MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Apa itu Sains?
A. IDENTITAS MODUL
|
Mata Pelajaran |
: IPA |
|
Kelas / Fase / Semester |
: VII / D / Ganjil |
|
Alokasi Waktu |
: 2 JP |
|
Tahun Pelajaran |
: 2025/2026 |
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Siswa
pernah melihat fenomena alam (hujan, pelangi, petir, siang-malam).
- Siswa
mengetahui bahwa sains berhubungan dengan alam, tetapi belum memahami
hakikat sains.
- Minat
- Siswa
menyukai video fenomena alam.
- Suka
diskusi kelompok dan membuat peta konsep visual.
- Latar
Belakang
- Berasal
dari lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam.
- Terbiasa
mendapatkan penjelasan fenomena alam secara sederhana dari pengalaman
sehari-hari.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
- Konseptual:
Hakikat sains, langkah metode ilmiah, hubungan sains dengan kehidupan.
- Prosedural:
Mengamati fenomena → mengajukan pertanyaan → menyimpulkan makna sains →
membuat peta konsep.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata
- Sains
membantu memahami kejadian sehari-hari, teknologi, cuaca, makanan,
kesehatan, dan lingkungan.
- Tingkat
Kesulitan
- Rendah–sedang;
materi bersifat pengantar dasar.
- Struktur
Materi
- Fenomena
alam → pertanyaan ilmiah → definisi sains → metode ilmiah → manfaat sains
→ peta konsep.
D. DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA
- Penalaran
Kritis
- Komunikasi
- Kreativitas
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami hakikat sains sebagai proses
penyelidikan ilmiah dan menjelaskan peran sains dalam memahami fenomena alam.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Bahasa
Indonesia (komunikasi ilmiah, membuat peta konsep).
- IPS
(hubungan sains dan kehidupan manusia).
- Teknologi
informasi (penggunaan video dan aplikasi peta konsep).
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Siswa
dapat mengidentifikasi contoh fenomena alam berdasarkan video yang
ditonton.
- Siswa
mampu menjelaskan pentingnya sains bagi kehidupan.
- Siswa
mampu membuat peta konsep “Hakikat Sains”.
- Siswa
mampu berargumentasi dalam diskusi kelompok.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
- “Sains
dalam kehidupan sehari-hari: Mengapa kita perlu memahami fenomena alam?”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
- Model
Pembelajaran: Deep Learning berbasis penyelidikan ilmiah.
- Pendekatan:
Inquiry Based Learning
- Mindful
Learning: Menyadari kehadiran, fokus pada tayangan video dan pengamatan.
- Meaningful
Learning: Menghubungkan fenomena dengan pengalaman sehari-hari.
- Joyful
Learning: Pembuatan peta konsep visual dan diskusi kreatif.
- Metode
Pembelajaran: Observasi, diskusi kelompok, presentasi, peta konsep.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
- Lingkungan
Sekolah: Laboratorium IPA, LCD, perpustakaan.
- Lingkungan
Luar Sekolah: Fenomena alam di sekitar rumah siswa.
- Mitra
Digital: YouTube Edu, PhET, Canva, Mindmup.
LINGKUNGAN BELAJAR
- Ruang
Fisik: Kelas dan laboratorium.
- Ruang
Virtual: Google Classroom/WA Class Group.
- Budaya
Belajar: Kolaboratif, argumentatif, saling menghargai, terbuka.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Pemutaran
video fenomena alam.
- Pembuatan
peta konsep digital (opsional).
- Pengumpulan
tugas melalui Classroom.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
- Salam
dan Doa: Guru membuka dengan salam dan mengajak siswa berdoa.
- Mindful
Activity:
- Guru
meminta siswa menutup mata 15 detik dan mengingat satu fenomena alam yang
pernah dilihat.
- Apersepsi:
- Tanya
jawab: “Pernah melihat pelangi? Hujan tiba-tiba? Petir?”
- Motivasi:
- Menjelaskan
bahwa sains membantu manusia memahami alam dan membuat teknologi.
- Penyampaian
Tujuan:
- Siswa
akan menonton video, berdiskusi, dan membuat peta konsep mengenai sains.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
- Eksplorasi
Konsep (Meaningful Learning)
- Guru
memutar video fenomena alam (hujan, pelangi, gunung meletus, petir).
- Siswa
mencatat pertanyaan: “Mengapa itu terjadi?”
- Guru
mengarahkan pemahaman bahwa sains menjawab pertanyaan-pertanyaan
tersebut.
- Membuat
Catatan Visual (Joyful Learning)
- Siswa
membuat mind notes sederhana dari video.
- Contoh:
“Hujan → Awan → Uap air → Pendinginan”.
- Diskusi
- Pertanyaan
pemantik: “Mengapa sains penting bagi kehidupan manusia?”
- Siswa
berdiskusi dalam kelompok 4 orang.
- Hasil
diskusi dipresentasikan singkat.
Mengaplikasi
- Pembelajaran
Berdiferensiasi
- Produk:
- Semua
siswa membuat peta konsep “Hakikat Sains”.
- Pilihan
bentuk: digital/manual sesuai gaya belajar.
- Proses:
- Siswa
dengan kemampuan tinggi diminta menambahkan contoh fenomena alam beserta
penjelasannya.
- Siswa
yang membutuhkan pendampingan diberi panduan cabang peta konsep.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
- Refleksi:
- Siswa
mengisi kalimat: “Sekarang saya tahu bahwa sains itu…”
- Rangkuman:
Guru menegaskan bahwa sains adalah proses memahami alam secara sistematis.
- Tindak
Lanjut:
- Mengamati
fenomena di lingkungan rumah dan menuliskan pertanyaan ilmiahnya.
- Penutup:
Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
- Asesmen
Diagnostik:
- Pertanyaan
awal: “Apa yang kamu ketahui tentang sains?”
- Asesmen
Formatif:
- Catatan
visual hasil observasi video.
- Keaktifan
diskusi dan tanya jawab.
- Asesmen
Sumatif:
- Peta
konsep “Hakikat Sains.”
- Produk
(Proyek):
- Peta
konsep kreatif (digital/manual).
- Praktik
(Kinerja):
- Kemampuan
mengajukan pertanyaan ilmiah dan berargumentasi.
- Tes
Tertulis:
- 5
soal pilihan ganda + 2 soal uraian singkat tentang hakikat sains
(opsional).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar