Selasa, 12 Agustus 2025

IPA Kelas 7 Bab 6. E. Mengapa Harus Dilakukan Konservasi Keanekaragaman Hayati?


Keanekaragaman hayati Indonesia sangat tinggi, namun terancam oleh berbagai aktivitas manusia seperti pencemaran, kebakaran hutan, perburuan, dan berkurangnya habitat. Karena itu, diperlukan konservasi, yaitu upaya melindungi, menjaga, dan memanfaatkan makhluk hidup serta lingkungannya secara bijak agar tetap lestari.

1. Alasan Konservasi Harus Dilakukan

a. Banyak Spesies Mengalami Penurunan Populasi

  • Spesies seperti orangutan, badak, harimau, dan cenderawasih mengalami penurunan jumlah akibat hilangnya habitat dan perburuan.
    Contoh pada buku: penangkaran orangutan sebagai upaya melestarikan satwa langka.

    IPA-BS-KLS VII

Jika tidak dilestarikan, spesies bisa punah dan tidak dapat dikembalikan lagi.


b. Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Setiap organisme memiliki peran penting.
Jika satu spesies hilang:

  • rantai makanan terganggu,

  • predator atau mangsa kehilangan sumber makanan,

  • ekosistem dapat runtuh.

Misalnya, hilangnya tumbuhan tertentu dapat menyebabkan menurunnya populasi hewan yang bergantung padanya.


c. Sumber Daya Alam untuk Masa Depan

Keanekaragaman hayati menyediakan:

  • bahan obat-obatan,

  • sumber pangan,

  • bahan baku industri,

  • organisme yang bermanfaat bagi pertanian (misalnya penyerbuk).

Jika rusak, manusia kehilangan sumber daya berharga tersebut.


d. Keunikan Indonesia yang Tidak Dimiliki Negara Lain

Indonesia memiliki flora dan fauna endemik seperti komodo, orangutan, jalak Bali, dan cenderawasih.
Kehilangan spesies ini berarti hilangnya kekayaan dunia.


e. Mencegah Kerusakan Lingkungan Lebih Lanjut

Konservasi juga membantu:

  • mencegah banjir dan longsor melalui pelestarian hutan,

  • menjaga kualitas air dan udara,

  • mengurangi pemanasan global.


2. Bentuk-Bentuk Konservasi

Materi dalam file menunjukkan contoh nyata konservasi:

a. Konservasi In-situ (di habitat asli)

Bentuknya:

  • taman nasional,

  • suaka margasatwa,

  • cagar alam.

Contoh pada buku: Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang melindungi tumbuhan dan hewan dalam ekosistem asli.

IPA-BS-KLS VII


b. Konservasi Ex-situ (di luar habitat asli)

Melalui:

  • kebun binatang,

  • kebun raya,

  • penangkaran hewan langka.

Contoh pada buku: penangkaran orangutan.

IPA-BS-KLS VII


c. Pemetaan dan Pemantauan Flora-Fauna

Ditunjukkan dalam buku melalui pemetaan habitat satwa langka.
Tujuannya:

  • mengetahui persebaran,

  • memantau populasi,

  • merancang program penyelamatan.

    IPA-BS-KLS VII


3. Peran Manusia dalam Konservasi

Konservasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat dengan cara:

  • menanam pohon,

  • mengurangi sampah plastik,

  • tidak membuang limbah sembarangan,

  • tidak memburu satwa liar,

  • menjaga kebersihan lingkungan,

  • mendukung kawasan konservasi dan program edukasi.


4. Inti Pembelajaran Subbab E

  1. Konservasi diperlukan karena banyak spesies terancam punah dan ekosistem alami semakin rusak.

  2. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan unik sehingga harus dilindungi.

  3. Upaya konservasi meliputi konservasi in-situ, ex-situ, serta pemantauan dan penelitian.

  4. Konservasi menjaga keseimbangan ekosistem dan menjamin ketersediaan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

  5. Setiap orang dapat berperan dalam melestarikan lingkungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar