Senin, 08 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning IPA Kelas 8: Makanan dan Sistem Pencernaan – Uji Makanan (Amilum, Protein, Lemak)

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Makanan dan Sistem Pencernaan – Uji Makanan (Amilum, Protein, Lemak)


A. IDENTITAS MODUL

Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 JP

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal :
    • Peserta didik telah mengenal jenis-jenis makanan (karbohidrat, protein, lemak).
    • Pernah melakukan pengamatan sederhana di kelas 7.
  2. Minat :
    • Suka aktivitas praktikum dan eksperimen.
    • Tertarik pada makanan sehat dan kesehatan tubuh.
  3. Latar Belakang :
    • Mayoritas peserta didik terbiasa dengan makanan jajanan dan penasaran kandungan gizinya.
    • Memiliki pengalaman mengamati reaksi warna sederhana dalam IPA.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    a. Konseptual:
    • Jenis zat makanan (amilum, protein, lemak).
    • Indikator uji makanan dan perubahan warnanya.
    • Hubungan zat makanan dengan sistem pencernaan.

b. Prosedural:

    • Cara melakukan uji makanan menggunakan larutan Lugol, Biuret, dan kertas buram.
    • Cara membuat tabel hasil praktikum.
  1. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
    • Membantu siswa memahami kandungan gizi pada makanan sehari-hari.
    • Meningkatkan kesadaran memilih makanan sehat.
  2. Tingkat Kesulitan
    • Sedang—memerlukan ketelitian saat praktikum dan membaca hasil uji.
  3. Struktur Materi
    • Jenis makanan → Fungsi zat makanan → Indikator uji makanan → Prosedur uji → Analisis dan pelaporan.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Penalaran Kritis
  2. Kesehatan
  3. Komunikasi

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami struktur dan fungsi sistem pencernaan manusia serta menganalisis kandungan zat makanan yang dibutuhkan tubuh melalui kegiatan praktikum uji makanan.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Kesehatan: edukasi gizi seimbang.
  • Matematika: pembuatan tabel hasil uji.
  • TIK: dokumentasi praktikum.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan jenis zat makanan (amilum, protein, lemak).
  2. Melakukan uji makanan sesuai prosedur.
  3. Mengamati dan mencatat perubahan warna indikator uji makanan.
  4. Menyusun tabel hasil uji makanan secara runtut.
  5. Mengkomunikasikan hasil praktikum dengan baik.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Menilai Kandungan Makanan yang Sering Dikonsumsi Siswa SMP.”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

● Model Pembelajaran: Discovery Learning berbasis praktikum
● Pendekatan:

  • Mindful Learning: kesadaran keamanan praktikum dan alat bahan.
  • Meaningful Learning: menguji makanan yang sering dikonsumsi siswa.
  • Joyful Learning: eksperimen langsung dan perubahan warna yang menarik.
    ● Metode Pembelajaran: eksperimen, diskusi, presentasi.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

● Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA SMPN 3 Banjarnegara
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: edukasi makanan sehat dari UKS
● Mitra Digital: video uji makanan (YouTube edukasi), Google Lens untuk identifikasi bahan makanan


LINGKUNGAN BELAJAR

● Ruang Fisik: Laboratorium IPA
● Ruang Virtual: Google Classroom / WhatsApp Group
● Budaya Belajar: kolaboratif, disiplin, aman saat praktikum


PEMANFAATAN DIGITAL

  • Merekam perubahan warna menggunakan HP.
  • Upload tabel hasil uji ke Google Classroom.
  • QR code instruksi praktikum.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

● Salam dan Doa: Guru membuka pelajaran dan berdoa bersama.
● Mindful Activity: Mengecek kesiapan alat, menekankan keamanan praktikum.
● Apersepsi: Menanyakan makanan yang dimakan siswa hari itu.
● Motivasi: “Apakah makanan favoritmu mengandung gizi yang kamu butuhkan?”
● Penyampaian Tujuan: Siswa memahami uji makanan dan membuat tabel hasil uji.


KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami

● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):

  • Guru menjelaskan teori zat makanan dan prinsip uji amilum, protein, lemak.
  • Menunjukkan contoh perubahan warna indikator.

● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):

  • Siswa membuat sketsa indikator: Lugol → biru kehitaman; Biuret → ungu; Kertas buram → transparan.

● Diskusi:

  • Siswa membahas makanan yang akan diuji: roti, tempe, susu, minyak goreng, dll.

Mengaplikasi

● Pembelajaran Berdiferensiasi:
Produk:

  • Masing-masing kelompok membuat tabel hasil uji makanan berisi: jenis makanan, uji amilum, uji protein, uji lemak, interpretasi hasil.

Proses:

  • Kelompok cepat → menambah satu makanan tambahan dari bekal mereka.
  • Kelompok perlu bantuan → diberi lembar panduan langkah demi langkah.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

● Refleksi:

  • “Makanan apa yang paling sehat menurut hasil uji kelompokmu?”

● Rangkuman:

  • Guru menegaskan kembali fungsi zat makanan dan hasil praktikum.

● Tindak Lanjut:

  • Tugas rumah: mencari label gizi pada kemasan dan menganalisisnya.

● Penutup:

  • Doa dan salam.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN

● Asesmen Diagnostik: pertanyaan awal tentang makanan bergizi.
● Asesmen Formatif: catatan visual dan diskusi kelompok.
● Asesmen Sumatif: tabel hasil uji makanan.
● Produk (Proyek): tabel hasil uji makanan lengkap.
● Praktik (Kinerja): ketepatan prosedur praktikum.
● Tes Tertulis: 5–10 soal tentang zat makanan dan indikator uji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar