem (systems thinking).
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- IPA:
ekosistem, aliran energi, produksi pangan.
- IPS:
rantai pasok, ketahanan pangan masyarakat.
- Matematika:
analisis data dan grafik.
- PKWU:
pengolahan pangan dan kampanye.
- PAI:
perilaku tidak boros sebagai nilai keagamaan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
- Menganalisis
data ketahanan pangan nasional/daerah.
- Menjelaskan
hubungan faktor produksi pangan dalam sistem ekologi dan ekonomi.
- Melakukan
simulasi rantai pasok pangan secara sederhana.
- Membuat
laporan hasil analisis dan kampanye hemat pangan yang persuasif.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Bagaimana sistem pangan bekerja, dan apa yang dapat kita
lakukan untuk mencegah krisis pangan?”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran : Systems Thinking
● Pendekatan:
○ Mindful Learning: menyadari kebiasaan makan dan potensi pemborosan
makanan.
○ Meaningful Learning: mengaitkan ketersediaan pangan dengan nilai agama
dan kondisi masyarakat.
○ Joyful Learning: simulasi rantai pasok dan pembuatan kampanye kreatif.
● Metode Pembelajaran : Studi kasus, simulasi, analisis data, presentasi,
project.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: kantin sekolah, kebun sekolah, UKS.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: petani lokal, pedagang pasar, orang tua.
● Mitra Digital: Badan Pangan Nasional, BPS, video edukasi pangan.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: kelas, area terbuka, ruang presentasi.
● Ruang Virtual: Google Classroom, Canva, YouTube.
● Budaya Belajar: kolaboratif, empatik, sadar pangan.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Analisis
grafik data pangan BPS
- Mendesain
kampanye digital (poster/infografis)
- Menggunakan
video pembelajaran tentang rantai pasok
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa
Guru mengajak berdoa sebagai wujud syukur atas nikmat pangan.
● Mindful Activity
Siswa menutup mata 1 menit: mengingat makanan yang dibuang kemarin dan alasan
terjadinya.
● Apersepsi
Guru menunjukkan grafik kenaikan harga pangan dan video pendek tentang antrian
bantuan pangan.
● Motivasi
“Bagaimana jika suatu hari makanan sulit didapat? Apa yang bisa kita lakukan
mulai sekarang?”
● Penyampaian Tujuan
Guru menyampaikan bahwa siswa akan menganalisis sistem pangan dan membuat
kampanye hemat pangan.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
►
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning)
- Guru
menjelaskan konsep ketahanan pangan dan faktor penyebabnya.
- Kelompok
menganalisis grafik ketahanan pangan (produksi, konsumsi, kerawanan).
- Diskusi
hubungan antar faktor: cuaca, ekonomi, transportasi, ekosistem.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)
- Siswa
membuat diagram causal loop sederhana: “Apa yang menyebabkan pangan
berkurang?”
- Sketsa
rantai pasok pangan: petani → distributor → pasar → konsumen.
● Diskusi
Kelompok merumuskan “bagian paling rentan” dalam sistem pangan versi mereka.
►
Mengaplikasi — Systems Thinking
● Pembelajaran Berdiferensiasi
Produk:
Siswa memilih produk berbasis project:
- Poster
kampanye hemat pangan (digital/cetak)
- Video
pendek kampanye “Stop Food Waste”
- Infografis
rantai pasok pangan
- Laporan
analisis data ketahanan pangan
Proses:
- Simulasi
rantai pasok:
Siswa mempertahankan pasokan pangan melalui peran (petani–pabrik–transportasi–pedagang–konsumen). - Menentukan
intervensi: apa yang bisa diperbaiki untuk menjaga ketersediaan pangan?
- Menyusun
kampanye berdasarkan hasil analisis.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi
Siswa menuliskan satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi pemborosan
makanan.
● Rangkuman
Ketersediaan pangan adalah sebuah sistem: jika satu bagian terganggu, seluruh
alur terpengaruh.
● Tindak Lanjut
Melanjutkan finalisasi kampanye dan memublikasikannya di mading/sekolah.
● Penutup
Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik
- Pertanyaan
tentang kebiasaan makan dan pemahaman awal rantai makanan.
• Asesmen Formatif
- Analisis
grafik ketahanan pangan
- Diagram
causal loop
• Asesmen Sumatif
- Kampanye
hemat pangan dan laporan analisis sistem pangan.
• Produk (Proyek)
- Poster/video/infografis/laporan
sebagai output kampanye.
• Praktik (Kinerja)
- Peran
dalam simulasi rantai pasok, kemampuan analisis hubungan sebab-akibat.
• Tes Tertulis
- Soal
konsep: ketahanan pangan, faktor penyebab, rantai pasok, dan pemikiran
sistem.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar