MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Suhu dan Pengukurannya
A. IDENTITAS MODUL
- Mata
Pelajaran : IPA
- Kelas
/ Fase / Semester : VII / D / Ganjil
- Alokasi
Waktu : 2 JP
- Tahun
Pelajaran : 2025/2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Siswa
telah mengenal benda panas–dingin secara inderawi.
- Siswa
pernah melihat termometer tetapi belum akrab menggunakannya.
- Minat
- Siswa
menyukai kegiatan praktikum dan mencoba alat-alat laboratorium.
- Siswa
tertarik membandingkan suhu pada berbagai kondisi (es, air panas, tubuh,
lingkungan).
- Latar
Belakang
- Siswa
hidup di lingkungan dengan perubahan suhu harian cukup jelas (pagi
dingin, siang panas).
- Siswa
pernah mengalami demam sehingga mengetahui pentingnya termometer bagi
kesehatan.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Pengertian
suhu dan alat ukur suhu.
- Skala
suhu: Celcius, Fahrenheit, Kelvin.
- Perubahan
suhu pada berbagai kondisi.
b. Prosedural:
- Cara
menggunakan termometer dengan benar.
- Mencatat
data hasil pengukuran dalam tabel terstruktur.
- Membandingkan
hasil pengukuran suhu dari berbagai sumber.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Mengukur
suhu tubuh saat sakit.
- Mengamati
suhu cuaca harian.
- Menjaga
kesehatan terkait suhu lingkungan.
- Tingkat
Kesulitan : Rendah–Sedang
- Struktur
Materi :
- Konsep
suhu
- Termometer
dan cara kerja
- Skala
suhu
- Praktikum
mengukur suhu
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Penalaran
Kritis
- Komunikasi
- Berperilaku
Sehat
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami konsep suhu, menggunakan
termometer dengan benar, serta menyajikan dan menginterpretasi data hasil
pengukuran suhu.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Matematika:
pembacaan skala termometer dan pengolahan data.
- PJOK/Kesehatan:
hubungan suhu tubuh dengan kondisi kesehatan.
- IPS:
cuaca dan suhu lingkungan.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Siswa
dapat menjelaskan pengertian suhu dan fungsinya.
- Siswa
dapat menggunakan termometer untuk mengukur suhu benda/lingkungan.
- Siswa
dapat menyajikan data pengukuran suhu dalam tabel.
- Siswa
dapat berkomunikasi ilmiah melalui diskusi hasil praktikum.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Mengapa tubuh kita demam? Bagaimana kita tahu suhu tubuh
normal?”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Inkuiri Terbimbing
● Pendekatan: Praktikum
- Mindful
Learning: fokus mengamati perubahan suhu dengan hati-hati.
- Meaningful
Learning: menghubungkan suhu dan kesehatan dalam kehidupan nyata.
- Joyful
Learning: penggunaan termometer dalam percobaan kelompok.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, praktikum, diskusi
kelompok, presentasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA, lingkungan sekitar.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: pemantauan suhu cuaca harian.
● Mitra Digital: aplikasi cuaca, video termometer digital.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Laboratorium IPA atau kelas.
● Ruang Virtual: Google Classroom untuk pengumpulan laporan.
● Budaya Belajar: teliti, aman dalam praktikum, dan kolaboratif.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Video
cara menggunakan termometer
- Aplikasi
suhu/cuaca
- Pengolahan
data sederhana melalui spreadsheet
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Dipimpin guru/siswa.
● Mindful Activity: Menutup mata sejenak dan merasakan suhu tubuh.
● Apersepsi: Guru menunjukkan termometer dan bertanya: “Kapan terakhir kali
kalian menggunakannya?”
● Motivasi: Mengaitkan pentingnya mengetahui suhu tubuh saat sakit.
● Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan kegiatan praktikum.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
- Guru
menjelaskan konsep suhu, fungsi termometer, dan cara membaca skala.
- Demonstrasi
penggunaan termometer yang aman.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
- Siswa
menggambar sketsa termometer dan skala.
- Menuliskan
langkah-langkah praktikum dalam catatan visual kreatif.
● Diskusi:
- Kelompok
mendiskusikan cara mengukur suhu air hangat, air es, udara kelas, dan suhu
tubuh (jika memungkinkan dengan termometer nonkontak).
Mengaplikasi (Praktikum)
Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:
- Siswa
menghasilkan tabel data suhu dari minimal 4 sumber (air es, air hangat,
tubuh, udara ruang).
- Tabel
mencakup: kondisi, suhu awal, suhu akhir, catatan perubahan.
○ Proses:
- Siswa
yang cepat dapat menganalisis perbandingan suhu antar benda.
- Siswa
lain fokus pada membaca skala dengan tepat.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Siswa menjawab: “Apa kesulitan terbesar dalam
membaca termometer?”
● Rangkuman: Guru menegaskan konsep suhu dan pentingnya ketepatan pengukuran.
● Tindak Lanjut: Siswa diminta mencatat suhu harian di rumah selama 3 hari.
● Penutup: Salam dan doa.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen Diagnostik:
- Pertanyaan
awal tentang benda panas dan dingin.
● Asesmen Formatif:
- Observasi
guru selama praktikum.
- Catatan
visual siswa.
● Asesmen Sumatif:
- Laporan
tabel data suhu.
- Tes
tertulis 5–10 soal tentang suhu dan termometer.
● Produk (Proyek):
- Tabel
data suhu lengkap dan rapi.
● Praktik (Kinerja):
- Keterampilan
menggunakan termometer.
● Tes Tertulis:
- Konversi
skala suhu dan pemahaman konsep.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar