Selasa, 09 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 9: Ekspresi dan Operasi Logika

 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : Informatika
Materi: Ekspresi dan Operasi Logika


A. IDENTITAS MODUL

  • Mata Pelajaran : Informatika
  • Kelas / Fase / Semester : IX / D / Ganjil
  • Alokasi Waktu : 2 JP

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal :
    Siswa telah mengenal pernyataan benar–salah, simbol logika dasar, serta konsep percabangan dalam pemrograman sejak kelas VIII.
  2. Minat :
    Siswa menyukai aktivitas permainan kartu, tantangan logika, serta aktivitas kompetitif kolaboratif.
  3. Latar Belakang :
    Kemampuan numerasi dan logika siswa beragam, namun sebagian besar mampu menganalisis kondisi sederhana dalam kehidupan sehari-hari (misal: “Jika hujan maka membawa payung”).

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    • a. Konseptual:
      Pengertian ekspresi logika, operasi logika AND, OR, NOT, dan tabel kebenaran.
    • b. Prosedural:
      Menyusun tabel kebenaran melalui permainan kartu logika dan menyelesaikan ekspresi logika sederhana.
  2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik:
    Operasi logika digunakan dalam pengambilan keputusan sehari-hari, penyaringan data, algoritma, hingga operasi dalam aplikasi digital.
  3. Tingkat Kesulitan:
    Menengah, membutuhkan kemampuan logika dasar dan numerasi.
  4. Struktur Materi:
    • Pengantar logika
    • Ekspresi logika
    • Operasi AND–OR–NOT
    • Tabel kebenaran
    • Simulasi logika dengan kartu

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Bernalar kritis
  2. Literasi numerasi
  3. Kreatif

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menggunakan ekspresi dan operasi logika (AND, OR, NOT) untuk menyelesaikan masalah sederhana dan menyajikannya dalam bentuk tabel kebenaran.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • Matematika (logika dasar)
  • Informatika (algoritma & percabangan)
  • IPA (pengambilan keputusan eksperimen)

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Peserta didik memahami konsep ekspresi logika.
  2. Peserta didik dapat melakukan operasi logika AND, OR, NOT.
  3. Peserta didik mampu membuat tabel kebenaran menggunakan kartu logika.
  4. Peserta didik mampu menerapkan logika dalam situasi nyata.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Pengambilan Keputusan dalam Kehidupan Sehari-hari Menggunakan Logika”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

  • Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning
  • Pendekatan:
    • Mindful Learning: Siswa diajak menyadari bahwa mereka sering menggunakan logika (misal memilih rute tercepat ke sekolah).
    • Meaningful Learning: Guru menghubungkan operasi logika dengan aplikasi nyata seperti fitur filter di aplikasi.
    • Joyful Learning: Siswa bermain kartu logika warna-warni untuk membuat tabel kebenaran.
  • Metode Pembelajaran: Unplugged activity, permainan kartu, diskusi, demonstrasi.

KEMITRAAN PEMBELAJARAN

  • Lingkungan Sekolah: Koordinasi dengan guru matematika untuk konsistensi konsep logika.
  • Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Orang tua memberikan contoh situasi logika sehari-hari di rumah.
  • Mitra Digital: Aplikasi simulasi logika sederhana (logic.ly, PhET Simulation Logic Gates).

LINGKUNGAN BELAJAR

  • Ruang Fisik: Ruang kelas dengan pengaturan berkelompok.
  • Ruang Virtual: Google Classroom / LMS sekolah.
  • Budaya Belajar: Kolaboratif, analitis, saling menghargai proses berpikir.

PEMANFAATAN DIGITAL:

Simulasi pembuatan tabel kebenaran di Google Sheets atau aplikasi logika online.


F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

  • Salam dan Doa: Mengawali pembelajaran dengan suasana positif.
  • Mindful Activity: 1 menit latihan fokus “Siap Berlogika” dengan menarik napas sambil memegang kartu logika.
  • Apersepsi: Guru bertanya: “Ketika kalian memutuskan ‘Jika saya lapar dan ada uang maka saya beli jajanan’, itu termasuk operasi apa?”
  • Motivasi: Guru menjelaskan bahwa logika adalah inti dari kecerdasan komputer.
  • Penyampaian Tujuan: Siswa akan berlatih logika menggunakan kartu dan membuat tabel kebenaran.

KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami

  • Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
    Guru menjelaskan ekspresi logika dan operasi AND–OR–NOT menggunakan contoh situasi nyata.
    Menunjukkan bentuk tabel kebenaran sederhana.
  • Membuat Catatan Visual (Joyful Learning):
    Siswa membuat catatan visual berupa simbol AND (), OR (), NOT (¬) dan contohnya.
  • Diskusi:
    Kelompok menganalisis beberapa situasi logika dari kartu skenario (misal: hujan/tidak, lampu menyala/tidak).

Mengaplikasi

  • Pembelajaran Berdiferensiasi:
    • Produk:
      Setiap kelompok membuat Tabel Kebenaran menggunakan kartu logika untuk AND–OR–NOT.
    • Proses:
      • Kelompok mahir: menyusun ekspresi kompleks (misal: (A OR B) AND NOT C).
      • Kelompok dasar: fokus pada ekspresi tunggal (A AND B, A OR B, NOT A).

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

  • Refleksi:
    Siswa menjawab: “Operasi logika apa yang paling sering saya gunakan dalam hidup?”
  • Rangkuman:
    Guru menegaskan kembali konsep ekspresi logika dan tabel kebenaran.
  • Tindak Lanjut:
    Tugas rumah: membuat 3 contoh ekspresi logika dari aktivitas sehari-hari.
  • Penutup: Salam dan doa.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN

  • Asesmen Diagnostik:
    Pertanyaan awal tentang pemahaman benar/salah atau situasi logika sederhana.
  • Asesmen Formatif:
    Observasi permainan kartu logika, analisis catatan visual, dan keaktifan diskusi.
  • Asesmen Sumatif:
    Tabel kebenaran final yang dibuat kelompok.
  • Produk (Proyek):
    Tabel kebenaran lengkap AND–OR–NOT hasil aktivitas kartu.
  • Praktik (Kinerja):
    Kemampuan siswa melakukan operasi logika secara tepat.
  • Tes Tertulis:
    5–10 soal ekspresi logika dan tabel kebenaran.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar