MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : Informatika
Materi: Cyberbullying
A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : Informatika
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP (80 menit)
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Peserta
didik telah mengenal etika komunikasi digital.
- Pernah
menggunakan media sosial dan aplikasi perpesanan.
- Memahami
perbedaan komunikasi langsung dan digital.
- Minat
- Tertarik
dengan topik media sosial, pertemanan digital, dan dunia maya.
- Suka
berdiskusi tentang kasus-kasus nyata di internet.
- Latar
Belakang
- Peserta
didik berada pada masa remaja yang aktif di media sosial.
- Potensi
terpapar cyberbullying cukup tinggi.
- Perlu
pembelajaran bermakna terkait etika digital dan perlindungan diri.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Pengertian
cyberbullying, bentuk-bentuknya, dampaknya, dan upaya pencegahannya.
- Perbedaan
bullying konvensional dan cyberbullying.
b. Prosedural: - Cara
menganalisis kasus cyberbullying.
- Langkah-langkah
melaporkan dan mencegah tindakan cyberbullying.
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Cyberbullying
sering terjadi dalam keseharian digital peserta didik: komentar media
sosial, grup chat, game online, dll.
- Tingkat
Kesulitan
- Sedang,
karena membutuhkan keterampilan analisis sosial dan empati.
- Struktur
Materi
- Definisi
Cyberbullying
- Bentuk-bentuk
Cyberbullying
- Dampak
bagi korban dan pelaku
- Studi
Kasus
- Role
Play
- Strategi
Pencegahan dan Penanganan
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Tanggung
jawab
- Gotong
royong
- Bernalar
kritis (pendukung diskusi & analisis kasus)
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan etika digital
dalam interaksi online serta mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mencegah
cyberbullying melalui simulasi kasus.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- PPKn:
nilai moral, empati, dan etika digital.
- BK/Bimbingan
Konseling: pencegahan dan penanganan bullying.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
- Peserta
didik mampu menjelaskan bentuk-bentuk cyberbullying.
- Peserta
didik mampu menganalisis contoh kasus.
- Peserta
didik mampu menyusun solusi pencegahan cyberbullying.
- Peserta
didik mampu memainkan role play dengan empat peran: pelaku, korban, saksi,
dan penolong.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Membangun Etika Digital untuk Mencegah Cyberbullying”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
Model Pembelajaran
- Problem
Based Learning (PBL)
Pendekatan
- Mindful
Learning: kesadaran terhadap emosi dan etika saat berkomunikasi di dunia
digital.
- Meaningful
Learning: pembelajaran dikaitkan dengan kasus nyata yang dekat dengan
kehidupan murid.
- Joyful
Learning: aktivitas role play yang menarik dan menyenangkan.
Metode Pembelajaran
- Diskusi
kelompok
- Role
play
- Studi
kasus
- Presentasi
solusi
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Guru BK, wali kelas.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Polisi Cyber, Komunitas anti-bullying.
● Mitra Digital: Website Kemenkominfo, aplikasi pelaporan aduan konten.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Kelas, ruang diskusi, area presentasi.
● Ruang Virtual: Google Classroom / WhatsApp kelas / Padlet.
● Budaya Belajar: Saling menghormati, mendengarkan, dan mengutamakan empati.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Pemutaran
video edukatif anti-cyberbullying.
- Aplikasi
Padlet untuk membuat solusi digital.
- Google
Docs untuk mencatat hasil analisis kelompok.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru mengajak siswa berdoa dan mengecek
kesiapan belajar.
● Mindful Activity: 1 menit “napas sadar”—menenangkan diri sebelum membahas
topik sensitif.
● Apersepsi: Guru menanyakan: “Pernahkah kalian melihat komentar kasar di
internet?”
● Motivasi: Guru menunjukkan video singkat tentang efek cyberbullying.
● Penyampaian Tujuan: Menjelaskan bahwa hari ini siswa akan menganalisis kasus
dan membuat solusi pencegahan.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning)**
- Guru
menjelaskan definisi, jenis, dan dampak cyberbullying melalui infografis.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)**
- Siswa
membuat mind map atau doodle notes tentang 5 bentuk cyberbullying.
● Diskusi**
- Guru
membagikan satu studi kasus nyata (tanpa identitas).
- Siswa
menganalisis dalam kelompok: pelaku, korban, penyebab, dan dampak.
Mengaplikasi
● Pembelajaran Berdiferensiasi:
Produk:
- Kelompok
membuat Solusi Pencegahan Cyberbullying berbentuk:
- Poster
digital /
- Video
pendek /
- Rekomendasi
aturan kelas /
- Infografis
tips aman berinternet.
Proses:
- Kelompok
melakukan role play simulasi kasus:
- Pelaku
- Korban
- Bystander
- Penolong
- Siswa
lain menilai berdasarkan rubrik empati dan solusi.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: Siswa menuliskan “Satu pelajaran penting hari
ini”.
● Rangkuman: Guru menegaskan kembali konsep cyberbullying dan pencegahannya.
● Tindak Lanjut: Siswa diminta mengamati interaksi digital minggu ini dan
mencatat jika menemukan potensi cyberbullying.
● Penutup: Salam dan penguatan karakter etika digital.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
● Asesmen Diagnostik
- Kuesioner
pengetahuan awal tentang cyberbullying.
● Asesmen Formatif
- Analisis
studi kasus.
- Catatan
visual/mind map.
● Asesmen Sumatif
- Presentasi
solusi pencegahan.
- Role
play dan refleksi kelompok.
● Produk (Proyek)
- Poster
digital/video solusi pencegahan cyberbullying.
● Praktik (Kinerja)
- Role
play simulasi kasus.
● Tes Tertulis
- 5–10
soal pilihan ganda atau uraian pendek tentang konsep cyberbullying.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar