MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : Informatika
Materi: Media Sosial dan Etika Berkomunikasi
A. IDENTITAS MODUL
Mata Pelajaran : Informatika
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan
Awal
- Peserta
didik sudah familiar dengan penggunaan media sosial (WhatsApp, Instagram,
TikTok, Facebook).
- Pernah
mengenal perilaku positif dan negatif di dunia maya secara umum.
- Minat
- Tinggi,
karena media sosial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
- Tertarik
pada konten visual seperti poster dan infografis.
- Latar
Belakang
- Peserta
didik berasal dari lingkungan yang akrab dengan penggunaan gawai.
- Ada
yang memiliki pengalaman buruk seperti cyberbullying atau kesalahpahaman
komunikasi digital.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis
Pengetahuan yang Akan Dicapai
a. Konseptual: - Pengertian
media sosial
- Etika
berkomunikasi digital
- Dampak
komunikasi digital yang tidak etis
b. Prosedural:
- Cara
merumuskan aturan etika
- Cara
membuat poster etika berkomunikasi
- Relevansi
dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
- Sangat
relevan karena peserta didik menggunakan media sosial setiap hari.
- Materi
membantu mencegah kesalahpahaman, bullying, dan jejak digital negatif.
- Tingkat
Kesulitan
- Rendah–menengah,
karena konsep dekat dengan kehidupan mereka.
- Tantangan
utama: berpikir kritis dan menyusun pesan etis dengan baik.
- Struktur
Materi
- Pengertian
media sosial
- Etika
dan netiket
- Contoh
kasus positif & negatif
- Penerapan
etika → pembuatan poster
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Tanggung
jawab – Menggunakan media sosial secara etis dan sadar dampaknya.
- Kreatif
– Mendesain poster etika dengan pesan kuat dan visual menarik.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Peserta didik mampu memahami dan menerapkan etika dalam
berkomunikasi di media sosial, serta menghasilkan produk kreatif berupa poster
etika digital.
B. LINTAS DISIPLIN ILMU
- PPKn:
etika dan nilai-nilai berinteraksi sosial
- Bahasa
Indonesia: penyusunan pesan persuasif
- Seni
Budaya: komposisi visual dalam poster
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:
- Menjelaskan
pengertian media sosial dan perannya.
- Mengidentifikasi
etika yang harus dijaga saat berkomunikasi di media sosial.
- Menganalisis
contoh kasus komunikasi digital.
- Mendesain
poster etika berkomunikasi secara kreatif.
D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
“Etika Berkomunikasi di Media Sosial dalam Kehidupan
Sehari-hari Remaja”
E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Model Pembelajaran: Problem Based Learning
● Pendekatan:
○ Mindful Learning: Sadar bahwa kata-kata digital meninggalkan jejak.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan kasus nyata dengan perilaku pribadi.
○ Joyful Learning: Mendesain poster dengan kreativitas dan imajinasi.
● Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, presentasi, eksperimen kasus, desain
poster.
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
● Lingkungan Sekolah: Mendukung budaya literasi digital
positif.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Orang tua memantau penggunaan media
sosial anak.
● Mitra Digital: Canva, Google Images (free resources), WhatsApp/IG sebagai
contoh kasus.
LINGKUNGAN BELAJAR
● Ruang Fisik: Kelas dengan LCD/layar presentasi.
● Ruang Virtual: Google Classroom / WhatsApp Group.
● Budaya Belajar: Kolaboratif, saling menghargai pendapat, bebas bullying.
PEMANFAATAN DIGITAL
- Aplikasi
desain (Canva)
- Video
pendek mengenai etika digital
- Penelusuran
kasus nyata ringan (tanpa menyebut identitas asli)
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Salam dan Doa: Guru mengajak peserta didik berdoa sebelum
mulai belajar.
● Mindful Activity:
“Tutup mata sebentar, ingat satu komentar atau pesan di media sosial yang
pernah membuat kamu merasa senang, dan satu yang membuat tidak nyaman.”
● Apersepsi: Menayangkan meme atau contoh komentar di media sosial (tanpa
identitas).
● Motivasi: Guru menjelaskan bahwa komunikasi digital membentuk reputasi dan
masa depan peserta didik.
● Penyampaian Tujuan: Apa saja yang akan dipelajari dan hasil akhir berupa
poster etika.
KEGIATAN INTI (55 MENIT)
MEMAHAMI
● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):
- Mengamati
contoh komunikasi digital positif & negatif.
- Diskusi:
Mengapa komentar tertentu bisa melukai? Mengapa etika itu penting?
● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)
Peserta didik membuat sketsa visual kecil:
- kata
kunci etika,
- emoji,
- contoh
tindakan,
- simbol
larangan, dll.
● Diskusi
- Kelompok
menganalisis 2 kasus: satu etis, satu tidak etis.
- Menentukan
prinsip etika digital yang tepat.
MENGAPLIKASI
● Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:
- Membuat poster etika berkomunikasi di media sosial (digital atau manual).
○ Proses (pilihan berdasarkan gaya belajar):
- Menulis pesan singkat yang persuasif
- Mendesain elemen visual
- Merangkum etika dalam poin-poin
KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)
● Refleksi: “Apa perubahan kecil yang bisa kamu lakukan di
media sosial mulai hari ini?”
● Rangkuman: Guru menegaskan kembali prinsip etika digital.
● Tindak Lanjut: Peserta didik diminta mempraktikkan satu etika digital di akun
mereka.
● Penutup: Doa dan salam.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
• Asesmen Diagnostik: Pertanyaan awal tentang pengalaman
peserta didik menggunakan media sosial.
• Asesmen Formatif: Catatan visual, diskusi kelompok, respon kasus.
• Asesmen Sumatif: Presentasi kelompok tentang prinsip etika digital.
• Produk (Proyek): Poster etika berkomunikasi di media sosial.
• Praktik (Kinerja): Kemampuan peserta didik menerapkan etika dalam simulasi
percakapan chat.
• Tes Tertulis: 5–10 soal pilihan ganda tentang etika digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar