MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Gaya – Pengukuran Gaya Menggunakan Pegas
A. IDENTITAS MODUL
- Mata
Pelajaran : IPA
- Kelas
/ Fase / Semester : VII / D / Ganjil
- Alokasi
Waktu : 2 JP
- Tahun
Pelajaran : 2025/2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal :
- Siswa
telah mengenal konsep dorongan dan tarikan dari pengalaman sehari-hari.
- Sebagian
siswa pernah menggunakan pegas dalam kehidupan (pulpen, mainan pegas).
- Minat
:
- Siswa
menyukai aktivitas praktik langsung dan pengamatan yang konkret.
- Siswa
tertarik memahami benda-benda mekanik sederhana.
- Latar
Belakang :
- Lingkungan
sekitar siswa banyak menggunakan alat sederhana yang bekerja dengan gaya
(timbangan, pintu dorong, rem sepeda).
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Pengertian
gaya.
- Hubungan
antara gaya dan perubahan bentuk pegas.
- Konsep
satuan gaya (N).
b. Prosedural:
- Menggunakan
pegas (dengan beban) untuk mengukur gaya.
- Mencatat
hasil pengukuran dalam bentuk tabel dan grafik sederhana.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik :
- Pegas
digunakan di alat-alat seperti timbangan, suspensi motor, dan mainan.
- Pemahaman
gaya berguna dalam aktivitas olahraga dan keselamatan.
- Tingkat
Kesulitan :
- Sedang
(membutuhkan ketelitian dalam pengukuran dan pencatatan).
- Struktur
Materi :
- Konsep
gaya → Pegas sebagai alat ukur → Hubungan gaya dan pertambahan panjang →
Penyajian data.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Penalaran
Kritis
- Kemandirian
- Kesehatan
(keselamatan kerja laboratorium)
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik memahami konsep gaya dan pengaruhnya terhadap
bentuk benda, serta mampu melakukan pengukuran gaya menggunakan alat sederhana
(pegas) dan menyajikan data hasil percobaan.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Matematika:
membaca skala, membuat tabel, dan grafik.
- PKN:
disiplin dan tanggung jawab dalam penggunaan alat.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Siswa
dapat menjelaskan pengertian gaya dan contohnya.
- Siswa
dapat menggunakan pegas untuk mengukur gaya.
- Siswa
dapat mencatat hasil pengukuran dalam bentuk tabel.
- Siswa
mampu bekerja mandiri dan menjaga keselamatan dalam praktik.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
"Bagaimana pegas membantu kita mengukur gaya dalam
kehidupan sehari-hari?"
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
- Model
Pembelajaran: Inkuiri Eksperimen
- Pendekatan:
- Mindful
Learning: fokus pada keselamatan penggunaan alat praktik.
- Meaningful
Learning: menghubungkan alat pegas dengan timbangan dan alat sehari-hari.
- Joyful
Learning: praktik langsung dan pengamatan menarik.
- Metode
Pembelajaran: Praktikum, Diskusi, Observasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
- Lingkungan
Sekolah: Lab IPA, ruang kelas.
- Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: pengamatan alat mekanik di rumah (pintu,
timbangan).
- Mitra
Digital: simulasi PhET (Hooke’s Law / Force and Motion).
LINGKUNGAN BELAJAR
- Ruang
Fisik: Laboratorium IPA.
- Ruang
Virtual: LMS sekolah / Google Classroom.
- Budaya
Belajar: teliti, aman, mandiri, dan kolaboratif.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Video
pengukuran gaya menggunakan pegas.
- Pengolahan
data tabel menggunakan spreadsheet.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
- Salam
dan Doa: Guru membuka pelajaran dan berdoa bersama.
- Mindful
Activity: Mengatur napas dan fokus selama 30 detik sebelum memulai
eksperimen.
- Apersepsi:
Menanyakan benda-benda yang bekerja dengan pegas.
- Motivasi:
Guru menunjukkan timbangan pegas kecil untuk menarik rasa ingin tahu.
- Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas praktik.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
- Eksplorasi
Konsep (Meaningful Learning):
Siswa mengamati pegas tanpa beban dan dengan beban berbeda. Guru menjelaskan hubungan gaya – pertambahan panjang. - Membuat
Catatan Visual (Joyful Learning):
Siswa menggambar skema alat, skala pegas, dan mencatat perubahan panjang. - Diskusi:
Kelompok membahas hubungan gaya dan pertambahan panjang.
Mengaplikasi
Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Produk:
Siswa membuat tabel hasil pengukuran gaya (beban vs pertambahan panjang). - Proses:
- Siswa
cepat bekerja membuat grafik sederhana.
- Siswa
lain fokus mengulang pengukuran untuk akurasi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
- Refleksi:
Siswa menjawab: “Apa hal baru yang saya pelajari dari percobaan ini?” - Rangkuman:
Guru menegaskan konsep gaya dan pegas sebagai alat ukur. - Tindak
Lanjut:
Tugas rumah: mengamati penggunaan pegas di rumah. - Penutup:
Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
- Asesmen
Diagnostik: pertanyaan awal tentang dorongan–tarikan.
- Asesmen
Formatif: pengamatan proses praktik dan catatan visual.
- Asesmen
Sumatif: analisis data dari tabel pengukuran.
- Produk
(Proyek): tabel pengukuran gaya.
- Praktik
(Kinerja): cara siswa menggunakan pegas dengan benar.
- Tes
Tertulis: soal singkat tentang gaya dan pengukuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar