MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Gunung Berapi dan Aktivitas Vulkanik
A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP
Tahun Pelajaran : 2025/2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal:
- Mengetahui
definisi gunung berapi.
- Memahami
konsep magma dan lava.
- Minat:
- Tertarik
pada fenomena alam dan eksperimen sederhana.
- Senang
mencoba simulasi dan membuat model miniatur.
- Latar
Belakang:
- Pernah
mendengar atau melihat letusan gunung berapi di media.
- Memahami
pentingnya keselamatan dan etika dalam eksperimen.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai:
a. Konseptual: - Penyebab
terjadinya letusan gunung berapi.
- Jenis-jenis
gunung berapi dan aktivitas vulkanik.
- Dampak
letusan bagi manusia dan lingkungan.
b. Prosedural:
- Membuat
simulasi letusan gunung berapi sederhana (cuka + soda kue).
- Mengamati
dan mencatat hasil eksperimen.
- Membuat
model miniatur gunung berapi.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik:
- Memberikan
pemahaman tentang keselamatan di daerah rawan gunung berapi.
- Mengembangkan
kreativitas dan komunikasi melalui eksperimen dan presentasi model.
- Tingkat
Kesulitan:
- Sedang;
melibatkan observasi, analisis, dan kreativitas membuat model.
- Struktur
Materi:
- Konsep
gunung berapi dan magma
- Aktivitas
vulkanik
- Simulasi
letusan gunung berapi
- Analisis
hasil eksperimen dan model miniatur
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Kreativitas:
Membuat model miniatur dan simulasi letusan.
- Komunikasi:
Menyampaikan hasil observasi dan model kepada teman sekelas.
- Keimanan
dan Ketakwaan: Menghargai alam ciptaan Tuhan dan pentingnya menjaga
keselamatan.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Siswa mampu menjelaskan proses terbentuknya gunung berapi,
melakukan simulasi letusan, membuat model miniatur, serta mempresentasikan
hasil pengamatan dengan jelas.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Geografi:
Gunung berapi dan aktivitas vulkanik.
- IPA:
Proses kimia sederhana (reaksi cuka + soda kue).
- Seni/Desain:
Membuat model dan presentasi kreatif.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Menjelaskan
penyebab dan jenis gunung berapi.
- Melakukan
simulasi letusan gunung berapi sederhana.
- Membuat
model miniatur gunung berapi.
- Menyampaikan
hasil eksperimen secara komunikatif.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Simulasi Letusan Gunung Berapi: Memahami Alam dan
Keselamatan dengan Kreativitas.”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Demonstrasi dan Praktikum
● Pendekatan:
○ Mindful Learning: Memperhatikan langkah eksperimen dan keselamatan.
○ Meaningful Learning: Mengaitkan aktivitas vulkanik dengan lingkungan nyata.
○ Joyful Learning: Menikmati proses membuat model miniatur dan simulasi.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, praktikum, pembuatan
model, presentasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA, kelas, meja praktik.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Informasi media tentang gunung berapi
aktif.
● Mitra Digital: Video letusan gunung berapi, aplikasi desain poster/model.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Laboratorium IPA, kelas.
● Ruang Virtual: Google Classroom, platform kolaborasi daring.
● Budaya Belajar: Kolaboratif, komunikatif, kreatif, kritis.
PEMANFAATAN DIGITAL:
- Video
letusan gunung berapi.
- Aplikasi
desain model miniatur dan poster.
- Slide
presentasi digital.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran.
● Mindful Activity: Siswa menutup mata dan membayangkan letusan gunung berapi
di alam.
● Apersepsi: Guru menanyakan pengalaman melihat video letusan gunung.
● Motivasi: Menunjukkan video singkat simulasi letusan gunung berapi.
● Penyampaian Tujuan: Siswa diarahkan untuk memahami proses gunung berapi,
membuat simulasi, dan model miniatur.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
- Guru
menjelaskan proses terbentuknya gunung berapi dan aktivitas vulkanik.
- Siswa
mengamati bahan dan cara membuat simulasi sederhana.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
- Siswa
membuat diagram atau catatan visual tentang letusan dan bagian gunung
berapi.
● Diskusi:
- Kelompok
mendiskusikan hasil observasi, menyimpulkan proses, dan dampak letusan.
Mengaplikasi
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
○ Produk: Model miniatur gunung berapi dan simulasi letusan (cuka + soda kue).
○ Proses: Kelompok mempresentasikan model, menjelaskan proses, dan menyoroti
pesan keselamatan dan keimanan (menghargai alam ciptaan Tuhan).
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Siswa menuliskan hal baru yang dipelajari dan
makna menjaga alam.
● Rangkuman: Guru menekankan proses terbentuknya gunung berapi dan keselamatan
saat letusan.
● Tindak Lanjut: Siswa diminta mendiskusikan di rumah bagaimana menyikapi
bencana alam.
● Penutup: Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik: Tanya jawab awal tentang gunung berapi
dan aktivitasnya.
• Asesmen Formatif: Observasi praktik simulasi dan catatan visual.
• Asesmen Sumatif: Presentasi model miniatur dan simulasi letusan.
• Produk (Proyek): Model miniatur gunung berapi dan poster simulasi.
• Praktik (Kinerja): Menunjukkan simulasi dan menjelaskan proses.
• Tes Tertulis: Pertanyaan tentang gunung berapi, jenis letusan, dan mitigasi
bencana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar