Senin, 08 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning IPA Kelas 7: Suhu dan Pengukurannya

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Suhu dan Pengukurannya


A. IDENTITAS MODUL

  • Mata Pelajaran : IPA
  • Kelas / Fase / Semester : VII / D / Ganjil
  • Alokasi Waktu : 2 JP
  • Tahun Pelajaran : 2025/2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal
    • Siswa telah mengenal benda panas–dingin secara inderawi.
    • Siswa pernah melihat termometer tetapi belum akrab menggunakannya.
  2. Minat
    • Siswa menyukai kegiatan praktikum dan mencoba alat-alat laboratorium.
    • Siswa tertarik membandingkan suhu pada berbagai kondisi (es, air panas, tubuh, lingkungan).
  3. Latar Belakang
    • Siswa hidup di lingkungan dengan perubahan suhu harian cukup jelas (pagi dingin, siang panas).
    • Siswa pernah mengalami demam sehingga mengetahui pentingnya termometer bagi kesehatan.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    a. Konseptual:
    • Pengertian suhu dan alat ukur suhu.
    • Skala suhu: Celcius, Fahrenheit, Kelvin.
    • Perubahan suhu pada berbagai kondisi.

b. Prosedural:

    • Cara menggunakan termometer dengan benar.
    • Mencatat data hasil pengukuran dalam tabel terstruktur.
    • Membandingkan hasil pengukuran suhu dari berbagai sumber.
  1. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
    • Mengukur suhu tubuh saat sakit.
    • Mengamati suhu cuaca harian.
    • Menjaga kesehatan terkait suhu lingkungan.
  2. Tingkat Kesulitan : Rendah–Sedang
  3. Struktur Materi :
    • Konsep suhu
    • Termometer dan cara kerja
    • Skala suhu
    • Praktikum mengukur suhu

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Penalaran Kritis
  2. Komunikasi
  3. Berperilaku Sehat

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami konsep suhu, menggunakan termometer dengan benar, serta menyajikan dan menginterpretasi data hasil pengukuran suhu.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Matematika: pembacaan skala termometer dan pengolahan data.
  • PJOK/Kesehatan: hubungan suhu tubuh dengan kondisi kesehatan.
  • IPS: cuaca dan suhu lingkungan.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa dapat menjelaskan pengertian suhu dan fungsinya.
  2. Siswa dapat menggunakan termometer untuk mengukur suhu benda/lingkungan.
  3. Siswa dapat menyajikan data pengukuran suhu dalam tabel.
  4. Siswa dapat berkomunikasi ilmiah melalui diskusi hasil praktikum.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Mengapa tubuh kita demam? Bagaimana kita tahu suhu tubuh normal?”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

● Model Pembelajaran: Inkuiri Terbimbing
● Pendekatan: Praktikum

  • Mindful Learning: fokus mengamati perubahan suhu dengan hati-hati.
  • Meaningful Learning: menghubungkan suhu dan kesehatan dalam kehidupan nyata.
  • Joyful Learning: penggunaan termometer dalam percobaan kelompok.

● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, praktikum, diskusi kelompok, presentasi.


KEMITRAAN PEMBELAJARAN

● Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA, lingkungan sekitar.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: pemantauan suhu cuaca harian.
● Mitra Digital: aplikasi cuaca, video termometer digital.


LINGKUNGAN BELAJAR

● Ruang Fisik: Laboratorium IPA atau kelas.
● Ruang Virtual: Google Classroom untuk pengumpulan laporan.
● Budaya Belajar: teliti, aman dalam praktikum, dan kolaboratif.


PEMANFAATAN DIGITAL

  • Video cara menggunakan termometer
  • Aplikasi suhu/cuaca
  • Pengolahan data sederhana melalui spreadsheet

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

● Salam dan Doa: Dipimpin guru/siswa.
● Mindful Activity: Menutup mata sejenak dan merasakan suhu tubuh.
● Apersepsi: Guru menunjukkan termometer dan bertanya: “Kapan terakhir kali kalian menggunakannya?”
● Motivasi: Mengaitkan pentingnya mengetahui suhu tubuh saat sakit.
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan kegiatan praktikum.


KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami

● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):

  • Guru menjelaskan konsep suhu, fungsi termometer, dan cara membaca skala.
  • Demonstrasi penggunaan termometer yang aman.

● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):

  • Siswa menggambar sketsa termometer dan skala.
  • Menuliskan langkah-langkah praktikum dalam catatan visual kreatif.

● Diskusi:

  • Kelompok mendiskusikan cara mengukur suhu air hangat, air es, udara kelas, dan suhu tubuh (jika memungkinkan dengan termometer nonkontak).

Mengaplikasi (Praktikum)

Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:

  • Siswa menghasilkan tabel data suhu dari minimal 4 sumber (air es, air hangat, tubuh, udara ruang).
  • Tabel mencakup: kondisi, suhu awal, suhu akhir, catatan perubahan.

○ Proses:

  • Siswa yang cepat dapat menganalisis perbandingan suhu antar benda.
  • Siswa lain fokus pada membaca skala dengan tepat.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

● Refleksi: Siswa menjawab: “Apa kesulitan terbesar dalam membaca termometer?”
● Rangkuman: Guru menegaskan konsep suhu dan pentingnya ketepatan pengukuran.
● Tindak Lanjut: Siswa diminta mencatat suhu harian di rumah selama 3 hari.
● Penutup: Salam dan doa.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN

● Asesmen Diagnostik:

  • Pertanyaan awal tentang benda panas dan dingin.

● Asesmen Formatif:

  • Observasi guru selama praktikum.
  • Catatan visual siswa.

● Asesmen Sumatif:

  • Laporan tabel data suhu.
  • Tes tertulis 5–10 soal tentang suhu dan termometer.

● Produk (Proyek):

  • Tabel data suhu lengkap dan rapi.

● Praktik (Kinerja):

  • Keterampilan menggunakan termometer.

● Tes Tertulis:

  • Konversi skala suhu dan pemahaman konsep.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar