π± Persilangan Monohibrid & Dihibrid
Game Interaktif Hukum Mendel - IPA Kelas 9 SMP
π¨π¬ Gregor Johann Mendel (1822-1884)
Bapak Genetika Modern
Gregor Johann Mendel adalah seorang biarawan Austria yang menjadi pelopor ilmu genetika melalui eksperimen persilangan tanaman kacang ercis (Pisum sativum).
Video dokumenter tentang kehidupan Mendel dan eksperimen kacang ercis yang mengubah dunia genetika
π± Mengapa Kacang Ercis?
Mendel memilih kacang ercis karena:
- Mudah dibudidayakan
- Memiliki sifat yang kontras dan jelas
- Dapat melakukan penyerbukan sendiri
- Dapat disilangkan dengan mudah
- Menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak
- Siklus hidup relatif pendek
π¬ 7 Sifat yang Dipelajari
- Tinggi batang: Tinggi vs Pendek
- Bentuk biji: Bulat vs Kisut
- Warna biji: Kuning vs Hijau
- Bentuk polong: Menggelembung vs Berkerut
- Warna polong: Hijau vs Kuning
- Posisi bunga: Aksial vs Terminal
- Warna bunga: Ungu vs Putih
π Metode Eksperimen
Langkah-langkah Mendel:
- Memilih galur murni (pure line)
- Melakukan persilangan terkontrol
- Mengamati keturunan F₁
- Menyilangkan F₁ untuk mendapat F₂
- Menghitung rasio fenotipe
- Menganalisis pola pewarisan
⚖️ Hukum Mendel
Bunyi: Setiap individu memiliki sepasang faktor (alel) untuk setiap sifat, dan kedua alel itu memisah saat pembentukan gamet.
Contoh: Tanaman Tt akan menghasilkan gamet T dan t dengan perbandingan 1:1
Bunyi: Pasangan alel dari sifat yang berbeda diwariskan secara bebas, tidak saling memengaruhi.
Contoh: Pewarisan tinggi batang tidak memengaruhi pewarisan warna bunga
𧬠Istilah Penting
- Gen: Unit pewarisan sifat
- Alel: Bentuk alternatif gen
- Genotipe: Susunan gen (AA, Aa, aa)
- Fenotipe: Sifat yang tampak
- Dominan: Alel yang selalu muncul
- Resesif: Alel yang tertutup dominan
π Kontribusi Mendel
- Menemukan hukum pewarisan sifat
- Memperkenalkan metode kuantitatif dalam biologi
- Meletakkan dasar ilmu genetika modern
- Menginspirasi penemuan DNA dan kromosom
- Dasar untuk pemuliaan tanaman dan hewan
π Rasio Mendel
Monohibrid F₂:
Dihibrid F₂:
π± Persilangan Monohibrid
Simulator Persilangan Satu Sifat
Pilih sifat induk untuk melihat hasil persilangan
Induk ♀ (P₁)
Induk ♂ (P₂)
π Konsep Monohibrid
Persilangan Monohibrid adalah persilangan antara dua individu yang berbeda dalam satu sifat.
Contoh Klasik:
𧬠Terminologi
- P (Parental): Generasi induk
- F₁ (Filial 1): Keturunan pertama
- F₂ (Filial 2): Keturunan kedua
- Alel dominan: Huruf besar (T)
- Alel resesif: Huruf kecil (t)
- Homozigot: TT atau tt
- Heterozigot: Tt
π Analisis Rasio
Genotipe F₂:
- 1 TT (25%)
- 2 Tt (50%)
- 1 tt (25%)
Fenotipe F₂:
- 3 Tinggi (75%)
- 1 Pendek (25%)
π¬ Testcross
Tujuan: Menentukan genotipe individu dengan fenotipe dominan
Cara: Menyilangkan dengan individu homozigot resesif
Hasil:
- Jika TT × tt → 100% Tt (tinggi)
- Jika Tt × tt → 50% Tt : 50% tt
Video animasi menunjukkan proses persilangan monohibrid dari pembentukan gamet hingga F₂
πΏ Persilangan Dihibrid
Simulator Persilangan Dua Sifat
Simulasi persilangan dengan dua sifat berbeda
Induk ♀ (P₁)
Induk ♂ (P₂)
π Konsep Dihibrid
Persilangan Dihibrid adalah persilangan antara dua individu yang berbeda dalam dua sifat.
Contoh:
- Sifat 1: Bentuk biji (A = bulat, a = kisut)
- Sifat 2: Warna biji (B = kuning, b = hijau)
π― Rasio Dihibrid F₂
- 9 Bulat Kuning (A_B_)
- 3 Bulat Hijau (A_bb)
- 3 Kisut Kuning (aaB_)
- 1 Kisut Hijau (aabb)
A_ berarti AA atau Aa
𧬠Gamet AaBb
Individu AaBb dapat menghasilkan 4 jenis gamet:
- AB (25%)
- Ab (25%)
- aB (25%)
- ab (25%)
Sesuai dengan Hukum Asortasi Bebas Mendel
π Analisis Probabilitas
Metode Perkalian:
- Bulat (3/4) × Kuning (3/4) = 9/16
- Bulat (3/4) × Hijau (1/4) = 3/16
- Kisut (1/4) × Kuning (3/4) = 3/16
- Kisut (1/4) × Hijau (1/4) = 1/16
Video menjelaskan persilangan dihibrid dengan diagram Punnett 4×4 dan analisis rasio 9:3:3:1
π Diagram Punnett Square
Belajar Membuat Diagram Punnett
Klik pada sel untuk mengisi diagram persilangan
π Cara Membuat Diagram Punnett
- Tentukan genotipe induk (contoh: Tt × Tt)
- Tentukan gamet yang dapat dibentuk setiap induk
- Buat tabel dengan gamet ♀ di atas, gamet ♂ di samping
- Isi sel dengan kombinasi gamet
- Hitung rasio genotipe dan fenotipe
π― Kegunaan Diagram Punnett
- Memprediksi genotipe keturunan
- Menghitung probabilitas sifat
- Memvisualisasikan persilangan
- Memahami hukum Mendel
- Analisis pewarisan sifat
π Jenis Diagram
Monohibrid:
- Grid 2×2 (4 sel)
- 2 jenis gamet per induk
- Rasio 1:2:1 atau 3:1
Dihibrid:
- Grid 4×4 (16 sel)
- 4 jenis gamet per induk
- Rasio 9:3:3:1
π‘ Tips Mengerjakan
- Tulis genotipe induk dengan jelas
- Tentukan semua kemungkinan gamet
- Isi diagram secara sistematis
- Kelompokkan genotipe yang sama
- Hitung persentase setiap fenotipe
Video step-by-step cara membuat dan menganalisis diagram Punnett untuk monohibrid dan dihibrid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar