MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Konservasi Keanekaragaman Hayati
A. IDENTITAS MODUL
- Mata
Pelajaran: IPA
- Kelas
/ Fase / Semester: VII / D / Genap
- Alokasi
Waktu: 2 JP
- Tahun
Pelajaran: 2025/2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal :
- Siswa
telah mempelajari konsep dasar keanekaragaman hayati dan faktor yang
memengaruhinya.
- Siswa
mengetahui contoh flora dan fauna di Indonesia.
- Minat
:
- Banyak
siswa tertarik pada isu lingkungan, hewan langka, dan kampanye sosial.
- Beberapa
siswa suka membuat konten kreatif (poster, video pendek, animasi).
- Latar
Belakang :
- Siswa
tinggal di wilayah dengan keanekaragaman hayati lokal (persawahan, kebun,
sungai, hutan kecil).
- Pengalaman
siswa terhadap isu lingkungan berbeda-beda, memberi peluang untuk proyek
berbasis konteks lokal.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
- a.
Konseptual:
- Konservasi
keanekaragaman hayati
- Upaya
pelestarian oleh individu, sekolah, dan masyarakat
- Ancaman
terhadap keanekaragaman hayati
- b.
Prosedural:
- Langkah-langkah
membuat kampanye peduli lingkungan
- Cara
merancang poster atau video singkat edukatif
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik:
- Isu
lingkungan terjadi dekat dengan kehidupan siswa: sampah, rusaknya
habitat, berkurangnya hewan lokal.
- Siswa
berperan sebagai warga muda dalam menjaga kelestarian hayati.
- Tingkat
Kesulitan: Sedang.
- Struktur
Materi:
- Pengertian
konservasi
- Jenis
konservasi (in-situ, ex-situ)
- Ancaman
keanekaragaman hayati
- Peran
manusia dalam konservasi
- Proyek
kampanye lingkungan
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Kewargaan
- Kolaborasi
- Kreativitas
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami pentingnya konservasi
keanekaragaman hayati, menganalisis ancaman yang ada, serta menghasilkan karya
kampanye kreatif sebagai bentuk aksi nyata.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Bahasa
Indonesia: menyusun pesan persuasif untuk poster/video
- IPS:
hubungan manusia–lingkungan
- Seni
Budaya: estetika desain poster/video
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
- Menjelaskan
makna dan tujuan konservasi keanekaragaman hayati.
- Mengidentifikasi
ancaman terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia dan daerah setempat.
- Merancang
dan membuat produk kampanye peduli lingkungan.
- Bekerja
sama dalam proyek mini untuk menghasilkan poster atau video singkat.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Menjaga Kekayaan Hayati Indonesia Melalui Aksi Kecil dari
Sekolah”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Project-Based Learning
● Pendekatan: Proyek Mini
- Mindful
Learning: mengamati kondisi lingkungan sekolah/local.
- Meaningful
Learning: mengaitkan proyek dengan isu konservasi nyata.
- Joyful
Learning: proses kreatif membuat poster/video kampanye.
● Metode Pembelajaran: diskusi, observasi, kerja kelompok,
presentasi, pembuatan media kampanye.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: taman sekolah, kebun, area hijau,
papan kampanye.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: flora/fauna lokal, kegiatan bank sampah,
area konservasi lokal.
● Mitra Digital: Canva, YouTube Edukasi, platform KLHK, website WWF Indonesia.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: kelas, taman sekolah.
● Ruang Virtual: Google Classroom, Canva, YouTube.
● Budaya Belajar: kolaboratif, peduli lingkungan, kreatif.
PEMANFAATAN DIGITAL:
- Mendesain
poster digital
- Mengedit
video singkat
- Mencari
referensi flora/fauna Indonesia
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran.
● Mindful Activity: Siswa mengamati lingkungan sekitar melalui jendela/area
sekolah, mencatat hal yang menunjukkan pelestarian atau kerusakan alam.
● Apersepsi: Guru menampilkan video pendek tentang hewan Indonesia yang
terancam punah.
● Motivasi: Guru menjelaskan bahwa siswa dapat berkontribusi melalui kampanye
kreatif.
● Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan produk akhir.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
- Siswa
membaca modul singkat tentang konservasi.
- Guru
menjelaskan konservasi in-situ dan ex-situ dengan contoh Indonesia.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
- Siswa
membuat sketsa mini: “Ancaman Keanekaragaman Hayati” dalam bentuk mind map
atau doodle.
● Diskusi:
- Kelompok
menganalisis:
- Apa
ancaman utama bagi hewan/tumbuhan lokal?
- Apa
upaya konservasi yang mungkin dilakukan di lingkungan sekolah?
Mengaplikasi
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
- Produk:
- Kelompok
membuat poster atau video singkat kampanye peduli lingkungan.
- Kelompok
kreatif dapat memilih format digital atau manual.
- Proses:
- Kelompok
dengan keterampilan tinggi mengembangkan alur kampanye lebih lengkap
(slogan, data, ilustrasi).
- Kelompok
lain diberi panduan template.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Apa satu hal yang dapat saya lakukan untuk
melindungi hayati sekitar?
● Rangkuman: Guru menegaskan kembali pentingnya konservasi.
● Tindak Lanjut: Poster/video siswa ditampilkan di mading atau platform digital
sekolah.
● Penutup: Guru memberi apresiasi dan menutup pelajaran.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik:
Menyebutkan 3 contoh flora/fauna lokal dan ancamannya.
• Asesmen Formatif:
Catatan visual, hasil diskusi kelompok.
• Asesmen Sumatif:
Presentasi proyek kampanye (poster/video).
• Produk (Proyek):
Poster atau video kampanye peduli lingkungan.
• Praktik (Kinerja):
Kerja sama kelompok, analisis ancaman hayati, kemampuan presentasi.
• Tes Tertulis:
5–10 soal tentang konservasi dan keanekaragaman hayati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar