MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : Informatika
Materi: Mengkaji Kritis Informasi Media Sosial (Hoaks vs Fakta)
A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : Informatika
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Sudah
mengenal berbagai platform media sosial.
- Pernah
melihat contoh berita hoaks, namun belum mampu menganalisisnya secara
sistematis.
- Minat
- Tinggi
karena topik hoaks sangat dekat dengan konten yang mereka temui tiap
hari.
- Tertarik
pada kasus nyata dan video singkat.
- Latar
Belakang
- Peserta
didik hidup di era digital yang padat informasi.
- Terdapat
risiko menerima dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Pengertian
hoaks dan fakta
- Ciri-ciri
hoaks
- Teknik
verifikasi informasi
b. Prosedural:
- Langkah-langkah
menganalisis kredibilitas informasi
- Cara
membuat tabel analisis hoaks–fakta
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Membantu
mereka menjadi pengguna digital yang bertanggung jawab.
- Menghindarkan
dari kesalahan penyebaran informasi yang dapat merugikan orang lain.
- Tingkat
Kesulitan
- Menengah,
karena membutuhkan kemampuan analisis dan berpikir kritis.
- Struktur
Materi
- Pengertian
berita hoaks
- Perbedaan
hoaks vs fakta
- Teknik
literasi informasi
- Analisis
studi kasus
- Penyusunan
tabel analisis
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Bernalar
Kritis – Mengidentifikasi, membandingkan, dan mengevaluasi informasi
digital.
- Tanggung
Jawab – Berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi digital.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu menganalisis informasi di media sosial
untuk membedakan hoaks dan fakta dengan menggunakan teknik literasi digital.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- PPKn:
nilai tanggung jawab dalam kehidupan digital
- Bahasa
Indonesia: analisis struktur informasi
- IPS:
dampak sosial dari penyebaran hoaks
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
- Menjelaskan
pengertian hoaks dan ciri-cirinya.
- Mengidentifikasi
teknik verifikasi informasi.
- Menganalisis
studi kasus berita hoaks vs fakta.
- Menyusun
tabel analisis berdasarkan kasus yang dipilih.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Hoaks di Media Sosial dan Dampaknya dalam Kehidupan Remaja”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Case-Based Learning
● Pendekatan:
○ Mindful Learning: Latihan kesadaran bahwa informasi digital mempengaruhi
keputusan.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan kasus hoaks yang sering ditemui dengan
kehidupan siswa.
○ Joyful Learning: Menyajikan analisis dalam bentuk tabel menarik dan berwarna.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, analisis kasus, presentasi, penelusuran fakta
digital.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Dukungan literasi digital melalui
perpustakaan dan LCD.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Orang tua menyampaikan contoh kasus hoaks
yang pernah mereka temui.
● Mitra Digital:
- Website
anti-hoaks (cekfakta.com, turnbackhoax)
- Google
Fact-Check Tools
- YouTube
edukasi singkat
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Ruang kelas dengan akses proyektor.
● Ruang Virtual: Google Classroom / WhatsApp untuk berbagi link kasus.
● Budaya Belajar: Kolaboratif, analitis, bebas saling menyalahkan.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Pencarian
sumber faktual
- Verifikasi
gambar via Google Images
- Aplikasi
spreadsheet sederhana untuk membuat tabel analisis
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa
● Mindful Activity:
“Bayangkan satu berita yang pernah kamu baca dan ternyata tidak benar.
Bagaimana perasaanmu saat mengetahui itu hoaks?”
● Apersepsi: Pemutaran video pendek tentang hoaks viral.
● Motivasi: Guru menjelaskan dampak sosial hoaks bagi remaja dan masyarakat.
● Penyampaian Tujuan: Menjelaskan bahwa pembelajaran akan menganalisis berita
hoaks secara nyata.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
MEMAHAMI
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning)
- Guru
menunjukkan dua berita: satu hoaks, satu fakta.
- Peserta
didik mengamati ciri-ciri: judul provokatif, sumber tidak jelas, gambar
tidak sesuai.
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)
- Sketsa
kecil tentang “Ciri Hoaks vs Fakta” dalam bentuk diagram Venn atau ikon
sederhana.
● Diskusi
- Kelompok
menganalisis satu kasus nyata dari guru.
- Menentukan:
Apa yang membuat ini hoaks? Sumbernya? Dampaknya?
MENGAPLIKASI
● Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:
- Tabel analisis hoaks–fakta (format bebas atau template guru).
○ Proses:
- Kelompok memilih satu kasus tambahan (guru siapkan 3–5 artikel).
- Melakukan verifikasi: sumber, tanggal, penulis, bukti, link pendukung.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi:
“Setelah belajar ini, apa yang akan kamu lakukan sebelum membagikan sebuah
informasi?”
● Rangkuman: Guru menegaskan kembali teknik cek fakta.
● Tindak Lanjut: Peserta didik diminta mengecek satu informasi di rumah bersama
orang tua.
● Penutup: Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik:
- Pertanyaan:
“Bagaimana kamu mengetahui suatu berita itu benar?”
• Asesmen Formatif:
- Catatan
visual, analisis awal kasus, diskusi.
• Asesmen Sumatif:
- Presentasi
kelompok mengenai analisis hoaks dan fakta.
• Produk (Proyek):
- Tabel
Analisis Hoaks vs Fakta, berisi:
- Judul
berita
- Indikasi
hoaks/fakta
- Bukti
pendukung
- Link
verifikasi
- Kesimpulan
• Praktik (Kinerja):
- Kemampuan
menelusuri sumber dan melakukan cek fakta secara benar.
• Tes Tertulis:
- 5–10
soal tentang hoaks, fakta, teknik verifikasi, ciri sumber kredibel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar