Jumat, 12 September 2025

Modul Ajar Dep Learning IPA Kelas 9 - Homeostatis

 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
Materi: Homeostasis


A. IDENTITAS MODUL

  • Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

  • Kelas / Fase / Semester : IX / D / Ganjil

  • Alokasi Waktu : 2 JP

  • Tahun Pelajaran : 2025 / 2026


B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK

  1. Pengetahuan Awal : Peserta didik telah mempelajari sistem organ manusia seperti sistem peredaran darah, pernapasan, dan ekskresi.

  2. Minat : Peserta didik umumnya tertarik pada aktivitas fisik/olahraga dan fenomena tubuh yang mereka alami.

  3. Latar Belakang : Peserta didik berasal dari lingkungan dengan kebiasaan berolahraga, namun pemahaman tentang mekanisme tubuh menjaga keseimbangan (homeostasis) masih terbatas.


C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN

  1. Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
    a. Konseptual: Pengertian homeostasis, mekanisme tubuh menjaga suhu, cairan, dan respon tubuh saat olahraga.
    b. Prosedural: Melakukan pengamatan sederhana saat tubuh berolahraga ringan dan membuat laporan singkat.

  2. Relevansi dengan Kehidupan Nyata : Sangat dekat dengan aktivitas sehari-hari, seperti berolahraga, kepanasan, atau dehidrasi.

  3. Tingkat Kesulitan : Menengah (butuh pemahaman konsep biologi dan pengalaman empiris).

  4. Struktur Materi :

    • Definisi homeostasis

    • Mekanisme pengaturan suhu tubuh (keringat, pelebaran pembuluh darah)

    • Respon tubuh terhadap olahraga (detak jantung, pernapasan, suhu tubuh)

    • Pentingnya menjaga homeostasis untuk kesehatan.


D. DIMENSI PROFIL LULUSAN

  1. Penalaran Kritis

  2. Kesehatan (berorientasi pada gaya hidup sehat)

  3. Kemandirian


DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Peserta didik mampu menjelaskan konsep homeostasis, melakukan pengamatan sederhana tentang respon tubuh saat olahraga, serta menyusun laporan singkat hasil pengamatan dengan sikap kritis, mandiri, dan peduli kesehatan.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU

  • PJOK : Aktivitas fisik/olahraga sebagai studi kasus.

  • Teknologi Informasi : Penggunaan aplikasi sederhana (stopwatch, termometer digital, smartphone) untuk mengukur data.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian dan contoh homeostasis.

  2. Peserta didik dapat melakukan studi kasus sederhana (olahraga ringan → keringat, suhu tubuh meningkat).

  3. Peserta didik mampu menganalisis data dan menyajikannya dalam laporan singkat.

  4. Peserta didik menunjukkan sikap mandiri, kritis, dan peduli kesehatan.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

“Bagaimana tubuh kita menjaga keseimbangan ketika berolahraga atau menghadapi perubahan lingkungan?”

E. KERANGKA PEMBELAJARAN

Praktik Pedagogik

  • Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)

  • Pendekatan :

    • Mindful Learning: Menyadari kondisi tubuh sebelum dan sesudah olahraga ringan.

    • Meaningful Learning: Mengaitkan konsep homeostasis dengan pengalaman nyata sehari-hari.

    • Joyful Learning: Aktivitas olahraga ringan yang menyenangkan.

  • Metode Pembelajaran : Diskusi, demonstrasi, studi kasus.

Kemitraan Pembelajaran

  • Lingkungan Sekolah : Lapangan olahraga, kelas.

  • Lingkungan Luar Sekolah/Masyarakat : Kegiatan olahraga bersama, kebiasaan hidup sehat.

  • Mitra Digital : Video edukasi homeostasis, aplikasi stopwatch/termometer digital.

Lingkungan Belajar

  • Ruang Fisik : Lapangan/kelas.

  • Ruang Virtual : Google Classroom/WhatsApp untuk berbagi laporan.

  • Budaya Belajar : Kolaboratif, aktif, dan berbasis pengalaman nyata.

Pemanfaatan Digital :

  • Menggunakan aplikasi pengukur detak jantung, stopwatch, atau sensor suhu tubuh.


F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM

KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)

  • Salam dan doa.

  • Mindful Activity: Siswa menutup mata, merasakan kondisi tubuh (napas, detak jantung).

  • Apersepsi: Guru bertanya “Apa yang kamu rasakan saat lari atau saat kepanasan?”

  • Motivasi: Guru memberi contoh pentingnya homeostasis bagi kesehatan.

  • Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan kegiatan pembelajaran.

KEGIATAN INTI (55 MENIT)

Memahami:

  • Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning): Guru menjelaskan pengertian homeostasis, contoh, dan hubungannya dengan olahraga.

  • Catatan Visual (Joyful Learning): Siswa membuat diagram sederhana tentang mekanisme tubuh mengatur suhu.

  • Diskusi: Kelompok siswa mendiskusikan hasil pengamatan dan membandingkan dengan teori.

Mengaplikasi:

  • Studi Kasus & Demonstrasi:

    • Siswa melakukan olahraga ringan (lari kecil 3 menit).

    • Mengukur detak jantung, suhu tubuh, frekuensi napas sebelum dan sesudah.

    • Menuliskan hasil pengamatan dalam tabel.

  • Pembelajaran Berdiferensiasi:

    • Produk: Laporan singkat hasil studi kasus homeostasis.

    • Proses: Diskusi kelompok, presentasi singkat hasil pengamatan.

KEGIATAN PENUTUP (10 MENIT)

  • Refleksi: Siswa menuliskan hal baru yang dipahami.

  • Rangkuman: Guru menegaskan kembali konsep homeostasis.

  • Tindak lanjut: Tugas rumah → mencatat pengalaman pribadi menjaga keseimbangan tubuh (contoh: saat sakit, olahraga, kepanasan).

  • Penutup: Salam, doa, motivasi menjaga kesehatan.


G. ASESMEN PEMBELAJARAN

  • Asesmen Diagnostik : Tanya jawab awal tentang pengalaman saat olahraga/panas.

  • Asesmen Formatif : Lembar pengamatan, diskusi kelompok.

  • Asesmen Sumatif : Laporan singkat hasil studi kasus homeostasis.

  • Produk (Proyek) : Laporan singkat homeostasis tubuh saat olahraga.

  • Praktik (Kinerja) : Mengukur detak jantung, suhu, napas, dan mencatat hasilnya.

  • Tes Tertulis : 5 soal pilihan ganda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar