MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Pemuaian
A. IDENTITAS MODUL
|
Mata Pelajaran |
: IPA |
|
Kelas / Fase / Semester |
: VII / D / Ganjil |
|
Alokasi Waktu |
: 2 JP |
|
Tahun Pelajaran |
: 2025/2026 |
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal:
- Siswa
telah mengenal perubahan suhu dan perubahan wujud zat secara dasar.
- Mengetahui
bahwa benda dapat memuai jika dipanaskan, namun belum memahami prinsip
ilmiahnya.
- Minat:
- Siswa
menyukai kegiatan eksperimen yang melibatkan alat peraga menarik, seperti
bola dan cincin logam.
- Latar
Belakang:
- Berasal
dari lingkungan yang sering melihat penggunaan logam dalam kehidupan:
panci memuai, kabel listrik kendur saat panas, rel kereta api memiliki
celah.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
- Konseptual:
- Pengertian
pemuaian zat padat, penyebab pemuaian, contoh pemuaian dalam kehidupan
nyata.
- Prosedural:
- Melakukan
percobaan bola dan cincin logam dipanaskan.
- Mencatat
hasil pengamatan dan menyusun catatan percobaan.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata:
- Rel
kereta memiliki celah, kabel listrik mengendur, tutup botol logam mudah
dibuka setelah direndam air panas, jembatan memiliki sambungan pemuaian.
- Tingkat
Kesulitan:
- Sedang;
membutuhkan pengamatan detail dan kemampuan menganalisis hubungan
panas–pemuaian.
- Struktur
Materi:
- Suhu
→ Pemuaian zat padat → Percobaan bola–cincin → Aplikasi pemuaian dalam
kehidupan.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Penalaran
Kritis – menganalisis data hasil percobaan pemuaian.
- Kemandirian
– melakukan eksperimen dengan prosedur yang tepat dan bertanggung jawab.
- Kreativitas
– menyusun catatan percobaan visual dan menarik.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik memahami konsep pemuaian zat, membuktikannya
melalui percobaan bola–cincin logam, serta mampu menyajikan catatan hasil
percobaan secara mandiri.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Matematika:
Membuat tabel dan grafik hasil percobaan sederhana.
- Bahasa
Indonesia: Menyusun catatan percobaan secara runtut.
- TIK:
Menyusun catatan percobaan secara digital (opsional).
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Menjelaskan
konsep pemuaian zat padat.
- Melakukan
percobaan bola dan cincin logam dipanaskan secara tepat.
- Mencatat
data hasil percobaan dan menyimpulkan fenomena pemuaian.
- Menyajikan
catatan percobaan secara kreatif dan mandiri.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL:
“Pemuaian benda padat dalam fenomena sehari-hari.”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
- Model
Pembelajaran: Eksperimen dan Inkuiri Terbimbing
- Pendekatan:
- Mindful
Learning: Mengamati perubahan ukuran benda dengan kesadaran penuh.
- Meaningful
Learning: Menghubungkan hasil eksperimen dengan fenomena pemuaian di
kehidupan.
- Joyful
Learning: Melibatkan alat peraga menarik dan membuat catatan visual
kreatif.
- Metode
Pembelajaran: Eksperimen, diskusi, demonstrasi, tanya jawab.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
- Lingkungan
Sekolah: Laboratorium IPA.
- Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat: Fenomena pemuaian pada rel kereta, kabel listrik,
dan peralatan rumah tangga.
- Mitra
Digital: Video laboratorium/animasi pemuaian.
LINGKUNGAN BELAJAR
- Ruang
Fisik: Laboratorium IPA, ruang kelas.
- Ruang
Virtual: Google Classroom / LMS sekolah.
- Budaya
Belajar: Rapi, aman, kolaboratif, dan mandiri.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Melihat
video animasi pemuaian logam.
- Mencatat
percobaan dalam format digital (opsional).
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
- Salam
dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan doa.
- Mindful
Activity: Siswa mengamati sendok logam yang dipanaskan sebentar dan
merasakan perubahannya secara hati-hati.
- Apersepsi:
Guru bertanya, “Mengapa rel kereta api memiliki celah di antara sambungan
rel?”
- Motivasi:
Guru menjelaskan bahwa hari ini siswa akan membuktikan sendiri mengapa
logam memuai.
- Penyampaian
Tujuan: Guru menjelaskan tujuan dan alur kegiatan pembelajaran.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
- Eksplorasi
Konsep (Meaningful Learning):
Guru menjelaskan konsep pemuaian logam, lalu menunjukkan alat bola dan cincin logam. - Melakukan
Eksperimen:
Siswa memanaskan bola logam, menguji apakah bola dapat melewati cincin sebelum dan sesudah dipanaskan. - Membuat
Catatan Visual (Joyful Learning):
Siswa menggambar alat, menuliskan perubahan keadaan bola/cincin sebelum dan setelah dipanaskan, dengan kreativitas masing-masing. - Diskusi:
Kelompok menganalisis: Mengapa bola tidak dapat melewati cincin setelah dipanaskan?
Mengaplikasi
- Pembelajaran
Berdiferensiasi:
- Produk:
- Pilihan
1: Catatan percobaan lengkap dan ilustrasi visual.
- Pilihan
2: Poster digital “Pemuaian Logam dalam Kehidupan”.
- Pilihan
3: Penjelasan video pendek (30 detik) tentang pemuaian.
- Proses:
- Kelompok
cepat bekerja diberi tantangan: “Apa yang terjadi jika cincin yang
dipanaskan, bukan bola?”
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
- Refleksi:
Siswa menulis satu kalimat: “Pemuaian itu penting karena…”
- Rangkuman:
Guru menegaskan konsep inti pemuaian logam.
- Tindak
Lanjut: Siswa diminta mengamati pemuaian di rumah (contoh: tutup botol,
panci).
- Penutup:
Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
- Asesmen
Diagnostik: Pertanyaan awal tentang suhu dan perubahan ukuran benda.
- Asesmen
Formatif: Observasi proses eksperimen dan catatan visual.
- Asesmen
Sumatif: Catatan percobaan lengkap.
- Produk
(Proyek): Poster digital / catatan visual / video pendek.
- Praktik
(Kinerja): Keterampilan menggunakan alat percobaan bola–cincin.
- Tes
Tertulis: 5 soal uraian singkat tentang pemuaian benda padat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar