MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN: IPA
Materi: Krisis Energi
A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Fase / Semester : IX / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Peserta
didik telah mengenal sumber energi terbarukan dan tak terbarukan.
- Memahami
perubahan bentuk energi dari kelas sebelumnya.
- Minat
- Siswa
tertarik dengan eksperimen sederhana, teknologi, isu lingkungan, serta
inovasi energi alternatif.
- Latar
Belakang
- Siswa
tinggal di daerah yang mulai mengalami kenaikan konsumsi listrik dan
ketergantungan energi fosil.
- Krisis
energi relevan dengan penggunaan listrik di rumah, sekolah, dan desa.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Pengertian
krisis energi, jenis sumber energi, konsumsi energi, dan solusi energi
alternatif.
b. Prosedural: - Langkah-langkah
Design Thinking (Empathize–Define–Ideate–Prototype–Test).
- Prosedur
membuat prototipe energi alternatif sederhana.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Kenaikan
biaya listrik, pemadaman, dan kebutuhan energi rumah tangga.
- Aksi
nyata untuk menghemat energi dan memproduksi alat sederhana ramah
lingkungan.
- Tingkat
Kesulitan
- Sedang,
membutuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
- Struktur
Materi
- Krisis
energi → Penyebab → Dampak → Studi kasus → Design Thinking → Prototipe
energi alternatif.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Kreativitas
- Penalaran
Kritis
- Kemandirian
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu menjelaskan penyebab krisis energi,
menganalisis studi kasus, serta merancang dan membuat prototipe energi
alternatif sederhana sebagai solusi kreatif.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Fisika:
energi, sumber energi, konversi energi
- TIK:
pencarian data dan desain digital
- IPS/Ekonomi:
konsumsi energi dan dampak sosial
- Prakarya:
pembuatan model/prototipe
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
- Mengidentifikasi
permasalahan krisis energi melalui analisis kasus.
- Menjelaskan
jenis energi terbarukan dan tak terbarukan.
- Mengembangkan
ide solusi energi alternatif.
- Membuat
prototipe energi alternatif sederhana melalui pendekatan Design Thinking.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Bagaimana mengatasi krisis energi di sekitar kita dengan
solusi kreatif dan teknologi sederhana?”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran : Design Thinking
● Pendekatan :
○ Mindful Learning: menyadari penggunaan energi dalam kehidupan
sehari-hari.
○ Meaningful Learning: mengkaitkan masalah krisis energi dengan kondisi
nyata siswa.
○ Joyful Learning: membuat prototipe sederhana secara kreatif.
● Metode Pembelajaran : Studi kasus, brainstorming, eksperimen, kerja kelompok.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: laboratorium IPA, ruang prakarya, area
terbuka.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: lingkungan rumah, bengkel kecil, tokoh
masyarakat yang peduli energi.
● Mitra Digital: YouTube Science/Engineering, situs PLN tentang energi,
platform edukasi energi terbarukan.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: ruang kelas, laboratorium, area prakarya.
● Ruang Virtual: LMS sekolah, Google Classroom.
● Budaya Belajar: kolaboratif, kreatif, solutif.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Pencarian
studi kasus energi
- Presentasi
digital prototipe
- Video
tutorial pembuatan prototipe sederhana
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa
Pembukaan dengan salam dan doa bersama.
● Mindful Activity
Siswa diminta memikirkan: “Perangkat apa saja di rumah yang paling sering
memakai energi?”
● Apersepsi
Guru menampilkan gambar/infografis pemadaman listrik, antrean BBM, dan konsumsi
energi nasional.
● Motivasi
Guru menjelaskan bahwa mereka akan menjadi “young engineer” yang membuat solusi
energi.
● Penyampaian Tujuan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur Design Thinking.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
►
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning)
- Guru
memaparkan konsep krisis energi dan jenis sumber energi.
- Siswa
menganalisis satu studi kasus: pemadaman listrik, kelangkaan BBM, atau
kenaikan harga listrik.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)
- Siswa
membuat sketch note tentang penyebab–dampak krisis energi.
● Diskusi
- Kelompok
mendefinisikan masalah energi yang paling dekat dengan kehidupan mereka.
►
Mengaplikasi — Design Thinking
● Pembelajaran Berdiferensiasi
Produk (Prototipe Energi Alternatif):
Kelompok memilih membuat:
- kincir
angin mini,
- panel
surya sederhana (kertas karbon/solar cell kecil),
- kompor
biogas mini model,
- lampu
hemat energi dari rangkaian sederhana,
- model
generator sederhana (magnet + kumparan), dsb.
Proses:
- Empathize:
siswa mengidentifikasi masalah energi sekitar.
- Define:
merumuskan kebutuhan energi masyarakat/sekolah.
- Ideate:
brainstorming solusi kreatif.
- Prototype:
membuat prototipe sederhana.
- Test:
mencoba dan memperbaiki jika perlu.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi
Siswa menuliskan: “Satu pelajaran penting dan satu inovasi yang ingin saya
kembangkan.”
● Rangkuman
Guru menegaskan konsep inti: krisis energi → penyebab → solusi alternatif →
pentingnya inovasi.
● Tindak Lanjut
Prototipe diperbaiki dan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.
● Penutup
Doa bersama dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik
- Pertanyaan
singkat tentang sumber energi dan penggunaannya.
• Asesmen Formatif
- Catatan
visual
- Analisis
studi kasus
• Asesmen Sumatif
- Presentasi
dan laporan prototipe energi alternatif.
• Produk (Proyek)
- Prototipe
energi alternatif sederhana berdasarkan Design Thinking.
• Praktik (Kinerja)
- Kerja
kelompok, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
• Tes Tertulis
- 5–10
soal tentang konsep energi, krisis energi, dan solusi alternatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar