MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA
Materi: Wujud Zat dan Model Partikel
A. IDENTITAS MODUL
|
Mata Pelajaran |
: IPA |
|
Kelas / Fase / Semester |
: VII / D / Ganjil |
|
Alokasi Waktu |
: 2 JP |
|
Tahun Pelajaran |
: 2025/2026 |
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
• Peserta didik mengetahui contoh wujud zat (padat, cair, gas) dalam kehidupan sehari-hari.
• Pernah melihat perubahan wujud sederhana (es mencair, air menguap). - Minat
• Menyukai kegiatan eksperimen sederhana.
• Tertarik membuat model atau karya visual dari bahan mudah ditemukan (plastisin, kertas, stik es). - Latar
Belakang
• Berasal dari lingkungan sosial dan budaya yang beragam dengan pengalaman berbeda terhadap fenomena sains.
• Terbiasa menggunakan benda sekitar rumah sebagai sarana pembelajaran kontekstual.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual:
• Pengertian wujud zat (padat, cair, gas).
• Konsep model partikel dan perbedaannya pada setiap wujud zat.
b. Prosedural:
• Langkah membuat model partikel menggunakan plastisin.
• Cara mengamati dan membandingkan representasi partikel.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
• Berkaitan dengan fenomena sehari-hari: es mencair, minuman menguap, parfum menyebar, dan bahan makanan yang berubah wujud. - Tingkat
Kesulitan
• Mudah–menengah: konsep dasar mudah dipahami, tetapi penjelasan partikel membutuhkan visualisasi. - Struktur
Materi
• Pengantar wujud zat → konsep partikel → perbedaan susunan partikel → membuat model → interpretasi model.
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Penalaran
Kritis
- Kreativitas
- Komunikasi
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami karakteristik wujud zat dan
menjelaskan perbedaan susunan partikel dengan membuat model sederhana serta
mengkomunikasikan hasilnya secara lisan maupun visual.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
• Seni rupa (membuat model dan mini poster).
• Bahasa Indonesia (komunikasi dan presentasi).
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat:
- Menjelaskan
perbedaan susunan partikel pada zat padat, cair, dan gas.
- Membuat
model partikel menggunakan plastisin sesuai karakter setiap wujud zat.
- Mengkomunikasikan
hasil model partikel dalam bentuk mini poster.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Bagaimana partikel pada zat berbeda menyusun fenomena yang
kita lihat sehari-hari?”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Experiential Learning (learning by
doing)
● Pendekatan: Deep Learning melalui eksperimen
- Mindful
Learning: Menyadari perubahan wujud zat yang sering ditemui sehari-hari.
- Meaningful
Learning: Menghubungkan fenomena nyata dengan model partikel.
- Joyful
Learning: Membuat model partikel dengan plastisin sebagai aktivitas
kreatif.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, eksperimen, presentasi, kerja kelompok.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Laboratorium IPA, kelas, ruang
terbuka.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Contoh fenomena wujud zat di rumah dan
pasar (es batu, minuman panas, parfum).
● Mitra Digital: Video animasi model partikel, simulas PhET, YouTube Edu.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Kelas/laboratorium dengan meja kerja
kelompok.
● Ruang Virtual: LMS sekolah atau Google Classroom (upload mini poster).
● Budaya Belajar: Kolaboratif, ingin tahu, saling menghargai pendapat.
PEMANFAATAN DIGITAL
• Penyajian video singkat mengenai model partikel
• Penggunaan aplikasi sederhana untuk membuat poster (opsional: Canva)
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru membuka pembelajaran dengan salam,
doa, dan kehadiran.
● Mindful Activity: Siswa memperhatikan es batu di gelas—mengenali perubahan
yang terjadi.
● Apersepsi: Tanya jawab: “Saat parfum disemprot, mengapa aromanya menyebar?”
● Motivasi: Guru menunjukkan video singkat tentang partikel bergerak.
● Penyampaian Tujuan: Menjelaskan tujuan dan produk akhir berupa mini poster
model partikel.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
Guru menjelaskan konsep wujud zat dan perbedaan susunan partikelnya menggunakan
gambar/animasi.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
Peserta didik membuat sketsa sederhana susunan partikel padat–cair–gas di buku
catatan.
● Diskusi:
Kelompok kecil mendiskusikan: “Mengapa partikel gas lebih mudah bergerak?”
Mengaplikasi
● Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:
Siswa memilih salah satu keluaran:
- Model
partikel dari plastisin (default)
- Model
digital (bagi yang mampu)
- Mini
poster ilustrasi (bagi yang kreatif visual)
○ Proses:
• Kelompok cepat paham diberi tantangan menambahkan contoh perubahan wujud.
• Kelompok yang membutuhkan bantuan diberi panduan visual step-by-step.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi:
Siswa menuliskan satu hal yang baru dipahami dan satu hal yang masih
membingungkan.
● Rangkuman:
Guru menegaskan kembali perbedaan susunan partikel pada padat, cair, dan gas.
● Tindak Lanjut:
Siswa diminta mengamati fenomena wujud zat di rumah dan mencatatnya.
● Penutup:
Salam dan doa penutup.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik:
Tanya jawab awal tentang contoh wujud zat dalam kehidupan sehari-hari.
• Asesmen Formatif:
Observasi diskusi dan catatan visual siswa.
• Asesmen Sumatif:
Penilaian mini poster model partikel.
• Produk (Proyek):
Mini poster model partikel berdasarkan hasil eksperimen plastisin.
• Praktik (Kinerja):
Proses pembuatan model partikel dalam kelompok.
• Tes Tertulis:
5–10 soal singkat tentang perbedaan susunan partikel dan wujud zat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar