MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : Informatika
Materi: Blockly Games – Sprites
A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : Informatika
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Peserta
didik telah mengenal dasar pemrograman blok (Blockly) di kelas sebelumnya
(event, loop, movement).
- Peserta
didik mampu menggunakan komputer/laptop dan browser.
- Minat
- Peserta
didik umumnya menyukai kegiatan visual seperti desain karakter, animasi,
dan game sederhana.
- Peserta
didik tertarik pada aktivitas yang menghasilkan produk kreatif.
- Latar
Belakang
- Peserta
didik adalah remaja digital yang akrab dengan game dan desain visual
sehingga materi sprite sangat relevan.
- Perangkat
belajar tersedia di sekolah (komputer/laptop/lab TIK).
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Pengertian
sprite dalam pengembangan game
- Fungsi
sprite dalam tampilan permainan
- Prinsip
dasar desain karakter
b. Prosedural:
- Langkah
membuat sprite menggunakan Blockly Games
- Mengatur
bentuk, warna, dan gerakan sprite
- Menyimpan
dan mengekspor hasil desain karakter
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Peserta
didik terbiasa bermain game; memahami sprite membuat mereka lebih
mengerti cara game dibuat.
- Melatih
kreativitas dan pemecahan masalah di dunia digital.
- Tingkat
Kesulitan
- Tingkat
dasar–menengah (visual coding, manipulasi blok, dan desain).
- Struktur
Materi
- Pengenalan
sprite
- Eksplorasi
fitur desain sprite
- Penerapan
eksperimen desain pada Blockly Games
- Karya
akhir: Sprite digital
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Kreatif
- Bernalar
Kritis
- Komunikatif
(melalui presentasi hasil sprite)
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik memahami dan mampu membuat objek visual
(sprite) menggunakan pemrograman blok serta mengidentifikasi perannya dalam
pengembangan game sederhana.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- Seni
& Desain (visual, bentuk, warna)
- Matematika
(koordinat dan pergerakan sprite)
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu:
- Menjelaskan
konsep sprite dan fungsinya dalam game.
- Mendesain
sprite digital menggunakan Blockly Games.
- Menghasilkan
minimal satu sprite original.
- Menjelaskan
proses desainnya secara singkat.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Bagaimana karakter game dibuat? Mendesain sprite kreatif
sebagai bagian dari pengembangan game.”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
- Model
Pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL)
- Pendekatan:
Deep Learning – Eksperimen
- Mindful
Learning:
Latihan fokus dan rileks sebelum memulai desain untuk meningkatkan kreativitas. - Meaningful
Learning:
Menghubungkan contoh game yang sering dimainkan dengan konsep sprite. - Joyful
Learning:
Mendesain karakter dengan bebas dan mengekspresikan kreativitas. - Metode
Pembelajaran: Demonstrasi, Eksperimen, Diskusi, Presentasi.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
- Lingkungan
Sekolah:
Laboratorium komputer, LCD, papan tulis. - Lingkungan
Luar Sekolah/Masyarakat:
Inspirasi dari desain karakter pada game populer di sekitar peserta didik. - Mitra
Digital:
- Blockly
Games
- Pixel
Art Maker / Piskel (opsional untuk eksplorasi lanjutan)
LINGKUNGAN BELAJAR
- Ruang
Fisik: Laboratorium komputer.
- Ruang
Virtual: Blockly Games (Sprites).
- Budaya
Belajar: Kolaboratif, kreatif, saling menghargai karya.
PEMANFAATAN DIGITAL:
Laptop/PC, internet, layar proyektor, akun Google (opsional
untuk menyimpan file).
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
- Salam
dan Doa:
Guru membuka kelas dengan salam, doa, dan absensi. - Mindful
Activity:
“Tarik napas 3 kali—fokus pada satu karakter game favoritmu. Apa keunikannya?” - Apersepsi:
Guru menampilkan cuplikan game dan bertanya:
“Menurut kalian, bagaimana karakter dalam game itu dibuat?” - Motivasi:
Guru menyampaikan bahwa hari ini siswa akan menjadi game designer membuat sprite sendiri. - Penyampaian
Tujuan:
Guru menjelaskan tujuan dan produk akhir yang harus dicapai.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
Memahami
- Eksplorasi
Konsep (Meaningful Learning):
Guru menjelaskan sprite, fungsi, dan contoh penggunaannya pada game.
Menunjukkan cara dasar membuat sprite di Blockly Games. - Membuat
Catatan Visual (Joyful Learning):
Siswa membuat sketch sederhana karakter di buku catatan (warna, bentuk, ciri). - Diskusi:
Siswa berdiskusi dalam kelompok kecil tentang ide karakter masing-masing.
Mengaplikasi
- Pembelajaran
Berdiferensiasi:
Produk: - Siswa
pemula membuat sprite sederhana (2–3 warna).
- Siswa
mahir membuat sprite detail (gradasi, ekspresi, variasi bentuk).
Proses:
- Guru
memberi bimbingan tambahan untuk yang membutuhkan.
- Siswa
mandiri diberi tantangan menambahkan animasi sederhana.
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
- Refleksi:
Siswa menjawab:
“Bagian mana dari proses desain yang paling menantang? Mengapa?” - Rangkuman:
Guru menyimpulkan konsep sprite dan proses pembuatannya. - Tindak
Lanjut:
Siswa diminta menyiapkan nama dan latar belakang cerita sprite untuk pertemuan berikutnya. - Penutup:
Doa bersama dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
- Asesmen
Diagnostik:
Tanya jawab singkat tentang pengalaman siswa menggunakan Blockly/pemrograman blok sebelumnya. - Asesmen
Formatif:
Observasi proses desain sprite, diskusi, dan catatan visual. - Asesmen
Sumatif:
Penilaian akhir sprite berdasarkan kriteria (kreasi, fungsi, estetika, penggunaan blok). - Produk
(Proyek):
Sprite digital original hasil eksperimen di Blockly Games. - Praktik
(Kinerja):
Kemampuan siswa mendemonstrasikan cara membuat sprite dan menjelaskan desainnya. - Tes
Tertulis:
5–10 soal singkat tentang konsep sprite (opsional).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar