Senin, 08 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning IPA Kelas 9: Krisis Energi

 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN: IPA
Materi: Krisis Energi


A. IDENTITAS MODUL

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Fase / Semester : IX / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026


B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal
    • Peserta didik telah mengenal sumber energi terbarukan dan tak terbarukan.
    • Memahami perubahan bentuk energi dari kelas sebelumnya.
  2. Minat
    • Siswa tertarik dengan eksperimen sederhana, teknologi, isu lingkungan, serta inovasi energi alternatif.
  3. Latar Belakang
    • Siswa tinggal di daerah yang mulai mengalami kenaikan konsumsi listrik dan ketergantungan energi fosil.
    • Krisis energi relevan dengan penggunaan listrik di rumah, sekolah, dan desa.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    a. Konseptual:
    • Pengertian krisis energi, jenis sumber energi, konsumsi energi, dan solusi energi alternatif.
      b. Prosedural:
    • Langkah-langkah Design Thinking (Empathize–Define–Ideate–Prototype–Test).
    • Prosedur membuat prototipe energi alternatif sederhana.
  2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
    • Kenaikan biaya listrik, pemadaman, dan kebutuhan energi rumah tangga.
    • Aksi nyata untuk menghemat energi dan memproduksi alat sederhana ramah lingkungan.
  3. Tingkat Kesulitan
    • Sedang, membutuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
  4. Struktur Materi
    • Krisis energi → Penyebab → Dampak → Studi kasus → Design Thinking → Prototipe energi alternatif.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Kreativitas
  2. Penalaran Kritis
  3. Kemandirian

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menjelaskan penyebab krisis energi, menganalisis studi kasus, serta merancang dan membuat prototipe energi alternatif sederhana sebagai solusi kreatif.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Fisika: energi, sumber energi, konversi energi
  • TIK: pencarian data dan desain digital
  • IPS/Ekonomi: konsumsi energi dan dampak sosial
  • Prakarya: pembuatan model/prototipe

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi permasalahan krisis energi melalui analisis kasus.
  2. Menjelaskan jenis energi terbarukan dan tak terbarukan.
  3. Mengembangkan ide solusi energi alternatif.
  4. Membuat prototipe energi alternatif sederhana melalui pendekatan Design Thinking.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Bagaimana mengatasi krisis energi di sekitar kita dengan solusi kreatif dan teknologi sederhana?”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

● Model Pembelajaran : Design Thinking
● Pendekatan :
Mindful Learning: menyadari penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari.
Meaningful Learning: mengkaitkan masalah krisis energi dengan kondisi nyata siswa.
Joyful Learning: membuat prototipe sederhana secara kreatif.
● Metode Pembelajaran : Studi kasus, brainstorming, eksperimen, kerja kelompok.


KEMITRAAN PEMBELAJARAN

● Lingkungan Sekolah: laboratorium IPA, ruang prakarya, area terbuka.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: lingkungan rumah, bengkel kecil, tokoh masyarakat yang peduli energi.
● Mitra Digital: YouTube Science/Engineering, situs PLN tentang energi, platform edukasi energi terbarukan.


LINGKUNGAN BELAJAR

● Ruang Fisik: ruang kelas, laboratorium, area prakarya.
● Ruang Virtual: LMS sekolah, Google Classroom.
● Budaya Belajar: kolaboratif, kreatif, solutif.

PEMANFAATAN DIGITAL

  • Pencarian studi kasus energi
  • Presentasi digital prototipe
  • Video tutorial pembuatan prototipe sederhana

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

● Salam dan Doa
Pembukaan dengan salam dan doa bersama.

● Mindful Activity
Siswa diminta memikirkan: “Perangkat apa saja di rumah yang paling sering memakai energi?”

● Apersepsi
Guru menampilkan gambar/infografis pemadaman listrik, antrean BBM, dan konsumsi energi nasional.

● Motivasi
Guru menjelaskan bahwa mereka akan menjadi “young engineer” yang membuat solusi energi.

● Penyampaian Tujuan
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur Design Thinking.


KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami

● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning)

  • Guru memaparkan konsep krisis energi dan jenis sumber energi.
  • Siswa menganalisis satu studi kasus: pemadaman listrik, kelangkaan BBM, atau kenaikan harga listrik.

● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)

  • Siswa membuat sketch note tentang penyebab–dampak krisis energi.

● Diskusi

  • Kelompok mendefinisikan masalah energi yang paling dekat dengan kehidupan mereka.

Mengaplikasi — Design Thinking

● Pembelajaran Berdiferensiasi

Produk (Prototipe Energi Alternatif):
Kelompok memilih membuat:

  • kincir angin mini,
  • panel surya sederhana (kertas karbon/solar cell kecil),
  • kompor biogas mini model,
  • lampu hemat energi dari rangkaian sederhana,
  • model generator sederhana (magnet + kumparan), dsb.

Proses:

  • Empathize: siswa mengidentifikasi masalah energi sekitar.
  • Define: merumuskan kebutuhan energi masyarakat/sekolah.
  • Ideate: brainstorming solusi kreatif.
  • Prototype: membuat prototipe sederhana.
  • Test: mencoba dan memperbaiki jika perlu.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

● Refleksi
Siswa menuliskan: “Satu pelajaran penting dan satu inovasi yang ingin saya kembangkan.”

● Rangkuman
Guru menegaskan konsep inti: krisis energi → penyebab → solusi alternatif → pentingnya inovasi.

● Tindak Lanjut
Prototipe diperbaiki dan dipresentasikan pada pertemuan berikutnya.

● Penutup
Doa bersama dan salam.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN

• Asesmen Diagnostik

  • Pertanyaan singkat tentang sumber energi dan penggunaannya.

• Asesmen Formatif

  • Catatan visual
  • Analisis studi kasus

• Asesmen Sumatif

  • Presentasi dan laporan prototipe energi alternatif.

• Produk (Proyek)

  • Prototipe energi alternatif sederhana berdasarkan Design Thinking.

• Praktik (Kinerja)

  • Kerja kelompok, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

• Tes Tertulis

  • 5–10 soal tentang konsep energi, krisis energi, dan solusi alternatif.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar