Senin, 08 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning IPA Kelas 7: Apa itu Sains?

 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Apa itu Sains?


A. IDENTITAS MODUL

Mata Pelajaran

: IPA

Kelas / Fase / Semester

: VII / D / Ganjil

Alokasi Waktu

: 2 JP

Tahun Pelajaran

: 2025/2026


B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal
    • Siswa pernah melihat fenomena alam (hujan, pelangi, petir, siang-malam).
    • Siswa mengetahui bahwa sains berhubungan dengan alam, tetapi belum memahami hakikat sains.
  2. Minat
    • Siswa menyukai video fenomena alam.
    • Suka diskusi kelompok dan membuat peta konsep visual.
  3. Latar Belakang
    • Berasal dari lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam.
    • Terbiasa mendapatkan penjelasan fenomena alam secara sederhana dari pengalaman sehari-hari.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    • Konseptual: Hakikat sains, langkah metode ilmiah, hubungan sains dengan kehidupan.
    • Prosedural: Mengamati fenomena → mengajukan pertanyaan → menyimpulkan makna sains → membuat peta konsep.
  2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata
    • Sains membantu memahami kejadian sehari-hari, teknologi, cuaca, makanan, kesehatan, dan lingkungan.
  3. Tingkat Kesulitan
    • Rendah–sedang; materi bersifat pengantar dasar.
  4. Struktur Materi
    • Fenomena alam → pertanyaan ilmiah → definisi sains → metode ilmiah → manfaat sains → peta konsep.

D. DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA

  1. Penalaran Kritis
  2. Komunikasi
  3. Kreativitas

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami hakikat sains sebagai proses penyelidikan ilmiah dan menjelaskan peran sains dalam memahami fenomena alam.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Bahasa Indonesia (komunikasi ilmiah, membuat peta konsep).
  • IPS (hubungan sains dan kehidupan manusia).
  • Teknologi informasi (penggunaan video dan aplikasi peta konsep).

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Siswa dapat mengidentifikasi contoh fenomena alam berdasarkan video yang ditonton.
  2. Siswa mampu menjelaskan pentingnya sains bagi kehidupan.
  3. Siswa mampu membuat peta konsep “Hakikat Sains”.
  4. Siswa mampu berargumentasi dalam diskusi kelompok.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

  • “Sains dalam kehidupan sehari-hari: Mengapa kita perlu memahami fenomena alam?”

E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

  • Model Pembelajaran: Deep Learning berbasis penyelidikan ilmiah.
  • Pendekatan: Inquiry Based Learning
    • Mindful Learning: Menyadari kehadiran, fokus pada tayangan video dan pengamatan.
    • Meaningful Learning: Menghubungkan fenomena dengan pengalaman sehari-hari.
    • Joyful Learning: Pembuatan peta konsep visual dan diskusi kreatif.
  • Metode Pembelajaran: Observasi, diskusi kelompok, presentasi, peta konsep.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

  • Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA, LCD, perpustakaan.
  • Lingkungan Luar Sekolah: Fenomena alam di sekitar rumah siswa.
  • Mitra Digital: YouTube Edu, PhET, Canva, Mindmup.

LINGKUNGAN BELAJAR

  • Ruang Fisik: Kelas dan laboratorium.
  • Ruang Virtual: Google Classroom/WA Class Group.
  • Budaya Belajar: Kolaboratif, argumentatif, saling menghargai, terbuka.

PEMANFAATAN DIGITAL

  • Pemutaran video fenomena alam.
  • Pembuatan peta konsep digital (opsional).
  • Pengumpulan tugas melalui Classroom.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

  • Salam dan Doa: Guru membuka dengan salam dan mengajak siswa berdoa.
  • Mindful Activity:
    • Guru meminta siswa menutup mata 15 detik dan mengingat satu fenomena alam yang pernah dilihat.
  • Apersepsi:
    • Tanya jawab: “Pernah melihat pelangi? Hujan tiba-tiba? Petir?”
  • Motivasi:
    • Menjelaskan bahwa sains membantu manusia memahami alam dan membuat teknologi.
  • Penyampaian Tujuan:
    • Siswa akan menonton video, berdiskusi, dan membuat peta konsep mengenai sains.

KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami

  1. Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning)
    • Guru memutar video fenomena alam (hujan, pelangi, gunung meletus, petir).
    • Siswa mencatat pertanyaan: “Mengapa itu terjadi?”
    • Guru mengarahkan pemahaman bahwa sains menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
  2. Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)
    • Siswa membuat mind notes sederhana dari video.
    • Contoh: “Hujan → Awan → Uap air → Pendinginan”.
  3. Diskusi
    • Pertanyaan pemantik: “Mengapa sains penting bagi kehidupan manusia?”
    • Siswa berdiskusi dalam kelompok 4 orang.
    • Hasil diskusi dipresentasikan singkat.

Mengaplikasi

  1. Pembelajaran Berdiferensiasi
    • Produk:
      • Semua siswa membuat peta konsep “Hakikat Sains”.
      • Pilihan bentuk: digital/manual sesuai gaya belajar.
    • Proses:
      • Siswa dengan kemampuan tinggi diminta menambahkan contoh fenomena alam beserta penjelasannya.
      • Siswa yang membutuhkan pendampingan diberi panduan cabang peta konsep.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

  • Refleksi:
    • Siswa mengisi kalimat: “Sekarang saya tahu bahwa sains itu…”
  • Rangkuman: Guru menegaskan bahwa sains adalah proses memahami alam secara sistematis.
  • Tindak Lanjut:
    • Mengamati fenomena di lingkungan rumah dan menuliskan pertanyaan ilmiahnya.
  • Penutup: Doa dan salam.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN

  • Asesmen Diagnostik:
    • Pertanyaan awal: “Apa yang kamu ketahui tentang sains?”
  • Asesmen Formatif:
    • Catatan visual hasil observasi video.
    • Keaktifan diskusi dan tanya jawab.
  • Asesmen Sumatif:
    • Peta konsep “Hakikat Sains.”
  • Produk (Proyek):
    • Peta konsep kreatif (digital/manual).
  • Praktik (Kinerja):
    • Kemampuan mengajukan pertanyaan ilmiah dan berargumentasi.
  • Tes Tertulis:
    • 5 soal pilihan ganda + 2 soal uraian singkat tentang hakikat sains (opsional).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar