Senin, 08 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning IPA Kelas 9: Reaksi Kimia

 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Reaksi Kimia (Endoterm–Eksoterm)


A. IDENTITAS MODUL

Mata Pelajaran

: IPA

Kelas / Fase / Semester

: IX / D / Ganjil

Alokasi Waktu

: 2 JP

Tahun Pelajaran

: 2025/2026


B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal
    • Siswa mengetahui perubahan wujud benda (mencair, membeku, menguap).
    • Siswa mengenal ciri-ciri perubahan fisika dan kimia secara dasar.
  2. Minat
    • Siswa tertarik pada percobaan yang melibatkan panas, warna, dan perubahan materi.
    • Ketertarikan tinggi saat melakukan kegiatan praktikum langsung.
  3. Latar Belakang
    • Mayoritas siswa memiliki pengalaman melakukan eksperimen sederhana di kelas 7 dan 8.
    • Sebagian besar memiliki akses gawai untuk mencari informasi.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    a. Konseptual:
    • Definisi reaksi kimia, ciri-ciri reaksi kimia, reaksi endoterm dan eksoterm.
      b. Prosedural:
    • Cara melakukan percobaan reaksi kimia secara aman.
    • Teknik mengukur perubahan suhu dan mencatat data.
  2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
    • Reaksi kimia terjadi pada kehidupan sehari-hari: memasak, karat, fotosintesis, hand warmer, ice pack.
  3. Tingkat Kesulitan
    • Moderat: membutuhkan pemahaman konsep dan kemampuan mengamati eksperimen.
  4. Struktur Materi
    • Pengertian reaksi kimia → Ciri reaksi kimia → Reaksi endoterm–eksoterm → Contoh sehari-hari → Praktikum → Analisis data.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Penalaran Kritis
  2. Kemandirian
  3. Komunikasi

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami berbagai jenis perubahan materi, menjelaskan proses dan bukti terjadinya reaksi kimia, serta melakukan percobaan untuk mengidentifikasi reaksi endoterm dan eksoterm.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Matematika: membaca tabel data suhu, membuat grafik perubahan suhu.
  • Bahasa Indonesia: menyusun laporan praktikum yang sistematis.
  • TIK: penggunaan ponsel untuk dokumentasi dan pencarian data.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi ciri-ciri reaksi kimia melalui pengamatan langsung.
  2. Melakukan percobaan reaksi endoterm–eksoterm dengan prosedur ilmiah.
  3. Menganalisis perubahan suhu yang terjadi saat reaksi kimia.
  4. Menyusun laporan praktikum secara runtut dan komunikatif.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Reaksi Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari: Apa yang Membuat Panas dan Dingin?”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

Model Pembelajaran: Scientific Inquiry
Pendekatan:

  • Mindful Learning: fokus pada kesadaran prosedur kerja aman laboratorium.
  • Meaningful Learning: mengaitkan reaksi kimia dengan fenomena di rumah (hand warmer, ice pack, memasak).
  • Joyful Learning: eksperimen sederhana yang menarik dan memicu rasa ingin tahu.

Metode Pembelajaran: eksperimen, diskusi, tanya jawab, presentasi.


KEMITRAAN PEMBELAJARAN

  • Lingkungan Sekolah: laboratorium IPA, bahan kimia sederhana sekolah.
  • Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: contoh nyata reaksi kimia (kompor, kapur tohor, pupuk).
  • Mitra Digital: video simulasi reaksi kimia (PhET, YouTube Edu).

LINGKUNGAN BELAJAR

  • Ruang Fisik: ruang kelas dan laboratorium IPA.
  • Ruang Virtual: Google Classroom/WhatsApp untuk pengumpulan laporan.
  • Budaya Belajar: kolaboratif, santun, fokus pada keselamatan.

PEMANFAATAN DIGITAL

  • Perekaman proses eksperimen.
  • Pencarian informasi tambahan.
  • Penyusunan grafik data suhu menggunakan aplikasi sederhana.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran, doa dipimpin siswa.
Mindful Activity: 1 menit pernapasan sadar untuk menyiapkan fokus.
Apersepsi: Guru menunjukkan hand warmer/ice pack dan bertanya: “Mengapa benda ini bisa panas/dingin tanpa listrik?”
Motivasi: “Hari ini kalian akan membuktikan sendiri bagaimana sebuah reaksi dapat menghasilkan panas atau menyerap panas.”
Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan praktikum.


KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami

Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
Guru memandu analisis contoh reaksi kimia: perubahan warna, gas, endapan, dan suhu.
Siswa mencatat poin penting.

Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
Siswa membuat mind map kecil mengenai “Ciri Reaksi Kimia”.

Diskusi:
Kelompok mendiskusikan contoh reaksi endoterm–eksoterm dalam kehidupan.


Mengaplikasi

Pembelajaran Berdiferensiasi

Produk:

  • Kelompok membuat laporan praktikum lengkap (tujuan, alat–bahan, prosedur, data suhu, analisis).
  • Kelompok dengan kemampuan tinggi membuat grafik digital suhu.

Proses:

  • Siswa melakukan dua percobaan:
    1. Eksoterm: CaO + air / larutan asam–basa tertentu.
    2. Endoterm: NH₄NO₃ + air atau urea + air.
  • Siswa mencatat perubahan suhu setiap 30 detik.
  • Analisis hasil melalui diskusi kelompok.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

Refleksi: “Apa hal paling menarik dari percobaan hari ini?”
Rangkuman: Guru menegaskan konsep endoterm–eksoterm dan ciri-ciri reaksi kimia.
Tindak Lanjut: Siswa diminta mencari 3 contoh reaksi endoterm/eksoterm di rumah.
Penutup: Doa dan salam.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen Diagnostik: pertanyaan lisan tentang perubahan fisika dan kimia.
Asesmen Formatif: lembar pengamatan eksperimen, catatan visual.
Asesmen Sumatif: laporan praktikum kelompok.
Produk (Proyek): laporan praktikum dan grafik suhu.
Praktik (Kinerja): kemampuan melakukan percobaan sesuai prosedur keselamatan.
Tes Tertulis: 10 soal pilihan ganda + 3 uraian tentang reaksi kimia.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar