Selasa, 09 Desember 2025

Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 8: Media Sosial dan Etika Berkomunikasi

 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : Informatika
Materi: Media Sosial dan Etika Berkomunikasi


A. IDENTITAS MODUL

Mata Pelajaran : Informatika
Kelas / Fase / Semester : VIII / D / Genap
Alokasi Waktu : 2 JP


B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal
    • Peserta didik sudah familiar dengan penggunaan media sosial (WhatsApp, Instagram, TikTok, Facebook).
    • Pernah mengenal perilaku positif dan negatif di dunia maya secara umum.
  2. Minat
    • Tinggi, karena media sosial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
    • Tertarik pada konten visual seperti poster dan infografis.
  3. Latar Belakang
    • Peserta didik berasal dari lingkungan yang akrab dengan penggunaan gawai.
    • Ada yang memiliki pengalaman buruk seperti cyberbullying atau kesalahpahaman komunikasi digital.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    a. Konseptual:
    • Pengertian media sosial
    • Etika berkomunikasi digital
    • Dampak komunikasi digital yang tidak etis

b. Prosedural:

    • Cara merumuskan aturan etika
    • Cara membuat poster etika berkomunikasi
  1. Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik
    • Sangat relevan karena peserta didik menggunakan media sosial setiap hari.
    • Materi membantu mencegah kesalahpahaman, bullying, dan jejak digital negatif.
  2. Tingkat Kesulitan
    • Rendah–menengah, karena konsep dekat dengan kehidupan mereka.
    • Tantangan utama: berpikir kritis dan menyusun pesan etis dengan baik.
  3. Struktur Materi
    • Pengertian media sosial
    • Etika dan netiket
    • Contoh kasus positif & negatif
    • Penerapan etika → pembuatan poster

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Tanggung jawab – Menggunakan media sosial secara etis dan sadar dampaknya.
  2. Kreatif – Mendesain poster etika dengan pesan kuat dan visual menarik.

DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan etika dalam berkomunikasi di media sosial, serta menghasilkan produk kreatif berupa poster etika digital.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • PPKn: etika dan nilai-nilai berinteraksi sosial
  • Bahasa Indonesia: penyusunan pesan persuasif
  • Seni Budaya: komposisi visual dalam poster

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan pengertian media sosial dan perannya.
  2. Mengidentifikasi etika yang harus dijaga saat berkomunikasi di media sosial.
  3. Menganalisis contoh kasus komunikasi digital.
  4. Mendesain poster etika berkomunikasi secara kreatif.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Etika Berkomunikasi di Media Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari Remaja”


E. KERANGKA PEMBELAJARAN

PRAKTIK PEDAGOGIK

● Model Pembelajaran: Problem Based Learning
● Pendekatan:
○ Mindful Learning: Sadar bahwa kata-kata digital meninggalkan jejak.
○ Meaningful Learning: Menghubungkan kasus nyata dengan perilaku pribadi.
○ Joyful Learning: Mendesain poster dengan kreativitas dan imajinasi.
● Metode Pembelajaran: Diskusi kelompok, presentasi, eksperimen kasus, desain poster.


KEMITRAAN PEMBELAJARAN

● Lingkungan Sekolah: Mendukung budaya literasi digital positif.
● Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat: Orang tua memantau penggunaan media sosial anak.
● Mitra Digital: Canva, Google Images (free resources), WhatsApp/IG sebagai contoh kasus.


LINGKUNGAN BELAJAR

● Ruang Fisik: Kelas dengan LCD/layar presentasi.
● Ruang Virtual: Google Classroom / WhatsApp Group.
● Budaya Belajar: Kolaboratif, saling menghargai pendapat, bebas bullying.

PEMANFAATAN DIGITAL

  • Aplikasi desain (Canva)
  • Video pendek mengenai etika digital
  • Penelusuran kasus nyata ringan (tanpa menyebut identitas asli)

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

● Salam dan Doa: Guru mengajak peserta didik berdoa sebelum mulai belajar.
● Mindful Activity:
“Tutup mata sebentar, ingat satu komentar atau pesan di media sosial yang pernah membuat kamu merasa senang, dan satu yang membuat tidak nyaman.”
● Apersepsi: Menayangkan meme atau contoh komentar di media sosial (tanpa identitas).
● Motivasi: Guru menjelaskan bahwa komunikasi digital membentuk reputasi dan masa depan peserta didik.
● Penyampaian Tujuan: Apa saja yang akan dipelajari dan hasil akhir berupa poster etika.


KEGIATAN INTI (55 MENIT)

MEMAHAMI

● Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning):

  • Mengamati contoh komunikasi digital positif & negatif.
  • Diskusi: Mengapa komentar tertentu bisa melukai? Mengapa etika itu penting?

● Membuat Catatan Visual (Joyful Learning)
Peserta didik membuat sketsa visual kecil:

  • kata kunci etika,
  • emoji,
  • contoh tindakan,
  • simbol larangan, dll.

● Diskusi

  • Kelompok menganalisis 2 kasus: satu etis, satu tidak etis.
  • Menentukan prinsip etika digital yang tepat.

MENGAPLIKASI

● Pembelajaran Berdiferensiasi
○ Produk:
- Membuat poster etika berkomunikasi di media sosial (digital atau manual).

○ Proses (pilihan berdasarkan gaya belajar):
- Menulis pesan singkat yang persuasif
- Mendesain elemen visual
- Merangkum etika dalam poin-poin


KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

● Refleksi: “Apa perubahan kecil yang bisa kamu lakukan di media sosial mulai hari ini?”
● Rangkuman: Guru menegaskan kembali prinsip etika digital.
● Tindak Lanjut: Peserta didik diminta mempraktikkan satu etika digital di akun mereka.
● Penutup: Doa dan salam.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN

• Asesmen Diagnostik: Pertanyaan awal tentang pengalaman peserta didik menggunakan media sosial.
• Asesmen Formatif: Catatan visual, diskusi kelompok, respon kasus.
• Asesmen Sumatif: Presentasi kelompok tentang prinsip etika digital.
• Produk (Proyek): Poster etika berkomunikasi di media sosial.
• Praktik (Kinerja): Kemampuan peserta didik menerapkan etika dalam simulasi percakapan chat.
• Tes Tertulis: 5–10 soal pilihan ganda tentang etika digital.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar