Senin, 08 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning IPA Kelas 8: Sistem Ekskresi pada Manusia

 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Sistem Ekskresi pada Manusia


A. IDENTITAS MODUL

  • Mata Pelajaran : IPA
  • Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Ganjil
  • Alokasi Waktu : 2 JP

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal :
    • Telah mengenal sistem organ tubuh manusia secara umum, misalnya pencernaan dan pernapasan.
    • Memahami konsep dasar homeostasis dan fungsi organ dalam menjaga kesehatan.
  2. Minat :
    • Siswa tertarik pada topik kesehatan tubuh dan pencegahan penyakit.
    • Menyukai kegiatan diskusi kelompok dan visualisasi (diagram).
  3. Latar Belakang :
    • Lingkungan sosial siswa dekat dengan isu kesehatan (sering mendapat penyuluhan di sekolah/UKS).
    • Sebagian siswa memiliki pengalaman melihat atau merawat anggota keluarga yang mengalami penyakit ginjal, kulit, atau gangguan ekskresi lainnya.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan
    • a. Konseptual :
      • Organ-organ sistem ekskresi (ginjal, kulit, paru-paru, hati) dan fungsinya.
      • Mekanisme pembentukan urine secara garis besar.
      • Penyakit atau gangguan pada sistem ekskresi dan cara pencegahannya.
    • b. Prosedural :
      • Cara mengamati diagram/ilustrasi organ ekskresi.
      • Cara menyusun diagram sistem ekskresi secara terstruktur.
  2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Siswa :
    • Memahami pentingnya kesehatan organ ekskresi dalam kehidupan sehari-hari.
    • Berkaitan dengan kebiasaan minum, kebersihan kulit, dan pola hidup sehat.
  3. Tingkat Kesulitan :
    • Sedang: memerlukan pemahaman konsep dan kemampuan analisis sederhana.
  4. Struktur Materi :
    • Organ ekskresi → Fungsi → Proses ekskresi (urine, keringat, empedu) → Penyakit → Pencegahan.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Penalaran Kritis
  2. Kesehatan
  3. Kemandirian

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menjelaskan organ dan fungsi sistem ekskresi, mengidentifikasi penyakit yang berkaitan dengannya, serta menyajikan diagram sistem ekskresi secara runtut dan mandiri.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Bahasa Indonesia: Keterampilan membaca informasi dan menyampaikan hasil diskusi.
  • Kesehatan/UKS: Kebiasaan hidup bersih dan sehat.
  • TIK: Melihat animasi/gambar digital organ ekskresi.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa dapat mengidentifikasi organ-organ pada sistem ekskresi manusia.
  2. Siswa dapat menjelaskan fungsi masing-masing organ ekskresi.
  3. Siswa mampu menganalisis penyebab dan pencegahan penyakit yang menyerang sistem ekskresi.
  4. Siswa dapat membuat diagram sistem ekskresi yang runtut dan akurat.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Menjaga Organ Ekskresi untuk Hidup Sehat: Mengenal Fungsi, Gangguan, dan Pencegahannya.”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

  • Model Pembelajaran : Discovery Learning + Diskusi Terstruktur
  • Pendekatan :
    • Mindful Learning: Menyadari pentingnya pengeluaran zat sisa dalam tubuh.
    • Meaningful Learning: Menghubungkan konsep dengan penyakit ekskresi di kehidupan nyata.
    • Joyful Learning: Membuat diagram warna-warni dan presentasi kelompok.
  • Metode Pembelajaran : Observasi gambar/diagram, diskusi kelompok, presentasi, penugasan individu.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

  • Lingkungan Sekolah : UKS, poster kesehatan, perpustakaan sekolah.
  • Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat : Puskesmas, klinik, penyuluhan kesehatan.
  • Mitra Digital : Video animasi sistem ekskresi (YouTube Edukasi Kemdikbud), gambar 3D organ.

LINGKUNGAN BELAJAR

  • Ruang Fisik : Kelas, UKS.
  • Ruang Virtual : Google Classroom/WA Group untuk mengirimkan diagram digital.
  • Budaya Belajar : Mandiri, kritis, saling menghargai dalam diskusi.

PEMANFAATAN DIGITAL

  • Menonton animasi 3D tentang sistem ekskresi.
  • Mengumpulkan diagram sistem ekskresi melalui platform daring.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

  • Salam dan Doa
  • Mindful Activity : Guru mengajak siswa merasakan sensasi haus dan alasan tubuh memerlukan ekskresi.
  • Apersepsi : Tanya jawab: “Apa yang terjadi bila kita jarang minum?”
  • Motivasi : Guru menampilkan gambar ginjal rusak vs sehat.
  • Penyampaian Tujuan : Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan produk akhir berupa diagram sistem ekskresi.

KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami

  • Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning)
    Siswa mengamati gambar sistem ekskresi (ginjal, kulit, paru-paru, hati) dan mencatat fungsi utama setiap organ.
  • Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)
    Membuat catatan gambar sederhana alur proses pembentukan urine (filtrasi, reabsorpsi, augmentasi).
  • Diskusi
    Kelompok membahas penyakit ekskresi yang sering dialami masyarakat (batu ginjal, infeksi saluran kemih, biang keringat, hepatitis).

Mengaplikasi

Pembelajaran Berdiferensiasi

  • Produk
    Membuat diagram sistem ekskresi (manual atau digital) yang memuat:
    • Organ
    • Fungsi
    • Hubungan antara organ
    • Contoh penyakit
  • Proses
    • Kelompok cepat dapat menambah catatan pencegahan penyakit dan contoh kebiasaan sehat.
    • Kelompok yang lambat mendapat scaffolding berupa template diagram.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

  • Refleksi : “Apa kebiasaan yang ingin kalian ubah untuk menjaga ginjal/ kulit?”
  • Rangkuman : Guru menegaskan kembali organ ekskresi dan penyakitnya.
  • Tindak Lanjut : Tugas rumah membuat jurnal konsumsi air selama 1 hari.
  • Penutup : Doa dan salam.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN

  • Asesmen Diagnostik : Pertanyaan awal tentang apa saja zat sisa tubuh.
  • Asesmen Formatif : Observasi diskusi kelompok, catatan visual, partisipasi.
  • Asesmen Sumatif : Penilaian diagram sistem ekskresi.
  • Produk (Proyek) : Diagram sistem ekskresi lengkap.
  • Praktik (Kinerja) : Presentasi kelompok tentang penyakit ekskresi.
  • Tes Tertulis : 5–10 soal pilihan ganda atau uraian singkat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar