MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Merancang Percobaan Sederhana (Metode Ilmiah)
A. IDENTITAS MODUL
|
Mata Pelajaran |
: IPA |
|
Kelas / Fase / Semester |
: VII / D / Ganjil |
|
Alokasi Waktu |
: 2 JP |
|
Tahun Pelajaran |
: 2025/2026 |
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Peserta
didik pernah mengamati percobaan sederhana di SD (kapilaritas, gaya
gesek, massa jenis), namun belum memahami struktur metode ilmiah secara
utuh.
- Peserta
didik mengenal alat laboratorium dasar.
- Minat
- Peserta
didik cenderung menyukai aktivitas eksperimen dan proyek kelompok.
- Anak
menyukai kegiatan kreatif seperti membuat diagram, sketsa, dan
presentasi.
- Latar
Belakang
- Peserta
didik berasal dari lingkungan sosial yang beragam dengan pengalaman
berbeda terhadap praktik sains.
- Beberapa
peserta didik terbiasa bekerja kelompok, sebagian lain membutuhkan
bimbingan kolaborasi.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
- Konseptual:
- Metode
ilmiah (identifikasi masalah, hipotesis, variabel, alat-bahan, prosedur,
dan pengamatan).
- Konsep
dasar kapilaritas, gaya gesek, dan massa jenis.
- Prosedural:
- Cara
merancang percobaan menggunakan format 5 langkah metode ilmiah.
- Cara
menentukan variabel bebas, terikat, dan kontrol.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Membantu
siswa berpikir kritis dalam memecahkan masalah sehari-hari.
- Melatih
kemampuan merencanakan eksperimen ilmiah yang diperlukan dalam berbagai
aktivitas IPA.
- Menumbuhkan
pola pikir kreatif dan terstruktur.
- Tingkat
Kesulitan
- Sedang—membutuhkan
bimbingan untuk menyusun variabel dan prosedur percobaan.
- Struktur
Materi
- Pengenalan
metode ilmiah.
- Pengenalan
variabel dalam percobaan.
- Penerapan
metode ilmiah dalam merancang percobaan sederhana.
- Penyusunan
desain percobaan (judul–tujuan–alat–variabel–langkah).
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Penalaran
Kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu menerapkan metode ilmiah dalam merancang
percobaan sederhana dengan menentukan masalah, hipotesis, variabel, alat-bahan,
dan langkah kerja secara sistematis.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Matematika:
pengukuran, satuan, estimasi data.
- Bahasa
Indonesia: penyusunan teks prosedur.
- TIK:
penggunaan aplikasi desain atau penulisan digital.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Siswa
mampu menjelaskan kembali langkah-langkah metode ilmiah.
- Siswa
mampu mengidentifikasi variabel dalam sebuah percobaan.
- Siswa
mampu merancang percobaan sederhana dalam kelompok.
- Siswa
mampu membuat desain percobaan (judul, tujuan, alat, variabel, langkah).
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Menemukan Sendiri Ilmu di Balik Fenomena Sehari-hari
melalui Rancangan Percobaan Sederhana”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
- Model
Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)
- Pendekatan:
- Mindful
Learning: siswa fokus pada proses, bukan hasil; kesadaran mengenai peran
tiap anggota kelompok.
- Meaningful
Learning: menghubungkan percobaan dengan kehidupan sehari-hari
(kapilaritas pada tisu/ tanaman, gaya gesek sepatu, massa jenis benda
sekitar).
- Joyful
Learning: penggunaan catatan visual dan kerja kelompok kreatif.
- Metode
Pembelajaran: diskusi, eksperimen terencana, presentasi rancangan.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
- Lingkungan
Sekolah: laboratorium IPA, perpustakaan, halaman sekolah.
- Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: wawancara sederhana dengan praktisi
(petani/teknisi) tentang fenomena gaya gesek atau kapilaritas.
- Mitra
Digital: Canva, Google Docs, PhET Simulation (jika diperlukan).
LINGKUNGAN BELAJAR
- Ruang
Fisik: kelas dan laboratorium IPA.
- Ruang
Virtual: Google Classroom / LMS sekolah.
- Budaya
Belajar: saling menghargai ide, kolaboratif, berbasis inkuiri.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Penggunaan
aplikasi desain untuk membuat rancangan percobaan.
- Penggunaan
video pendek tentang metode ilmiah.
- Pengumpulan
tugas melalui LMS/Google Classroom.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
- Salam
dan Doa
Guru membuka pelajaran dengan salam, presensi, dan doa. - Mindful
Activity
“1 menit fokus napas”—menenangkan pikiran sebelum memulai pembelajaran. - Apersepsi
Guru menunjukkan video singkat fenomena kapilaritas/gaya gesek/massa jenis. - Motivasi
Guru menjelaskan bahwa ilmu dapat ditemukan dengan merancang percobaan sendiri. - Penyampaian
Tujuan
Guru menyampaikan bahwa hari ini siswa akan membuat desain percobaan menggunakan metode ilmiah.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
- Eksplorasi
Konsep (Meaningful Learning)
Guru menjelaskan 5 langkah metode ilmiah dan contoh penerapannya. - Membuat
Catatan Visual (Joyful Learning)
Siswa membuat mind map sederhana tentang metode ilmiah. - Diskusi
Siswa mendiskusikan kemungkinan percobaan sederhana yang akan dirancang: - Kapilaritas
(tisu & air berwarna)
- Gaya
gesek (permukaan berbeda)
- Massa
jenis (benda tenggelam–terapung)
Mengaplikasi
- Pembelajaran
Berdiferensiasi
- Produk:
Siswa membuat desain rancangan percobaan (judul, tujuan, alat-bahan, variabel, prosedur). - Proses:
Kelompok yang cepat bekerja dapat melengkapi dengan diagram/sketsa alat, sedangkan kelompok yang membutuhkan bantuan diberi scaffolding format panduan.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
- Refleksi
Siswa menjawab pertanyaan: “Apa tantangan terbesar merancang percobaan hari ini?” - Rangkuman
Guru menegaskan kembali langkah-langkah metode ilmiah. - Tindak
Lanjut
Kelompok diminta menyempurnakan rancangan untuk dikumpulkan minggu depan. - Penutup
Guru menutup pembelajaran dengan doa dan pesan menjaga keselamatan di laboratorium.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
- Asesmen
Diagnostik:
Pertanyaan singkat tentang pengalaman percobaan siswa sebelumnya. - Asesmen
Formatif:
Observasi diskusi kelompok dan catatan visual. - Asesmen
Sumatif:
Penilaian rancangan percobaan sesuai rubrik. - Produk
(Proyek):
Desain percobaan lengkap (judul–tujuan–alat–variabel–langkah). - Praktik
(Kinerja):
Kemampuan siswa menjelaskan rancangan percobaan. - Tes
Tertulis:
Soal pilihan ganda & uraian metode ilmiah (opsional).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar