MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
Materi : Sistem Koordinasi Manusia
A. IDENTITAS MODUL
-
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
-
Kelas / Fase / Semester : IX / D / Ganjil
-
Alokasi Waktu : 2 JP
-
Tahun Pelajaran : 2025/2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
-
Pengetahuan Awal : Peserta didik telah mempelajari sistem organ manusia (pencernaan, pernapasan, peredaran darah).
-
Minat : Peserta didik menyukai pembahasan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, misalnya peran otak dan indera dalam aktivitas belajar, olahraga, dan refleks.
-
Latar Belakang : Peserta didik terbiasa menggunakan indera dalam kehidupan sehari-hari (melihat layar HP, mendengar musik, merasakan makanan), sehingga memiliki pengalaman awal untuk dikaitkan dengan materi.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
-
Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai
-
a. Konseptual : Struktur dan fungsi sistem koordinasi manusia (otak, saraf, indera).
-
b. Prosedural : Menganalisis studi kasus sederhana tentang gangguan sistem koordinasi.
-
-
Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik : Membantu memahami pentingnya sistem saraf dan indera dalam aktivitas sehari-hari (belajar, olahraga, menjaga kesehatan).
-
Tingkat Kesulitan : Menengah (butuh analisis, tidak sekadar menghafal).
-
Struktur Materi :
-
Pengertian sistem koordinasi
-
Organ penyusun sistem koordinasi (otak, saraf, indera)
-
Mekanisme kerja sistem koordinasi
-
Contoh kasus gangguan sistem koordinasi
-
D. DIMENSI PROFIL LULUSAN
-
Penalaran Kritis : Menganalisis peran otak, saraf, dan indera dalam aktivitas manusia.
-
Kreativitas : Membuat diagram sistem koordinasi.
-
Kewargaan : Menumbuhkan kesadaran menjaga kesehatan otak, saraf, dan indera sebagai bagian dari tanggung jawab diri dan masyarakat.
DESAIN PEMBELAJARAN
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu memahami struktur, fungsi, serta peran sistem koordinasi manusia, serta menyajikannya dalam bentuk diagram.
B. Lintas Disiplin Ilmu
-
Biologi (anatomi dan fisiologi manusia)
-
Kesehatan (pencegahan gangguan saraf dan indera)
-
TIK (pemanfaatan aplikasi digital untuk membuat diagram)
C. Tujuan Pembelajaran
-
Peserta didik dapat menjelaskan organ penyusun sistem koordinasi manusia.
-
Peserta didik dapat menganalisis peran otak, saraf, dan indera melalui diskusi studi kasus.
-
Peserta didik dapat menyusun diagram sistem koordinasi secara kreatif.
D. Topik Pembelajaran Kontekstual
“Sistem Koordinasi Manusia dalam Aktivitas Sehari-hari”
E. Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogik
-
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
-
Pendekatan : Diskusi dan Studi Kasus
-
Mindful Learning : Sadar pentingnya koordinasi otak, saraf, dan indera.
-
Meaningful Learning : Mengaitkan dengan pengalaman nyata (refleks, respon indera).
-
Joyful Learning : Belajar lewat studi kasus menarik dan diagram kreatif.
-
-
Metode Pembelajaran : Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, pembuatan diagram.
Kemitraan Pembelajaran
-
Lingkungan Sekolah : Laboratorium/kelas.
-
Lingkungan Luar Sekolah : Kasus nyata di masyarakat tentang gangguan indera atau saraf.
-
Mitra Digital : Google Slides, Canva, atau aplikasi mind mapping.
Lingkungan Belajar
-
Ruang Fisik : Kelas/laboratorium IPA.
-
Ruang Virtual : Google Classroom/WhatsApp Group.
-
Budaya Belajar : Kolaboratif, kritis, kreatif.
Pemanfaatan Digital : Pencarian sumber belajar online, pembuatan diagram digital.
F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MENDALAM
Kegiatan Pendahuluan (15 menit)
-
Salam dan doa pembuka.
-
Mindful Activity : Latihan refleks sederhana (misalnya menjatuhkan penggaris dan murid diminta menangkap).
-
Apersepsi : Guru bertanya “Mengapa kita bisa langsung merespons ketika tangan kita menyentuh benda panas?”
-
Motivasi : Menjelaskan bahwa sistem koordinasi membuat manusia bisa berpikir, merespons, dan beraktivitas.
-
Penyampaian tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (55 menit)
Memahami
-
Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning) : Siswa membaca materi singkat tentang otak, saraf, dan indera.
-
Membuat Catatan Visual (Joyful Learning) : Siswa membuat mind map sederhana tentang sistem koordinasi.
-
Diskusi : Analisis studi kasus → “Bagaimana jika seseorang mengalami gangguan pada saraf mata?”
Mengaplikasi
-
Pembelajaran Berdiferensiasi:
-
Produk : Membuat diagram sistem koordinasi (manual/digital).
-
Proses : Diskusi kelompok dan presentasi hasil diagram.
-
Kegiatan Penutup (10 menit)
-
Refleksi : Siswa menuliskan satu hal baru yang dipahami tentang sistem koordinasi.
-
Rangkuman : Guru menekankan kembali peran otak, saraf, dan indera.
-
Tindak lanjut : Tugas rumah → mencari contoh gangguan sistem koordinasi dalam kehidupan nyata.
-
Penutup : Salam penutup.
G. ASESMEN PEMBELAJARAN
-
Asesmen Diagnostik : Pertanyaan awal tentang pengalaman respon tubuh (refleks, respon indera).
-
Asesmen Formatif : Diskusi kelompok, catatan visual.
-
Asesmen Sumatif : Diagram sistem koordinasi.
-
Produk (Proyek) : Diagram sistem koordinasi manusia.
-
Praktik (Kinerja) : Presentasi hasil diskusi studi kasus.
-
Tes Tertulis : 5 soal pilihan ganda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar