1. Pendalaman Modularisasi Program
- Setelah
memahami konsep dasar modularisasi (fungsi dan prosedur), pada tahap ini
siswa diajak untuk lebih mendalam mempraktikkan cara membuat,
memanggil, dan mengelola modul dalam program.
- Modularisasi
tidak hanya memecah program, tetapi juga mengajarkan cara kerja sama
antarbagian program sehingga membentuk sistem yang utuh.
2.
Struktur Program Modular
- Program
utama (main program) → mengatur alur kerja keseluruhan.
- Modul/fungsi/prosedur
→ bagian pendukung yang menyelesaikan tugas spesifik.
- Komunikasi
antar modul dilakukan dengan parameter (input) dan nilai balik
(output).
3.
Parameter dalam Modularisasi
- Parameter
input: nilai yang dikirim dari program utama ke modul.
- Contoh:
jari-jari lingkaran yang dikirim ke fungsi menghitung luas.
- Parameter
output: nilai yang dihasilkan modul untuk dikembalikan ke program
utama.
- Contoh:
hasil perhitungan luas yang dikembalikan dari fungsi.
4.
Kelebihan Modularisasi Lanjutan
- Efisiensi
kode → modul bisa digunakan berkali-kali tanpa menulis ulang.
- Fleksibilitas
→ modul dapat diubah tanpa memengaruhi keseluruhan program, selama cara
pemanggilannya sama.
- Kolaborasi
→ dalam tim, setiap anggota bisa mengerjakan modul tertentu secara
paralel.
- Pemecahan
masalah terstruktur → masalah besar dapat diselesaikan secara bertahap
melalui modul kecil.
5.
Contoh Penerapan Modularisasi Program (2)
- Scratch
/ Blockly:
- Membuat
custom block dengan parameter, misalnya Hitung Luas Persegi
Panjang (panjang, lebar) yang akan mengembalikan hasil.
- Python:
- def luas_persegi_panjang(panjang,
lebar):
- return panjang * lebar
- def keliling_persegi_panjang(panjang,
lebar):
- return 2 * (panjang + lebar)
- #
Program utama
- p = 10
- l = 5
- print("Luas:",
luas_persegi_panjang(p, l))
- print("Keliling:",
keliling_persegi_panjang(p, l))
→ Di sini ada dua fungsi berbeda yang bisa dipanggil
berulang kali sesuai kebutuhan.
6.
Kesimpulan
- Modularisasi
Program (2) menekankan praktik penerapan fungsi dan prosedur dengan
parameter, sehingga program lebih dinamis, efisien, dan mudah
dikembangkan.
- Pemahaman
ini akan membantu siswa dalam membuat program yang lebih kompleks,
baik menggunakan Scratch, Blockly, maupun bahasa pemrograman teks seperti
Python.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar