Senin, 08 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning IPA Kelas 7: Kerapatan Zat

 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Kerapatan Zat


A. IDENTITAS MODUL

  • Mata Pelajaran : IPA
  • Kelas / Fase / Semester : VII / D / Ganjil
  • Alokasi Waktu : 2 JP
  • Tahun Pelajaran : 2025/2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal
    • Siswa telah mengenal konsep massa dan volume.
    • Siswa pernah mengamati benda terapung dan tenggelam dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Minat
    • Siswa tertarik pada percobaan sains yang melibatkan benda nyata dan air.
    • Siswa senang melakukan eksperimen kelompok.
  3. Latar Belakang
    • Siswa berasal dari lingkungan dengan aktivitas tinggi terkait penggunaan air (cuci tangan, memasak, bermain, dll).
    • Beberapa siswa memiliki pengalaman melihat benda berbeda perilakunya saat dimasukkan ke air laut atau air tawar.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    a. Konseptual:
    • Pengertian massa, volume, dan kerapatan.
    • Hubungan kerapatan dengan kemampuan benda terapung dan tenggelam.

b. Prosedural:

    • Melakukan percobaan menguji benda terapung/tenggelam pada air garam.
    • Mengukur massa dan volume secara sederhana.
    • Mencatat hasil dalam bentuk tabel.
  1. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
    • Memahami mengapa manusia lebih mudah mengapung di laut.
    • Menjelaskan fenomena pengiriman barang melalui kapal.
    • Memahami penggunaan air garam dalam kehidupan.
  2. Tingkat Kesulitan : Sedang
  3. Struktur Materi :
    • Massa dan volume
    • Kerapatan zat
    • Prinsip benda terapung/tenggelam
    • Pengaruh salinitas terhadap kerapatan air

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Penalaran Kritis
  2. Kemandirian
  3. Kolaborasi

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami konsep kerapatan zat dan menerapkannya untuk menjelaskan fenomena benda terapung dan tenggelam.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Matematika: perhitungan massa dan volume sederhana.
  • IPS: hubungan kerapatan air laut dengan aktivitas pelayaran.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa dapat menjelaskan konsep kerapatan zat.
  2. Siswa dapat melakukan eksperimen uji benda terapung/tenggelam pada air garam.
  3. Siswa dapat menyajikan hasil percobaan dalam bentuk catatan/tabel.
  4. Siswa dapat menarik kesimpulan berdasarkan data hasil percobaan.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Mengapa manusia bisa mengapung lebih mudah di air laut?”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

● Model Pembelajaran: Inkuiri Terbimbing
● Pendekatan: Eksperimen

  • Mindful Learning: siswa fokus pada observasi perubahan yang terjadi selama eksperimen.
  • Meaningful Learning: siswa menghubungkan hasil percobaan dengan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful Learning: eksperimen dilakukan dalam kelompok kecil dengan aktivitas menarik dan alat sederhana.

● Metode Pembelajaran: Diskusi, demonstrasi, eksperimen, presentasi.


KEMITRAAN PEMBELAJARAN

● Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA, halaman sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: contoh fenomena di sungai, danau, atau air laut.
● Mitra Digital: Simulasi interaktif kerapatan (PhET Density Simulation).


LINGKUNGAN BELAJAR

● Ruang Fisik: Laboratorium IPA.
● Ruang Virtual: Google Classroom untuk pengumpulan catatan hasil.
● Budaya Belajar: kolaboratif, eksploratif, dan menghargai data ilmiah.


PEMANFAATAN DIGITAL

  • Video simulasi kerapatan zat.
  • Perekaman hasil percobaan dengan kamera HP.
  • Mengunggah tabel hasil ke platform digital.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

● Salam dan Doa: Dipimpin guru/siswa.
● Mindful Activity: Mengamati segelas air jernih dan memperhatikan apakah ada benda terapung.
● Apersepsi: Guru menunjukkan dua gelas: air tawar dan air garam.
● Motivasi: “Pernahkah kalian merasa lebih mudah mengapung di laut? Mengapa begitu?”
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan eksperimen.


KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami

● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):

  • Guru menjelaskan konsep massa, volume, dan kerapatan.
  • Siswa mengamati demonstrasi awal benda terapung/tenggelam.

● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):

  • Siswa membuat diagram hubungan kerapatan–massa–volume.
  • Siswa menggambar sketsa percobaan.

● Diskusi:

  • Kelompok mendiskusikan prediksi: benda mana yang akan terapung di air garam vs air tawar?

Mengaplikasi

● Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:
- Kelompok menghasilkan tabel hasil percobaan (massa, volume, kondisi di air tawar, kondisi di air garam).

○ Proses:
- Siswa yang cepat bekerja dapat menghitung kerapatan benda sederhana.
- Siswa yang membutuhkan bantuan fokus pada pencatatan observasi.


KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

● Refleksi: Siswa menjawab: “Bagian apa yang paling menantang dalam eksperimen hari ini?”
● Rangkuman: Guru menegaskan konsep kerapatan dan aplikasinya.
● Tindak Lanjut: Tugas rumah: mencari 3 benda di rumah dan memprediksi apakah terapung atau tenggelam.
● Penutup: Doa, salam, dan pengumpulan catatan hasil.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN

● Asesmen Diagnostik:

  • Pertanyaan awal tentang massa, volume, dan benda terapung/tenggelam.

● Asesmen Formatif:

  • Observasi proses eksperimen.
  • Catatan visual siswa.

● Asesmen Sumatif:

  • Tes tertulis 5–10 soal tentang kerapatan zat.

● Produk (Proyek):

  • Tabel hasil percobaan air garam vs air tawar.

● Praktik (Kinerja):

  • Keterampilan mengukur massa dan volume serta melakukan percobaan.

● Tes Tertulis:

  • Menghitung kerapatan sederhana dan menjelaskan fenomena terapung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar