Selasa, 09 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 8: Mengkaji Kritis Informasi Media Sosial (Hoaks vs Fakta)

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : Informatika
Materi: Mengkaji Kritis Informasi Media Sosial (Hoaks vs Fakta)


A. IDENTITAS MODUL

Mata Pelajaran : Informatika
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP


B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal
    • Sudah mengenal berbagai platform media sosial.
    • Pernah melihat contoh berita hoaks, namun belum mampu menganalisisnya secara sistematis.
  2. Minat
    • Tinggi karena topik hoaks sangat dekat dengan konten yang mereka temui tiap hari.
    • Tertarik pada kasus nyata dan video singkat.
  3. Latar Belakang
    • Peserta didik hidup di era digital yang padat informasi.
    • Terdapat risiko menerima dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    a. Konseptual:
    • Pengertian hoaks dan fakta
    • Ciri-ciri hoaks
    • Teknik verifikasi informasi

b. Prosedural:

    • Langkah-langkah menganalisis kredibilitas informasi
    • Cara membuat tabel analisis hoaks–fakta
  1. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
    • Membantu mereka menjadi pengguna digital yang bertanggung jawab.
    • Menghindarkan dari kesalahan penyebaran informasi yang dapat merugikan orang lain.
  2. Tingkat Kesulitan
    • Menengah, karena membutuhkan kemampuan analisis dan berpikir kritis.
  3. Struktur Materi
    • Pengertian berita hoaks
    • Perbedaan hoaks vs fakta
    • Teknik literasi informasi
    • Analisis studi kasus
    • Penyusunan tabel analisis

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Bernalar Kritis – Mengidentifikasi, membandingkan, dan mengevaluasi informasi digital.
  2. Tanggung Jawab – Berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi digital.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menganalisis informasi di media sosial untuk membedakan hoaks dan fakta dengan menggunakan teknik literasi digital.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • PPKn: nilai tanggung jawab dalam kehidupan digital
  • Bahasa Indonesia: analisis struktur informasi
  • IPS: dampak sosial dari penyebaran hoaks

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian hoaks dan ciri-cirinya.
  2. Mengidentifikasi teknik verifikasi informasi.
  3. Menganalisis studi kasus berita hoaks vs fakta.
  4. Menyusun tabel analisis berdasarkan kasus yang dipilih.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Hoaks di Media Sosial dan Dampaknya dalam Kehidupan Remaja”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

● Model Pembelajaran: Case-Based Learning
● Pendekatan:
○ Mindful Learning: Latihan kesadaran bahwa informasi digital mempengaruhi keputusan.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan kasus hoaks yang sering ditemui dengan kehidupan siswa.
○ Joyful Learning: Menyajikan analisis dalam bentuk tabel menarik dan berwarna.
● Metode Pembelajaran: Diskusi, analisis kasus, presentasi, penelusuran fakta digital.


KEMITRAAN PEMBELAJARAN

● Lingkungan Sekolah: Dukungan literasi digital melalui perpustakaan dan LCD.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Orang tua menyampaikan contoh kasus hoaks yang pernah mereka temui.
● Mitra Digital:

  • Website anti-hoaks (cekfakta.com, turnbackhoax)
  • Google Fact-Check Tools
  • YouTube edukasi singkat

LINGKUNGAN BELAJAR

● Ruang Fisik: Ruang kelas dengan akses proyektor.
● Ruang Virtual: Google Classroom / WhatsApp untuk berbagi link kasus.
● Budaya Belajar: Kolaboratif, analitis, bebas saling menyalahkan.


PEMANFAATAN DIGITAL

  • Pencarian sumber faktual
  • Verifikasi gambar via Google Images
  • Aplikasi spreadsheet sederhana untuk membuat tabel analisis

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

● Salam dan Doa
● Mindful Activity:
“Bayangkan satu berita yang pernah kamu baca dan ternyata tidak benar. Bagaimana perasaanmu saat mengetahui itu hoaks?”
● Apersepsi: Pemutaran video pendek tentang hoaks viral.
● Motivasi: Guru menjelaskan dampak sosial hoaks bagi remaja dan masyarakat.
● Penyampaian Tujuan: Menjelaskan bahwa pembelajaran akan menganalisis berita hoaks secara nyata.


KEGIATAN INTI (55 MENIT)

MEMAHAMI

● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning)

  • Guru menunjukkan dua berita: satu hoaks, satu fakta.
  • Peserta didik mengamati ciri-ciri: judul provokatif, sumber tidak jelas, gambar tidak sesuai.

● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)

  • Sketsa kecil tentang “Ciri Hoaks vs Fakta” dalam bentuk diagram Venn atau ikon sederhana.

● Diskusi

  • Kelompok menganalisis satu kasus nyata dari guru.
  • Menentukan: Apa yang membuat ini hoaks? Sumbernya? Dampaknya?

MENGAPLIKASI

● Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:
- Tabel analisis hoaks–fakta (format bebas atau template guru).

○ Proses:
- Kelompok memilih satu kasus tambahan (guru siapkan 3–5 artikel).
- Melakukan verifikasi: sumber, tanggal, penulis, bukti, link pendukung.


KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

● Refleksi:
“Setelah belajar ini, apa yang akan kamu lakukan sebelum membagikan sebuah informasi?”
● Rangkuman: Guru menegaskan kembali teknik cek fakta.
● Tindak Lanjut: Peserta didik diminta mengecek satu informasi di rumah bersama orang tua.
● Penutup: Doa dan salam.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN

• Asesmen Diagnostik:

  • Pertanyaan: “Bagaimana kamu mengetahui suatu berita itu benar?”

• Asesmen Formatif:

  • Catatan visual, analisis awal kasus, diskusi.

• Asesmen Sumatif:

  • Presentasi kelompok mengenai analisis hoaks dan fakta.

• Produk (Proyek):

  • Tabel Analisis Hoaks vs Fakta, berisi:
    • Judul berita
    • Indikasi hoaks/fakta
    • Bukti pendukung
    • Link verifikasi
    • Kesimpulan

• Praktik (Kinerja):

  • Kemampuan menelusuri sumber dan melakukan cek fakta secara benar.

• Tes Tertulis:

  • 5–10 soal tentang hoaks, fakta, teknik verifikasi, ciri sumber kredibel.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar