MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Reaksi Kimia (Endoterm–Eksoterm)
A. IDENTITAS MODUL
|
Mata Pelajaran |
: IPA |
|
Kelas / Fase / Semester |
: IX / D / Ganjil |
|
Alokasi Waktu |
: 2 JP |
|
Tahun Pelajaran |
: 2025/2026 |
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Siswa
mengetahui perubahan wujud benda (mencair, membeku, menguap).
- Siswa
mengenal ciri-ciri perubahan fisika dan kimia secara dasar.
- Minat
- Siswa
tertarik pada percobaan yang melibatkan panas, warna, dan perubahan
materi.
- Ketertarikan
tinggi saat melakukan kegiatan praktikum langsung.
- Latar
Belakang
- Mayoritas
siswa memiliki pengalaman melakukan eksperimen sederhana di kelas 7 dan
8.
- Sebagian
besar memiliki akses gawai untuk mencari informasi.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Definisi
reaksi kimia, ciri-ciri reaksi kimia, reaksi endoterm dan eksoterm.
b. Prosedural: - Cara
melakukan percobaan reaksi kimia secara aman.
- Teknik
mengukur perubahan suhu dan mencatat data.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Reaksi
kimia terjadi pada kehidupan sehari-hari: memasak, karat, fotosintesis,
hand warmer, ice pack.
- Tingkat
Kesulitan
- Moderat:
membutuhkan pemahaman konsep dan kemampuan mengamati eksperimen.
- Struktur
Materi
- Pengertian
reaksi kimia → Ciri reaksi kimia → Reaksi endoterm–eksoterm → Contoh
sehari-hari → Praktikum → Analisis data.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Penalaran
Kritis
- Kemandirian
- Komunikasi
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami berbagai jenis perubahan
materi, menjelaskan proses dan bukti terjadinya reaksi kimia, serta melakukan
percobaan untuk mengidentifikasi reaksi endoterm dan eksoterm.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Matematika:
membaca tabel data suhu, membuat grafik perubahan suhu.
- Bahasa
Indonesia: menyusun laporan praktikum yang sistematis.
- TIK:
penggunaan ponsel untuk dokumentasi dan pencarian data.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Mengidentifikasi
ciri-ciri reaksi kimia melalui pengamatan langsung.
- Melakukan
percobaan reaksi endoterm–eksoterm dengan prosedur ilmiah.
- Menganalisis
perubahan suhu yang terjadi saat reaksi kimia.
- Menyusun
laporan praktikum secara runtut dan komunikatif.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Reaksi Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari: Apa yang Membuat
Panas dan Dingin?”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
Model Pembelajaran: Scientific Inquiry
Pendekatan:
- Mindful
Learning: fokus pada kesadaran prosedur kerja aman laboratorium.
- Meaningful
Learning: mengaitkan reaksi kimia dengan fenomena di rumah (hand
warmer, ice pack, memasak).
- Joyful
Learning: eksperimen sederhana yang menarik dan memicu rasa ingin
tahu.
Metode Pembelajaran: eksperimen, diskusi, tanya
jawab, presentasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
- Lingkungan
Sekolah: laboratorium IPA, bahan kimia sederhana sekolah.
- Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: contoh nyata reaksi kimia (kompor, kapur
tohor, pupuk).
- Mitra
Digital: video simulasi reaksi kimia (PhET, YouTube Edu).
LINGKUNGAN BELAJAR
- Ruang
Fisik: ruang kelas dan laboratorium IPA.
- Ruang
Virtual: Google Classroom/WhatsApp untuk pengumpulan laporan.
- Budaya
Belajar: kolaboratif, santun, fokus pada keselamatan.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Perekaman
proses eksperimen.
- Pencarian
informasi tambahan.
- Penyusunan
grafik data suhu menggunakan aplikasi sederhana.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran, doa
dipimpin siswa.
● Mindful Activity: 1 menit pernapasan sadar untuk menyiapkan fokus.
● Apersepsi: Guru menunjukkan hand warmer/ice pack dan bertanya:
“Mengapa benda ini bisa panas/dingin tanpa listrik?”
● Motivasi: “Hari ini kalian akan membuktikan sendiri bagaimana sebuah
reaksi dapat menghasilkan panas atau menyerap panas.”
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan alur
kegiatan praktikum.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
Guru memandu analisis contoh reaksi kimia: perubahan warna, gas, endapan, dan
suhu.
Siswa mencatat poin penting.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
Siswa membuat mind map kecil mengenai “Ciri Reaksi Kimia”.
● Diskusi:
Kelompok mendiskusikan contoh reaksi endoterm–eksoterm dalam kehidupan.
Mengaplikasi
● Pembelajaran Berdiferensiasi
Produk:
- Kelompok
membuat laporan praktikum lengkap (tujuan, alat–bahan, prosedur,
data suhu, analisis).
- Kelompok
dengan kemampuan tinggi membuat grafik digital suhu.
Proses:
- Siswa
melakukan dua percobaan:
- Eksoterm:
CaO + air / larutan asam–basa tertentu.
- Endoterm:
NH₄NO₃ + air atau urea + air.
- Siswa
mencatat perubahan suhu setiap 30 detik.
- Analisis
hasil melalui diskusi kelompok.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: “Apa hal paling menarik dari percobaan
hari ini?”
● Rangkuman: Guru menegaskan konsep endoterm–eksoterm dan ciri-ciri
reaksi kimia.
● Tindak Lanjut: Siswa diminta mencari 3 contoh reaksi endoterm/eksoterm
di rumah.
● Penutup: Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik: pertanyaan lisan tentang
perubahan fisika dan kimia.
• Asesmen Formatif: lembar pengamatan eksperimen, catatan visual.
• Asesmen Sumatif: laporan praktikum kelompok.
• Produk (Proyek): laporan praktikum dan grafik suhu.
• Praktik (Kinerja): kemampuan melakukan percobaan sesuai prosedur
keselamatan.
• Tes Tertulis: 10 soal pilihan ganda + 3 uraian tentang reaksi kimia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar