MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Kerapatan Zat
A. IDENTITAS MODUL
- Mata
Pelajaran : IPA
- Kelas
/ Fase / Semester : VII / D / Ganjil
- Alokasi
Waktu : 2 JP
- Tahun
Pelajaran : 2025/2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Siswa
telah mengenal konsep massa dan volume.
- Siswa
pernah mengamati benda terapung dan tenggelam dalam kehidupan
sehari-hari.
- Minat
- Siswa
tertarik pada percobaan sains yang melibatkan benda nyata dan air.
- Siswa
senang melakukan eksperimen kelompok.
- Latar
Belakang
- Siswa
berasal dari lingkungan dengan aktivitas tinggi terkait penggunaan air
(cuci tangan, memasak, bermain, dll).
- Beberapa
siswa memiliki pengalaman melihat benda berbeda perilakunya saat
dimasukkan ke air laut atau air tawar.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Pengertian
massa, volume, dan kerapatan.
- Hubungan
kerapatan dengan kemampuan benda terapung dan tenggelam.
b. Prosedural:
- Melakukan
percobaan menguji benda terapung/tenggelam pada air garam.
- Mengukur
massa dan volume secara sederhana.
- Mencatat
hasil dalam bentuk tabel.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Memahami
mengapa manusia lebih mudah mengapung di laut.
- Menjelaskan
fenomena pengiriman barang melalui kapal.
- Memahami
penggunaan air garam dalam kehidupan.
- Tingkat
Kesulitan : Sedang
- Struktur
Materi :
- Massa
dan volume
- Kerapatan
zat
- Prinsip
benda terapung/tenggelam
- Pengaruh
salinitas terhadap kerapatan air
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Penalaran
Kritis
- Kemandirian
- Kolaborasi
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami konsep kerapatan zat dan
menerapkannya untuk menjelaskan fenomena benda terapung dan tenggelam.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Matematika:
perhitungan massa dan volume sederhana.
- IPS:
hubungan kerapatan air laut dengan aktivitas pelayaran.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Siswa
dapat menjelaskan konsep kerapatan zat.
- Siswa
dapat melakukan eksperimen uji benda terapung/tenggelam pada air garam.
- Siswa
dapat menyajikan hasil percobaan dalam bentuk catatan/tabel.
- Siswa
dapat menarik kesimpulan berdasarkan data hasil percobaan.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Mengapa manusia bisa mengapung lebih mudah di air laut?”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Inkuiri Terbimbing
● Pendekatan: Eksperimen
- Mindful
Learning: siswa fokus pada observasi perubahan yang terjadi selama
eksperimen.
- Meaningful
Learning: siswa menghubungkan hasil percobaan dengan pengalaman
sehari-hari.
- Joyful
Learning: eksperimen dilakukan dalam kelompok kecil dengan aktivitas
menarik dan alat sederhana.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, demonstrasi, eksperimen,
presentasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA, halaman sekolah.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: contoh fenomena di sungai, danau, atau
air laut.
● Mitra Digital: Simulasi interaktif kerapatan (PhET Density Simulation).
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Laboratorium IPA.
● Ruang Virtual: Google Classroom untuk pengumpulan catatan hasil.
● Budaya Belajar: kolaboratif, eksploratif, dan menghargai data ilmiah.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Video
simulasi kerapatan zat.
- Perekaman
hasil percobaan dengan kamera HP.
- Mengunggah
tabel hasil ke platform digital.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Dipimpin guru/siswa.
● Mindful Activity: Mengamati segelas air jernih dan memperhatikan apakah ada
benda terapung.
● Apersepsi: Guru menunjukkan dua gelas: air tawar dan air garam.
● Motivasi: “Pernahkah kalian merasa lebih mudah mengapung di laut? Mengapa
begitu?”
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan kegiatan
eksperimen.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
- Guru
menjelaskan konsep massa, volume, dan kerapatan.
- Siswa
mengamati demonstrasi awal benda terapung/tenggelam.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
- Siswa
membuat diagram hubungan kerapatan–massa–volume.
- Siswa
menggambar sketsa percobaan.
● Diskusi:
- Kelompok
mendiskusikan prediksi: benda mana yang akan terapung di air garam vs air
tawar?
Mengaplikasi
● Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:
- Kelompok menghasilkan tabel hasil percobaan (massa, volume, kondisi di air
tawar, kondisi di air garam).
○ Proses:
- Siswa yang cepat bekerja dapat menghitung kerapatan benda sederhana.
- Siswa yang membutuhkan bantuan fokus pada pencatatan observasi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Siswa menjawab: “Bagian apa yang paling
menantang dalam eksperimen hari ini?”
● Rangkuman: Guru menegaskan konsep kerapatan dan aplikasinya.
● Tindak Lanjut: Tugas rumah: mencari 3 benda di rumah dan memprediksi apakah
terapung atau tenggelam.
● Penutup: Doa, salam, dan pengumpulan catatan hasil.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen Diagnostik:
- Pertanyaan
awal tentang massa, volume, dan benda terapung/tenggelam.
● Asesmen Formatif:
- Observasi
proses eksperimen.
- Catatan
visual siswa.
● Asesmen Sumatif:
- Tes
tertulis 5–10 soal tentang kerapatan zat.
● Produk (Proyek):
- Tabel
hasil percobaan air garam vs air tawar.
● Praktik (Kinerja):
- Keterampilan
mengukur massa dan volume serta melakukan percobaan.
● Tes Tertulis:
- Menghitung
kerapatan sederhana dan menjelaskan fenomena terapung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar