MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Spesialisasi Sel
A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 JP
Tahun Pelajaran : 2025/2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal:
- Peserta
didik memahami struktur sel secara umum (sel hewan/tumbuhan).
- Mengetahui
bahwa sel memiliki organel dengan fungsi berbeda.
- Minat:
- Menyukai
visualisasi biologi (gambar, diagram, model).
- Tertarik
pada pembahasan organ tubuh atau sains yang dekat dengan kesehatan.
- Latar
Belakang:
- Siswa
berasal dari lingkungan yang sering berinteraksi dengan informasi
kesehatan (puskesmas, media sosial, sekolah).
- Sebagian
siswa pernah mendengar istilah “sel darah merah” atau “sel saraf,” tetapi
belum memahami spesialisasinya.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai:
a. Konseptual: - Pengertian
spesialisasi sel.
- Bentuk
dan fungsi sel saraf, sel darah, dan sel otot.
- Hubungan
struktur sel dengan fungsinya.
b. Prosedural: - Cara
menganalisis studi kasus terkait sel.
- Langkah
membuat poster ilmiah sederhana.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik:
- Terkait
kesehatan tubuh, aktivitas sehari-hari, dan pertolongan pertama.
- Menumbuhkan
kesadaran kewargaan terkait pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
- Tingkat
Kesulitan:
- Sedang
(menghubungkan struktur sel dengan fungsinya).
- Struktur
Materi:
- Pengertian
spesialisasi sel → contoh sel khusus → studi kasus → analisis → poster
fungsi sel.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN (P5)
- Penalaran
Kritis
- Kreativitas
- Kewargaan
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP):
Peserta didik mampu menjelaskan bahwa sel mengalami
spesialisasi untuk melakukan fungsi tertentu dan menganalisis contoh sel khusus
pada tubuh manusia melalui studi kasus.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU:
- Bahasa
Indonesia: Menyusun informasi ilmiah dalam bentuk poster.
- Seni
Budaya: Mendesain visual kreatif.
- PKN/Kewargaan:
Dampak perilaku sehat terhadap fungsi sel.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN:
- Siswa
mampu menjelaskan pengertian spesialisasi sel.
- Menganalisis
bentuk dan fungsi sel saraf, sel darah, dan sel otot.
- Menyelesaikan
studi kasus sederhana terkait gangguan pada sel khusus.
- Membuat
poster ilmiah mengenai fungsi sel khusus dalam menjaga kesehatan tubuh.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL:
“Mengapa tubuh kita bisa bergerak, merasakan, dan tetap
hidup? Menelusuri peran sel khusus dalam kehidupan manusia.”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran:
Problem Based Learning + Collaborative Learning
● Pendekatan Deep Learning:
- Mindful
Learning: Kesadaran diri akan fungsi tubuh (merasakan detak jantung,
napas, sensasi).
- Meaningful
Learning: Menghubungkan sel khusus dengan aktivitas sehari-hari seperti
bergerak, berpikir, dan aliran darah.
- Joyful
Learning: Mendesain poster ilmiah kreatif.
● Metode Pembelajaran:
Diskusi kelompok, studi kasus, analisis gambar, presentasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah:
Laboratorium IPA, mading sekolah untuk memajang poster.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat:
Contoh kasus kesehatan dari puskesmas, wawancara singkat dengan orang tua
terkait kelelahan otot atau cedera sederhana.
● Mitra Digital:
Video edukasi biologi, simulasi interaktif sel, gambar 3D organel.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik:
Ruang kelas, laboratorium, atau ruang diskusi.
● Ruang Virtual:
Google Classroom, Canva, e-learning sekolah.
● Budaya Belajar:
Kolaboratif, analitis, kreatif, dan menghargai kontribusi setiap anggota.
PEMANFAATAN DIGITAL:
- Menggunakan
Canva atau aplikasi desain untuk membuat poster.
- Menampilkan
animasi spesialisasi sel melalui LCD.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran.
● Mindful Activity:
Siswa melakukan “Body Awareness” – merasakan denyut nadi, kedipan mata,
atau detak jantung selama 30 detik. Guru mengaitkan aktivitas ini dengan peran
sel khusus.
● Apersepsi:
Pertanyaan pemantik:
- “Bagaimana
tubuh kita bisa menerima informasi?”
- “Apa
yang membuat darah bisa mengangkut oksigen?”
● Motivasi:
Menampilkan foto/animasi tiga sel: sel saraf, sel darah, sel otot.
● Penyampaian Tujuan:
Guru menjelaskan bahwa siswa akan menganalisis sel khusus melalui studi kasus
dan membuat poster ilmiah.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
1. Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
Guru menjelaskan:
- Pengertian
spesialisasi sel.
- Bentuk,
ciri, dan fungsi sel saraf, sel darah, sel otot.
- Mengapa
bentuk sel tertentu sesuai dengan fungsinya.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
Siswa membuat mini-sketsa:
- Sel
saraf (bercabang panjang),
- Sel
darah merah (bikonkaf),
- Sel
otot (memanjang & bergaris).
● Diskusi:
Kelompok menganalisis 3 studi kasus misalnya:
- Luka
otot setelah olahraga.
- Kekurangan
sel darah merah (anemia sederhana).
- Gangguan
pada sel saraf (misal refleks lambat).
Setiap kelompok menjawab 3–4 pertanyaan analisis.
2. Mengaplikasi
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
Produk:
Siswa memilih jenis poster:
- Poster
manual (kertas A3),
- Poster
digital (Canva),
- Poster
infografis (bullet point & gambar).
Proses:
Berdasarkan gaya belajar:
- Visual:
desain lebih detail dan berwarna.
- Auditif:
diskusi mendalam sebelum membuat poster.
- Kinestetik:
membuat model sederhana struktur sel sebelum membuat poster.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi:
Pertanyaan:
- “Sel
khusus mana yang paling berperan dalam aktivitasmu hari ini?”
- “Mengapa
spesialisasi sel penting bagi kehidupan manusia?”
● Rangkuman:
Guru menegaskan kembali konsep:
spesialisasi sel → struktur → fungsi → dampak bagi tubuh.
● Tindak Lanjut:
Tugas lanjutan: mencari satu contoh sel khusus lain (misal sel epitel, sel
pankreas) dan menuliskan fungsinya.
● Penutup:
Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik:
- Kuis
singkat: “Apa yang kamu ketahui tentang sel khusus?”
• Asesmen Formatif:
- Observasi
diskusi kelompok.
- Catatan
visual mini-sketsa.
• Asesmen Sumatif:
- Poster
fungsi sel lengkap sesuai rubrik.
• Produk (Proyek):
- Poster
ilmiah tentang fungsi sel saraf, sel otot, atau sel darah.
• Praktik (Kinerja):
- Analisis
studi kasus dan presentasi kelompok.
• Tes Tertulis:
- 5–10
soal uraian pendek tentang spesialisasi sel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar